Sunday, 28 February 2021


Kawal Produksi Pangan, Bagaimana Strategi Penyuluh  

22 Feb 2021, 14:42 WIBEditor : Yulianto

Ini strategi penyuluh mengawal produksi pangan | Sumber Foto:Warsana

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Tugas dan peran penyuluh pertanian ke dalam mengawal produksi pangan ke depan dibutuhkan suatu strategi agar bisa berjalan dengan lancar dan mudah. Untuk itu, seorang penyuluh harus bisa menggunakan berbagai metode  penyuluhan  dan gerakan pemberdayaan petani agar produksi pangan bisa tercapai.

Namun sebelum strategi ini dilaksanakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pemantapan tugas penyuluh. Sebaiknya penyuluh harus mendapatkan pemantapan tugas terlebih dahulu agar menjadi penyuluh yang profesional. Penyuluh yang professional ini diharapkan bisa dengan mudah mewujudkan petani bianannya menjadi petani yang maju, mandiri dan modern.

Ciri utama petani yang maju, mandiri dan modern yaitu diterapkannya mekanisasi dan hasil penelitian dengan baik petani binaannya. Petani binaan  selalu berupaya melakukan pertanian dengan rendah biaya, berjalannya sistem  ekspansi pertanian yang diikuti dengan adanya peningkatan produksi dan produktivitas.

Jika semua ini terlaksana dengan baik, maka tujuan akhir pengawalan akan terwujud yaitu tersedianya pangan bagi 267 juta jiwa, meningkatnya kesejahteraan petani  serta meningkatnya nilai ekspor.

Kedua, menggunakan berbagai metode penyuluhan. Penyuluhan pertanian merupakan suatu upaya atau proses kegiatan untuk pemberdayaan masyarakat dan petani. Efektifitas penyuluhan pertanian ditentukan komponen dalam sistem penyuluhan pertanian. Diantaranya bagaimana memilih metode penyuluhan yang baik.

Dalam menerapkan metode penyuluhan pertanian terdapat kaidah yang harus diikuti penyuluh pertanian, sehingga metode menjadi efektif. Berkaitan dengan itu, diperlukan kompetensi menerapkan metode penyuluhan pertanian.

Adapun tujuan penerapan metode penyuluhan pertanian adalah meningkatkan efektifitas penyuluhan pertanian dengan pemilihan metode yang tepat, sesuai kebutuhan  dan kondisi sasarannya. Penyuluh pertanian dapat menetapkan metode atau kombinasi beberapa metode yang tepat dan berhasil guna. Dengan demikian kegiatan penyuluhan pertanian yang dilaksanakan untuk menimbulkan perubahan yang dikehendaki.

Prinsip metode penyuluhan pertanian, pada dasarnya  merupakan suatu pernyataan mengenai kebijakan yang dijadikan pedoman dalam pengambilan keputusan dan dilaksanakan secara konsisten. Mardikanto (2015) menyatakan, merujuk pada pemahaman  penyuluhan pertanian sebagai proses pembelajaran.

Pemberdayaan Petani

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam penyuluhan yakni gerakan pemberdayaan petani. Artinya, bagaimana penyuluh melakukan segenap upaya menuju tercapainya peningkatan produksi pangan bagi 267 juta jiwa. Karena itu diperlukan sinerginas antara berbagai lembaga sebagaimana terlihat Gambar 5 di bawah ini.

Pemberdayaan petani melalui kelompok tani akan meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan resiko, permodalan, dan pemasaran. Selain itu, juga meningkatkan sikap yang positif terhadap inovasi dan keberlanjutan usaha tani yang dijalankan, serta tingkat ketrampilan yang lain dalam berusahatani.

Partisipasi masyarakat akan dapat bertumbuh ketika masyarakat merasa membutuhkan dan mempersepsi bahwa aktifitas desa membangun adalah kebutuhan mereka. Penerapan model pembangunan partisipatif (program integrasi jagung-ternak), merupakan suatu implikasi yang sangat bijak.

Hal ini menjadikan sangat strategis dalam mengupayakan pemberdayaan petani miskin dalam pembangunan pertanian di pedesaan. Khususnya untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan rumah tangga petani. Selain itu, gerakan pemberdayaan petani sebaiknya dilakukan terintegrasi, tidak saja berkaitan dengan aspek finansial, tapi juga aspek riset dan pengembangan serta aspek penganganan pasca produksi.

 

Reporter : Warsana dan Mulyono
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018