Saturday, 23 January 2021


BPPSDMP Fokus Hasilkan SDM Pertanian Maju Mandiri dan Modern

12 Jan 2021, 22:49 WIBEditor : Gesha

Pertanian Maju Mandiri dan Modern melalui SDM | Sumber Foto:Istimewa

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Sebagai aktor dan penggerak pertanian langsung di daerah, tentunya mutu sumberdaya manusia pertanian mulai dari penyuluh, petani bahkan enterpreneur Milenial harus ditingkatkan. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) di tahun 2021 ini terus meningkatkan melalui berbagai program aksi. 

"SDM Pertanian ini menjadi otak gerakannya untuk pertanian. Tahun 2021 menjadi pertarungan pertanian untuk mengenyangkan 270 juta orang," tegas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam Rapat Kerja Nasional BPPSDMP 2021, Selasa (12/1).

Mentan SYL menuturkan kata maju mandiri modern itu merujuk pada perubahan SDM pertanian. "Kalau mau pertanian memenuhi kesejahteraan masyarakatnya, maka pertanian harus maju, mandiri dan modern dengan gunakan riset sains dan teknologi," tuturnya.

Karena itu, Mentan SYL mengapresiasi upaya yang dilakukan BPPSDMP terkait mutu SDM Pertanian mulai dari pendidikan dan pelatihan vokasi, penciptaan 2,5 juta petani Milenial hingga program magang ke luar negeri.  

"Ada proses belajar disitu, bisa melalui sekolah sekolah, percontohan dan keteladanan yang ada. Bahkan tak hanya bicara produktivitas tetapi juga berpikir hilir sehingga ada hitung-hitungannya secara bisnis (menjadi enterpreneur pertanian)," tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof Dedi Nursyamsi menyambut baik arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tersebut. Bahkan telah mempersiapkan tiga program aksi yang menjadi langkah gerak BPPSDMP di tahun 2021.

Mulai dari Penguatan Kostratani dan Konsolidasi bersama untuk Kostrawil dan Kostrada. "Kita tingkatkan peran Kostratani sebagai pusat data, sebagai pusat gerakan pembangunan pertanian ditingkat kecamatan, sebagai pusat pembelajaran, sebagai pusat konsultasi agribisnis dan sebagai pusat membangun jejaring kemitraan," tuturnya. 

Program Aksi Kedua adalah Regenerasi Petani dan Petani Milenial melalui pendidikan vokasi, pelatihan vokasi, pemberdayaan P4S, Branding Petani, Program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP), hingga program YESS.

"Kita targetkan membangun 2.5 juta petani Milenial di seluruh Tanah Air. Caranya dengan menciptakan champion sebanyak-banyaknya kemudian lakukan resonansi di lingkungan masing masing, sehingga tercipta 2.5 juta petani Milenial," beber Prof Dedi.

Tak hanya program aksi peningkatan kualitas SDM Pertanian yang dilakukan BPPSDMP, dukungan strategis untuk berbagai program dari Kementerian Pertanian juga dilakukan. 

"Kami support dengan membangun korporasi petani di food estate.  Ahamdulilah hingga saat ini kita sudah membangun 8 Badan Usaha Milik Petani (BUMP) di Kalimantan Tengah (3 BUMP di Kab Pulang Pisau dan 5 BUMP di Kapuas) dan 1 BUMP di Sumatera Utara (Humbahas)," bebernya.  

Prof Dedi mengaku BPPSDMP akan terus mengembangkan dan mendorong BUMP ini menjadi badan usaha yang benar-benar berorientasi bisnis dan dirasakan langsung manfaatnya oleh petani. 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018