Saturday, 23 January 2021


Inilah Tiga Program Aksi BPPSDMP di Tahun 2021

12 Jan 2021, 10:18 WIBEditor : Gesha

Kepala BPPSDMP, Prof Dedi Nursyamsi | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Mengawali tahun 2021, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian masih fokus pada peningkatan mutu SDM Pertanian seperti Penyuluh, petani Milenial dan kelembagaannya.

"Rencana peningkatan mutu SDM Pertanian tersebut tertuang dalam Program Aksi BPPSDMP yang akan dilakukan simultan di tahun 2021 ini. Kita bangun SDM Indonesia agar professional, mandiri, berdaya saing dan berjiwa entrepreneurship yang tinggi. Karena SDM itu motor terbesar dalam peningkatan produktivitas disamping prasarana lainnya," ungkap Kepala BPPSDMP, Prof Dedi Nursyamsi saat pembukaan Rapat Kerja Nasional BPPSDMP, Selasa (12/1) yang diikuti tabloidsinartani.com secara virtual.

Program Aksi tersebut terdiri dari Penguatan Komando Strategis Pembangunan Pertanian di tingkat Kecamatan (Kostratani). Kostratani mampu memberdayakan BPP, penyuluh, dan petani dalam meningkatkan produksi dan produktivitas dan ketersediaan pangan bisa terjamin.

Untuk Kostratani, capaian yang diraih BPPSDMP Kementan antara lain telah mengkoneksikan 5.698 BPP ke AWR, menyalurkan bantuan IT sebanyak 3.571 unit di tahun 2020. Kostratani juga memiliki program pendukung seperti MSPP, NGobras, MAF, Bertani On Cloud, dan Training Online yang semuanya dilakukan secara virtual.

Di tahun 2021, Kostratani mendapatkan pekerjaan rumah (PR) untuk meningkatkan dan penguatan kelembagaan petani (Poktan dan Gapoktan) menjadi Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) dan Korporasi Petani. Bahkan ditargetkan, penyelenggaraan food estate direplikasi pada 34 provinsi dengan minimal 2 Kabupaten/Kota per Provinsi.

Program Aksi Kedua adalah Regenerasi Petani dan Petani Milenial melalui pendidikan vokasi, pelatihan vokasi, pemberdayaan P4S, Branding Petani, Program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP), hingga program YESS.

"Kita targetkan membangun 2.5 juta petani Milenial di seluruh Tanah Air. Caranya dengan menciptakan champion sebanyak-banyaknya kemudian lakukan resonansi di lingkungan masing masing, sehingga tercipta 2.5 juta petani Milenial," beber Prof Dedi.

Tahun 2020, BPPSDMP banyak menghadirkan petani milenial. Rinciannya, sebanyak 831 orang adalah lulusan Polbangtan tahun 2020, 743 alumni yang bekerja di bidang pertanian, 88 orang alumni bekerja di dunia industri dan ASN, dan kelompok wirausaha pertanian yang jumlahnya mencapai 1.901. Belum lagi alumni SMK-PP yang berjumlah 435 orang

BPPSDMP membidik membangun petani Milenial melalui pendidikan vokasi karena pendidikan vokasi adalah pabriknya petani Milenial. Dari lingkup BPPSDMP sendiri ada 3 SMK-PP dan 7 Polbngtan yang siap menjadi pabrik petani Milenial. "Outputnya petani Milenial yang siap terjun sebagai qualified job creator dan job seeker," tuturnya.

Kualitas dan kuantitas petani Milenial bisa juga melalui program magang. Tahun 2021, ditargetkan 1000 petani Milenial magang di luar negeri. Selesai pelatihan 6 bulan-1 tahun siap terjun menjadi wirausaha muda pertanian.

"Pembangunan P4S yang melahirkan petani andalan dan menjadi penyuluh swadaya sehingga bisa menyampaikan teknologi pada petani lebih mudah. Program YESS juga tujuannya menghasilkan wirausawan muda pertanian," tambah Prof Dedi.

Dukungan Strategis

Tak hanya program aksi peningkatan kualitas SDM Pertanian yang dilakukan BPPSDMP, dukungan strategis untuk berbagai program dari Kementerian Pertanian juga dilakukan. 

Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah menuturkan kegiatan utama gerakan pembangunan pertanian maju mandiri modern 2021 juga memberikan dukungan program Kementan yaitu food estate, korporasi petani, dan program eselon I lingkup Kementan.

Siti Munifah menegaskan peran SDM pertanian sangat menentukan keberhasilan pembangunan pertanian dan ekonomi nasional. “Untuk itu, indikator kinerja BPPSDMP tahun 2021 dalam sasarannya yaitu termanfaatkan dan penerapan teknologi pertanian oleh petani meningkat 75%. Meningkatkan kualitas SDM dan kelembagaan petani yang bekerja dibidang pertanian meningkat 75%”, tambahnya.

Indikator ini diturunkan dari Arah pembangunan pertanian 2021 yaitu Produktivitas, kualitas, dan kontiunitas pertanian harus naik di semua lini. Sasaran ketahanan pangan harus terus terjaga.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018