Kamis, 18 Juli 2024


Jurus Srikandi Penyuluh Kepanjen Kawal Gerdal bersama Petani

01 Peb 2021, 15:28 WIBEditor : Gesha

Srikandi penyuluh asal Kepanjen | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Siapa bilang penyuluh pertanian perempuan enggak bisa sekuat penyuluh pria?Buktinya, duo srikandi penyuluh asal Kepanjen, Malang ini turun tangan langsung mengawal gerakan pengendalian Organisme Hama Tanaman (OPT) bersama petani yang sebagian besar bapak-bapak.

Di Kamis (26/1) pagi, dua srikandi andalan BPP Kepanjen, Rini Ilham M, Ida Setyoningsih dan Dwi Pujiwati didampingi Kepala UPT BPP Kecamatan Kepanjen Yusuf Sugiarto sudah nongkrong di saung milik petani untuk melakukan kegiatan Gerakan Pengendalian (GerDal) di kelompok tani Tirtosari II yang diketuai Buari. 

"GerDal ini dilakukan para petani  untuk mengendalikan hama Sundep dan serangan Xhantomonas pada tanaman padi. Kegiatan ini dilakukan karena meningkatnya curah hujan yang terjadi di wilayah kecamatan Kepanjen khususnya Desa Mojosari," ungkap Rini.

Ditambahkannya, Petani umumnya mengenal serangan penggerek batang padi dengan istilah sundep (anakan kerdil) atau beluk (gabah hampa). Penyakit kresek pada tanaman padi disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae, yang dimana serangan oleh bakteri ini dapat mengakibatkan kerusakan tanaman dan juga dapat menurunkan hasil produksi tanaman padi. Bahkan, dalam serangan berat dapat mengakibatkan terjadinya puso.

Karena itu, Rini Ilham M mengingatkan kepada petani untuk lebih awas dan teliti dalam mengenali keadaan pertumbuhan tanaman padinya. 

Sementara itu, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) setempat, Mudji Slamet menuturkan pengendalian OPT secara terpadu merupakan langkah yang strategis dalam memenuhi tuntutan masyarakat terhadap berbagai produk yang aman, menjaga kelestarian lingkungan, pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan guna memberikan manfaat yang berkesinambungan.

"Cara pengendalian hama dan penyakit masih menggunakan cara kimia  dengan menggunakan pestisida seperti insektisisa, fungisida dan herbisida. Pengendalian ini memang terbilang mudah dan hasilnya maksimal, akan tetapi memiliki dampak negatif bagi lingkungan sekitar, salah satunya adalah menimbulkan polusi udara. Oleh karena itu kami terus dampingi untuk dapat mengkontrol pemakaian dosis dan aturan yang tepat," tambahnya.

Selain itu dalam kesempatan ini, Srikandi penyuluh juga menyampaikan beberapa contoh perlindungan tanaman menggunakan cara kultur teknis, dimulai dari pengolahan tanah yang benar dan tepat, Sanitasi dan sistem irigasi yang baik sehingga air dapat mengalir dengan baik dan tidak tergenang, Pemupukan yang tepat dan seimbang serta penggunaan pupuk organik, Rotasi tanaman atau pergiliran tanaman dengan varietas yang tahan hama penyakit, Pengaturan waktu tanam dan tanam serempak yang di jadwalkan oleh kelompok tani.

Reporter : Ferly Tambunan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018