Tuesday, 10 March 2026


Lindungi Petani, Kostratani Banten Atasi Lahan Terdampak Banjir

08 Feb 2021, 09:06 WIBEditor : Gesha

Peninjauan lahan terdampak banjir di Banten

TABLOIDSINARTANI.COM, Serang --- Kementerian Pertanian (Kementan) dibawah komando Menteri Pertanian  (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan komitmennya bahwa Kementerian Pertanian RI bergerak cepat merespons bencana di sejumlah provinsi. 

"Semua sektor kehidupan terganggu akibat bencana alam, tak terkecuali sektor pertanian. Pertanian harus segera bangkit, karena harus menyediakan pangan bagi seluruh rakyat," pesan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Atas dasar itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengajak seluruh pihak tak terkecuali  penyuluh di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota yang terdampak bencana, tetap membangkitkan semangat petani yang terdampak banjir, gempa bumi dan tanah longsor. "Penyuluh harus siap mendampingi petani dalam kondisi apa pun. Kondisi normal maupun darurat bencana, seperti dialami saudara-saudara kita, khususnya petani di sejumlah wilayah terdampak bencana," kata Dedi.

Baca Juga : Bulog Salurkan 9 Ribu Paket Bantuan Banjir Kalsel

Mentan SYL : Kalsel Masih Bagian Lumbung Pangan Nasional

Seperti yang terjadi di Desa Kaserangan, Kecamatan Pontang, Serang, Banten,  adanya lahan pertanaman yang terendam banjir mendorong mereka terus siaga dan mengantisipasi dampak dari banjir tersebut terhadap petani. Menanggapi kondisi yang terjadi, BPPSDMP dengan diwakili Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Idha Widi Arsanti, Kepala Pusat PPMKP Ciawi Yusral Tahir  bersama  Kepala BPTP Banten, Kepala BBKP Soekarno Hatta selaku penanggung jawab Kostratani di kabupaten yang berada di Provinsi Banten melakukan tinjauan lahan yang terkena imbas bencana banjir (3/2). 

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Idha Widi Arsanti menjelaskan lahan yang terkena banjir berada di Desa Kaserangan, Kecamatan Pontang, Serang, Banten. ”Seluas 50 ha lahan persawahan padi di desa ini terendam banjir. Banjir di area ini sudah terjadi semenjak beberapa tahun terakhir, disebabkan adanya pendangkalan sungai Ciujung, yang merupakan saluran drainase lahan persawahan. Akibatnya, petani mengalami kerugian setidaknya berupa kehilangan 300 ton gabah”, ungkap Santi.

Santi pun menambahkan, sebagai langkah penanganan  Kementan berupaya  untuk melakukan normalisasi sungai. Akan tetapi karena adanya Covid-19, pengerjaannya sempat terhenti. Ditargetkan pada tahun 2023 normalisasi sungai Ciujung baru selesai. BPPSDMP, selaku penanggungjawab utama Kostratani Provinsi Banten akan melakukan upaya-upaya untuk mendorong percepatan normalisasi sungai Ciujung”, papar Santi.

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018