Saturday, 23 January 2021


Langkah Extraordinary BPPSDMP Lahirkan Milenial Pertanian

13 Jan 2021, 14:47 WIBEditor : Gesha

Petani Milenial masa depan disiapkan BPPSDMP | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Melambatnya gerak roda perekonomian di Indonesia akibat adanya Pandemi Covid-19 di Indonesia memacu langkah kebijakan luar biasa (extraordinay) dalam memulihkan perekonomian nasional melalui sektor pertanian. Karenanya, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menyiapkan langkah extraordinary dalam penciptaan milenial pertanian yang akan menjadi tenaga penggerak pertanian masa kini dan di masa depan. 

Menginjak tahun 2021, optimisme sektor pertanian terus digelorakan karena menjadi masa yang penting dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional dari dampak Pandemi Covid-19, sekaligus menjadi momentum untuk melanjutkan dan memantapkan berbagai reformasi kebijakan untuk mempersiapkan pondasi yang kokoh dalam rangka melaksanakan transformasi ekonomi menuju negara maju.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang menegaskan bahwa salah satu fokus pembangunan pertanian adalah melahirkan milenial-milenial handal yang mampu menjadi roda penggerak atau garda terdepan pembangunan pertanian di Indonesia.

Bahkan Mentan mengarahkan pada tahun 2021 ini akan ada 1000 petani milenial yang akan melaksanakan magang di Jepang, 1000 petani milenial yang akan mengikuti Diklat Kewirausahaan serta didirikannya Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) di 34 provinsi.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) terus melakukan upaya pemantapan pendidikan vokasi pertanian yang kompetitif mendukung penumbuhan pengusaha pertanian milenial. 

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi pada saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Pendidikan Tinggi dan Menengah Vokasi Pertanian di Bogor (13/01) menegaskan melalui pendidikan vokasi yang dimiliki oleh Kementan yakni  Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) serta Sekolah Menengah Pembangunan Pertanian (SMKPP)   Kementan siap untuk mencetak pelaku usaha pertanian yang handal, kreatif, profesional dan mampu bersaing di dunia Internasional. 

"Negara maju yang ada dunia ini seperti Amerika, China, Korea, Jepang bisa menjadi negara maju karena pertaniannya maju dan tangguh. Kalau negara kita mau maju, maka pertaniannya harus maju," tuturnya. Namun, untuk memajukan pertanian maka diperlukan Sumberdaya Manusia (SDM) pertanian yang profesional, maju dan memiliki jiwa entrepreneur tinggi. 

Sebab, SDM pertanian yang maju akan menghasilkan inovasi pertanian yang baik dan menyesuaikan perkembangan, mampu membangun sarana dan prasarana, sistem, serta kebijakan yang mendukung serta menguntungkan  pertanian. "Sudah saatnya milenial mengambil peran dalam pembangunan pertanian ini", tegasnya.

Berulang kali Dedi menegaskan bahwa  lulusan pendidikan vokasi harus siap menjadi job creator dan job seeker bukan menambah jumlah penganguran. "Bila ada pengangguran baru berarti kerja kita gagal. Salah satu bukti pekerjaan kita berhasil dan sukses kalau alumni pendidikan vokasi dapat menjadi  qualified job seeker dan job creator. 

Tak hanya mengandalkan lulusan pendidikan vokasi, Kementan pun mengupayakan untuk menjaring  Duta Petani Milenial (DPM) serta Duta Petania Andalan (DPA) yang akan dilantik Mentan tahun ini untuk melakukan resonansi untuk mengajak saudara/teman/handsi taulan mereka  untuk terjun menekuni sektor pertanian.

Di hadapan Direktur Politeknik Lingkup Kementan, Kepala SMK PP serta seluruh peserta Rakor Teknis, Dedi kembali mengingatkan arahan Mentan perihal koorporasi yang saat ini sedang di bangun yakni di Kalteng dan Sumut. Koorporasi di dua provinsi ini  harus berhasil karena akan dijadikan acuan atau brancmark untuk koorporasi di provinsi lain. Koorporasi harus high technology untuk menghasilkan produktifitas tinggi.  "Ayo tingkatkan semangat dan peran semua pihak  untuk mengembangkan dan membangun pertanian Indonesia", ajak Dedi.

 

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018