Sunday, 28 February 2021


Kenali Kembali Sistem Jajar Legowo

20 Feb 2021, 17:58 WIBEditor : Gesha

Padi Jajar Legowo | Sumber Foto:ISTIMEWA

#Seri Strategi Pendongkrak Produksi Pertanian - Warsana dan Mulyono

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Sistem Jajar Legowo menjadi pilihan petani di masa kini, tapi tahukah Anda apakah sistem tanam jajar legowo?

Tanaman memiliki kebutuhan akan cahaya matahari dan udara untuk menunjang pertumbuhannya. Dapat dibuktikan dengan perbedaan kondisi tanaman yang terkena sinar matahari penuh dan terlindungi dari sinar matahari, baik itu pertumbuhan maupun produksinya akan lebih bagus ketika tanaman mendapatkan sinar matahari penuh, begitu pula dengan udara. Dengan penggunaan sistem jajar legowo yang tepat maka tanaman akan mendapatkan cukup sinar matahari dan udara sehingga pertumbuhannya dan hasilnya lebih bagus.

Selain itu dengan sistem tanam jajar legowo jumlah rumpun tanaman akan semakin meningkat sehingga produksi bisa meningkat tanpa harus menambah luasan lahan. Berdasarkan pengalaman, tanaman padi yang berada di pinggir akan menghasilkan produksi padi lebih tinggi dan kualitas dari gabah yang lebih baik, ini dikarenakan tanaman padi di pinggir akan mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak. Itulah sebabnya sistem jajar legowo menjadi salah satu pilihan dalam proses meningkatkan produksi gabah.

Penerapan sistem tanam legowo disarankan menggunakan jarak tanam (25x25) cm antar rumpun dalam baris; 12,5 cm jarak dalam baris; dan 50 cm sebagai jarak antar barisan/lorong atau ditulis (25x12,5x50) cm.

Dihindari penggunaan jarak tanam yang sangat rapat, misalnya (20x10x40) cm atau lebih rapat lagi, karena akan menyebabkan jarak dalam baris sangat sempit. Sistem tanam legowo 2:1 akan menghasilkan jumlah populasi tanaman per ha sebanyak 213.300 rumpun, serta akan meningkatkan populasi 33,31% dibanding pola tanam tegel (25x25) cm yang hanya 160.000 rumpun/ha. Dengan pola tanam ini, seluruh barisan tanaman akan mendapat tanaman sisipan.

Adapun manfaat dari bertanam padi dengan sistem jajar legowo adalah menambahnya jumlah tanaman padi, akan meningkatkan produksi tanaman padi secara signifikan, memperbaiki kualitas gabah karena akan semakin banyaknya tanaman pinggir, dapat mengurangi serangan penyakit pada tanaman padi, dapat mengurangi tingkat serangan hama tanaman padi, mempermudah dalam perawatan tanaman padi baik dalam proses pemupukan maupun penyemprotan pestisida, termasuk dapat menghemat pupuk karena yang dipupuk hanya di bagian dalam baris tanaman saja. 

 

 

Tipe  jajar Legowo

Jajar Legowo 2:1 yaitu setiap dua baris diselingi satu baris yang kosong dengan lebar dua kali jarak tanam, dan pada jarak tanam dalam baris yang memanjang di perpendek menjadi setengah jarak tanam dalam barisannya.

Jajar Legowo 3:1 yaitu setiap tiga baris tanaman padi di selingi dengan satu baris kosong dengan lebar dua kali jarak tanam, dan untuk Jarak tanam tanaman padi yang dipinggir menjadi setengah jarak tanam dalam barisannya.

Jajar Legowo 4:1 – setiap empat baris tanaman padi diselingi dengan satu baris kosong dengan lebar dua kali jarak tanam, dan untuk Jarak tanam tanaman padi yang dipinggir menjadi setengah jarak tanam dalam barisannya.

Secara umum rumus peningkatan jumlah populasi tanaman padi dapat dihitung  dengan rumus 100% X  1 : ( 1 + jumlah legowo). Jika Legowo 2:1 maka peningkatan populasinya yaitu 100%  X  1 : (1 + 2) = 33,3 %. Jika Legowo 3:1 maka peningkatan populasinya yaitu 100%  X  1 : (1 + 3) = 25 %.  Jika Legowo 4:1 maka peningkatan populasinya yaitu 100%  X  1 : (1 + 4) = 20 ?n Jika Legowo 5:1 maka peningkatan populasinya yaitu 100%  X  1 : (1 + 5) = 16,7 %.

 

Reporter : Warsana dan Mulyono
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018