
Peninjauan lahan terdampak banjir di Banten
TABLOIDSINARTANI.COM, Serang --- Kementerian Pertanian (Kementan) dibawah komando Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan komitmennya bahwa Kementerian Pertanian RI bergerak cepat merespons bencana di sejumlah provinsi.
"Semua sektor kehidupan terganggu akibat bencana alam, tak terkecuali sektor pertanian. Pertanian harus segera bangkit, karena harus menyediakan pangan bagi seluruh rakyat," pesan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Atas dasar itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengajak seluruh pihak tak terkecuali penyuluh di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota yang terdampak bencana, tetap membangkitkan semangat petani yang terdampak banjir, gempa bumi dan tanah longsor. "Penyuluh harus siap mendampingi petani dalam kondisi apa pun. Kondisi normal maupun darurat bencana, seperti dialami saudara-saudara kita, khususnya petani di sejumlah wilayah terdampak bencana," kata Dedi.
Baca Juga : Bulog Salurkan 9 Ribu Paket Bantuan Banjir Kalsel
Mentan SYL : Kalsel Masih Bagian Lumbung Pangan Nasional
Seperti yang terjadi di Desa Kaserangan, Kecamatan Pontang, Serang, Banten, adanya lahan pertanaman yang terendam banjir mendorong mereka terus siaga dan mengantisipasi dampak dari banjir tersebut terhadap petani. Menanggapi kondisi yang terjadi, BPPSDMP dengan diwakili Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Idha Widi Arsanti, Kepala Pusat PPMKP Ciawi Yusral Tahir bersama Kepala BPTP Banten, Kepala BBKP Soekarno Hatta selaku penanggung jawab Kostratani di kabupaten yang berada di Provinsi Banten melakukan tinjauan lahan yang terkena imbas bencana banjir (3/2).
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Idha Widi Arsanti menjelaskan lahan yang terkena banjir berada di Desa Kaserangan, Kecamatan Pontang, Serang, Banten. ”Seluas 50 ha lahan persawahan padi di desa ini terendam banjir. Banjir di area ini sudah terjadi semenjak beberapa tahun terakhir, disebabkan adanya pendangkalan sungai Ciujung, yang merupakan saluran drainase lahan persawahan. Akibatnya, petani mengalami kerugian setidaknya berupa kehilangan 300 ton gabah”, ungkap Santi.
Santi pun menambahkan, sebagai langkah penanganan Kementan berupaya untuk melakukan normalisasi sungai. Akan tetapi karena adanya Covid-19, pengerjaannya sempat terhenti. Ditargetkan pada tahun 2023 normalisasi sungai Ciujung baru selesai. BPPSDMP, selaku penanggungjawab utama Kostratani Provinsi Banten akan melakukan upaya-upaya untuk mendorong percepatan normalisasi sungai Ciujung”, papar Santi.