Saturday, 06 March 2021


Siapkan Lulusan Berkualitas, Kementan Jalin Kerjasama dengan LMSINDO

19 Feb 2021, 10:42 WIBEditor : Gesha

Kegiatan magang ini melibatkan siswa kelas X dengan berlokasi di GS Organik, Kota Kupang, NTT | Sumber Foto:lely

TABLOIDSINARTANI.COM, Kupang --- Kementerian Pertanian (Kementan) menjadikan pembangunan sumberdaya Manusia (SDM) Pertanian sebagai prioritas utama pembangunan pertanian. Ini semua tentunya bukan tanpa alasan, mengingat SDM merupakan pelaku atau penggerak pembangunan pertanian.

Menteri Pertanian  Syahrul Yasin Limpo (SYL) percaya anak muda yang mau terjun di bidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. “Dunia akan ada didalam genggaman bila generasi muda mampu memanfaatkan teknologi yang tersedia”, ujarnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan Kementan memiliki target untuk menyiapkan generasi muda pertanian yang terampil dan kompeten serta siap bekerja di dunia usaha/dunia industri (DUDI) maupun membuka lapangan kerja baru. 

“Kami melakukan berbagai upaya untuk menarik minat generasi muda agar mau menggeluti sektor pertanian. Setelah mereka tertarik kita tinggkatkan kualitas baik pengetahuan, pendidikan maupun keterampilannya baik melalui pendidikan vokasi pertanian maupun pelatihan”, tegas Dedi.

Menurutnya pendidikan vokasi diyakini dapat menselaraskan teori yang selama ini mendominasi pendidikan dengan praktik. “Untuk itu BPPSDMP terus melakukan  pembinaan dan pengembangan pendidikan menengah vokasi pertanian, salah satunya melalui Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN)”, jelas Dedi.

Secara teknis Sekolah Menengah Kejuruan menerapkan pendidikan dengan 70% praktik dan 30% teori. Hal ini berlaku juga dengan SMK PPN Kupang yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPPSDMP juga menerapkan sebagian besar pembelajarannya dengan kegiatan praktik. 

Bentuk kegiatan praktik yang dilaksanakan oleh SMK PPN Kupang salah satunya magang kewirausahaan di Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI). Kegiatan magang ini diprakarsai oleh LMSINDO dari Belanda dengan menerapakan Pembelajaran Campuran (Blended Learning). 

Kegiatan magang ini melibatkan siswa kelas X dengan berlokasi di GS Organik, Kota Kupang, NTT. Siswa/i SMK PP yang menjadi peserta magang dapat   belajar langsung dari pengusaha untuk mengenal dan mengelola bisnis pertanian meskipun hanya 1 hari dilakukan. 

Mulai dari pembersihan tanah, pengolahan tanah, pemupukan, penanaman, pemanenan, pasca panen, pengepakan, sampai dengan wawancara pengelolaan keuangan kepada pemilik GS organik yang sekaligus sebagai Duta Petani Milenial Tahun 2020, Gestianus Sino.

“Kegiatan magang seperti ini harus sering dilakukan meskipun hanyasatu atau dua orang saja karena mereka akan lebih bisa menerapkan ilmu yang didapatkan dengan melakukan praktik secara langsung”, tutur Gestianus Sino. 

Gestianus Sino beserta Kepala SMK PP N Kupang, Stepanus Bulu pun berharap  bahwa kerjasama dengan Belanda ini bisa terus berlanjut dengan kegiatan-kegiatan lain di bidang pendidikan pertanian. 

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018