Sunday, 17 January 2021


Tahun Baru, Penyuluh-Mantri Tani-POPT Makin Kompak dalam Penyuluhan

07 Jan 2021, 16:48 WIBEditor : Gesha

Kekompakan penyuluh,POPT dan Mantri Tani kunci sukses produksi | Sumber Foto:kiswanto

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Kompak dan sinergi. Bisa jadi dua kata itu yang bisa menjadi salah satu kunci keberhasilan penyuluhan dan suksesnya program-program pertanian di lapangan. Ancaman pandemi di satu sisi dan keharusan untuk terus bekerja dan berproduksi mesti bisa saling diamankan satu dengan yang lain. 

Petani, kelompok tani, penyuluh dan petugas pertanian yang bermarkas di BPP selaku dapur Kostratani semakin kompak dan bersinergi demi tujuan kenaikan produksi dan produktivitas semua komoditas pangan, terlebih untuk komoditas utama seperti padi.

Kekompakan dan kemesraan sepertinya ditunjukkan oleh seluruh petugas BPP Pagak selaku pos Kostratani saat melakukan kegiatan penanaman padi hibrida Intani 602 di Poktan Makaryo I Desa Sumber Manjing Kulon. Kegiatan demplot varietas baru itu sepertinya menjadi gambaran bahwa seluruh aparatur menyatu dengan petani. Penyuluh wilayah binaan, koordinator penyuluh, mantri tani, POPT dan petani seperti melakukan pemanasan mesin menuju 2021 yang lebih baik, tentu kenaikan produksi dan produktivitas padi menjadi tujuannya.

Penyuluh Wilbin, Sirojut Tamam menyampaikan bahwa semangat 2021 harus lebih besar. “Luas lahan padi poktan Makaryo I adalah 127 ha. Demplot ini rutin setiap tahun sebagai antisipasi hama penyakit jika hanya menanam 1 atau 2 varietas saja. Demplot seluas 1 ha, perlakuan jarwo 2:1 dan penggunaan pupuk organik 1,5 ton. Olah tanah menggunakan hand traktor dan jika hasilnya bisa minimal 7,2 ton/ha, maka bisa digunakan untuk musim tanam kedua," jelasnya.

Koordinator BPP Pagak, Rahajeng Kumara yang juga turun ke lahan dan turut simbolis menanam juga menyampaikan bahwa kekompakan seluruh petugas di lapangan adalah wajib. “Kita jadwalkan sebelum tahun baru, dan hari ini kita bisa eksekusi bersama-sama. Asyik jelasnya, bisa nenaman padi di awal tahun baru. Harapannya 2021 produksi dan produktifitas padi bisa naik signifikan. Jika di tahun 2020, produktifitas kita 7 ton/ha, maka tahun 2021 semoga bisa 7,2 toh/ha," tutur koordinator yang masih milenial.

Mantri Tani BPP Pagak, Tutut Diananingsih sekaligus kepala UPT di Eks Kawedanan Pagak yang sangat senang dengan kekompakan timnya di lapangan. “Tahun baru, semangat baru, namun kekompakan harus dijaga. Petani senang saat bisa bersama-sama tanam padi di lahan. Keluhan dan pertanyaan bisa langsung direspon. Miskomunikasi bisa diminimalisir. Tinggal kebersamaan ini harus dipertahankan hingga akhir. Jika panen, sering kita kumpul lagi untuk memantau perkembangan dan produktifitasnya. Protokol kesehatan tetap dilakukan, mengingat pandemi masih mengancam. Doa kita bersama di tahun 2021 ini, pandemi covid-19 bisa segera dinetralisir, semoga saja," tuturnya.

Melihat kekompakan dan sinergi para petugas penyuluh-mantri tani-POPT bersama petani di awal tahun seperti menjadi sinyal bagus, bahwa 2021 produksi-produktifitas padi harus meningkat. Gambaran kecil di poktan Makaryo I dibawah komando BPP Kostratani Pagak dengan semangat barunya adalah gambaran optimisme bahwa gerak dan geliat pertanian bisa tetap eksis terlebih di masa pandemi covid-19. 

 

Reporter : Kiswanto
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018