Thursday, 22 October 2026


Data Petani Milenial Hanya dari BPPSDMP

01 Feb 2021, 15:46 WIBEditor : Gesha

Data Petani Milenial akan dikeluarkan secara resmi oleh BPPSDMP Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kementerian Pertanian akan terus mencetak 2,5 juta petani milenial untuk mendukung pertanian. Untuk mewujudkan hal tersebut Kementan akan berupaya menerapkan satu data yang nantinya hanya dikeluarkan dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

"Data petani milenial menjadi hal penting dalam pembangunan pertanian saat ini. Untuk itu Kementan melalui BPPSDMP mengupayakan kebijakan Integrasi Data Petani Milenial Seluruh Indonesia atau lebih dikenal dengan Satu Data Petani Milenial Menuju 2,5 Juta Petani Milenial 2024," ucap Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi.

Terpisah, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Idha Widi Arsanti, saat Milenial Agricultural Forum yang diselenggarakan secara virtual, Jumat (29/1), menjelaskan tujuan dari Satu Data Petani Milenial Menuju 2,5 Juta Petani Milenial 2024 adalah upaya penyediaan data sebagai evidence pemberdayaan petani milenial mencapai 2,5 juta petani di seluruh Indonesia. 

Data tersebut juga menjadi salah satu dukungan big data AWR Kementan, serta dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan pimpinan dalam melakukan pemberdayaan petani milenial melalui monitoring dan  evaluasi. “Data-data tersebut akan kita inventarisasi dari BPP Kostratani, DPM/DPA, Polbangtan, SMKPP, Perguruan Tinggi Mitra , Pusat Pelatihan Pertanian, SIMLUHTAN serta Unit kerja Eselon I lingkup Kementan. Data tersebut meliputi data pemuda tani,  perhimpunan pemuda tani di seluruh Indonesia, Komunitas Petani Muda Indonesia, PWMP, Ikatan Alumni Magang Jepang serta peserta latihan dari P4S, ata Petani Milenial dalam SIMLUHTAN serta data Petani Muda Binaan,” jelas wanita yang akrab disapa Santi itu. 

Dalam teknis penginputan satu data tersebut, BPPSDMP bekerjasama dengan  DPM/DPA sebanyak 67 orang yang  tersebar di 34 Provinsi yang siap berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Prov dan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dalam mendata, memverifikasi dan memvalidasi data petani milenial sampai kecamatan.  

Selanjutnya, PJ Kostratani Provinsi akan berkoordinasi dengan PJ Kostratani Kabupaten/Kota untuk mengawal  Kostrawil dan Kostrada serta DPM/DPA dalam  mendata, memverifikasi dan memvalidasi data petani milenial sampai level kecamatan. "Data petani milenial atau petani binaan Eselon 1 lingkup Kementan dan jajarannya, yang sekaligus PJ Provinsi dan Kabupaten/Kota Kostratani, dapat menyampaikan data yang selama ini menjadi CPCL dari kegiatan utama mereka kepada Kostrawil dan Kostrada. Data itu dapat diikutkan dalam verifikasi dan validasi data petani milenial," jelasnya.

Pada akhirnya, hasil koordinasi tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk database petani milenial dan kemudian diinput oleh Admin Pelaporan Utama Kementan dalam Laporan Utama Kementan. Santi berharap setelah didapatkan Satu Data Petani Milenial, upaya Kementan untuk mencetak  2,5 Juta Petani Milenial pada tahun 2024 dapat terwujud. “Kita optimis pembangunan pertanian menuju ketahanan pangan akan mudah terwujud bila didukung oleh para milenial baik petani maupun wirausaha pertanian milenial,” tegas Santi.

Pusat Data dan Informasi Pertanian (PUSDATIN) juga sepakat untuk bersinergi mendukung proses Satu Data Petani Milenial ini. Bahkan, Staf Khusus Presiden Billy Mambasar pun mengapresiasi serta mendukung penuh upaya Kementan untuk menyajikan Satu Data Petani Milenial ini.  

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018