Sunday, 17 January 2021


Asa Perhiptani: Kostratani Lahirkan Petani Pebisnis  

14 Jan 2021, 18:12 WIBEditor : Yulianto

Penyuluh BPP Patok Beusi bersama petani | Sumber Foto:Julian

 TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Korporasi atau kelembagaan petani terus ditumbuhkembangkan dengan program Kementerian Pertanian Kostratani. Korporasi akan meningkatkan produktivitas sekaligus menyejahterakan petani, karena fungsinya melaksanakan bisnis petani. Bahkan melahirkan petani pebisnis yang menguasai dari hulu hingga hilir.

Kostratani merupakan gerakan pembaharuan pembangunan pertanian kecamatan, melalui optimalisasi tugas, fungsi, dan peran Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan pertanian. Karena itu, Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani), sebuah organisasi yang anggotanya adalah para penyuluh pertanian, siap mendukung Kostratani.

“Perhiptani memperkuat sinergi antara DPP, DPD, DPW, di daerah untuk mendukung program utama Kementerian Pertanian salah satunya Kostratani,” kata Fathan A. Rasyid, Ketua Harian DPP Perhiptani kepada Sinar Tani saat Pertemuan Koordinasi Program Penyuluhan Pertanian Tahun 2021 oleh  Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) di Jakarta, Rabu (13/1).

Lebih lanjut Fathan berharap dari Kostratani akan lahir petani yang menjadi seorang pebisnis. Contohnya, petani tidak hanya mampu menjual gabah yang harganya berkisar Rp 4.000/kg, namun juga mampu mengolah sehingga menjadi beras premium dengan harga beberapa kali lipatnya.

Bila satu kecamatan dibina sekitar 8 orang penyuluh, setiap penyuluh membina 8 gapoktan dengan anggota 25 orang petani, maka terdapat 1.600 petani yang potensial menghasilkan padi sawah dengan jumlah yang sangat besar.

“Pengolahan gabah petani menjadi beras premium memerlukan mesin Rice Milling Unit (RMU) dan pengemasan yang baik. Bila koperasi terbentuk, dengan manajemen yang baik maka hal tersebut akan terwujud,” tuturnya.

Namun demikian menurut Fathan, dalam pemasaran beras ini juga perlu kolaborasi antara Kepala Dinas Pertanian dengan Bupati. Misalnya seluruh pegawai di lingkup Dinas Pertanian, Kantor Bupati dan lainnya membeli beras dari petani, sehingga menjadi potensi pasar yang luar biasa besar bagi gapoktan atau korporasi petani.

Untuk itu, Perhiptani akan terus mendorong agar kostratani bisa menumbuhkembangkan korporasi petani atau kelembagaan petani, misalnya seperti koperasi atau badan usaha milik petani. Dengan demikian bisa menyejahterakan petani, karena dalam koperasi ada divisi yang memberikan pelayanan, dan membeli hasil dari petani.

“Dengan Kostratani juga akn meningkatkan produktivitas, tentunya memerlukan pupuk, benih, alsintan, juga dana dengan bunga rendah. Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa disalurkan melalu Koperasi, yang berbadan hukum, pembayaran nantinya juga lebih jelas. Kalau ke petani tanpa koperasi, perlu tenaga yang banyak dari perbankan,” tutur Mantan Kapusluhtan ini.

Reporter : Indri
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018