Sunday, 09 May 2021


Ingin Penyuluhan Efektif? Pahami Penggolongan Metode Penyuluhan

22 Feb 2021, 15:04 WIBEditor : Yulianto

Penyuluh Pertanian Kecamatan Cawas, Tut Wuri Handayani saat memberikan bimbingan kepada petani untuk menanam kedelai | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Keberhasilan penyuluhan akan ditentukan metodenya. Seban, penyuluhan merupakan suatu upaya atau proses kegiatan untuk pemberdayaan masyarakat dan petani. Nah, efektifitas penyuluhan pertanian ditentukan komponen dalam sistem penyuluhan pertanian, salah satunya bagaimana memilih metode penyuluhan yang baik.

Dalam menerapkan metode penyuluhan pertanian terdapat kaidah yang harus diikuti penyuluh pertanian, sehingga metode menjadi efektif. Berkaitan dengan itu, diperlukan kompetensi menerapkan metode penyuluhan pertanian.

Adapun tujuan penerapan metode penyuluhan pertanian adalah meningkatkan efektifitas penyuluhan pertanian dengan pemilihan metode yang tepat, sesuai kebutuhan  dan kondisi sasarannya. Penyuluh pertanian dapat menetapkan metode atau kombinasi beberapa metode yang tepat dan berhasil guna.

Dengan demikian kegiatan penyuluhan pertanian yang dilaksanakan untuk menimbulkan perubahan yang dikehendaki. Untuk mempermudah mempelajari jenis-jenis metode penyuluhan pertanian, dilakukan penggolongan.  

Pertama, penggolongan berdasarkan teknik komunikasi. Berdasarkan teknik komunikasi, metode penyuluhan pertanian digolongkan menjadi komunikasi langsung (direc communication/face to face communication). Contohnya , obrolan di sawah, obrolan di balai desa, obrolan di rumah, telephon/HP, kursus tani, demonstrasi karyawisata, dan pameran.

Selain itu, komunikasi tidak langsung (indirect communication). Contohnya, publikasi dalam bentuk cetakan, poster, siaran radio/TV, dan pertunjukan film. Jadi, dalam kegiatan komunikasi tidak langsung, pesan disampaikan melalui perantara (medium atau media).

Kedua, penggolongan berdasarkan jumlah sasaran. Berdasarkan jumlah sasaran yang dicapai, metode penyuluhan pertanian digolongkan menjadi pendekatan perorangan. Contohnya,: kunjungan rumah, kunjungan usahatani, surat menyurat, dan hubungan telepon.

Bisa juga dengan pendekatan kelompok. Contohnya, diskusi kelompok, demonstrasi (cara atau hasil), karyawisata, temu lapang, temu usaha dan kursus tani. Selain itu, pendekatan massal. Contohnya pameran, pemutaran film, siaran pedesaan/TV, pemasangan poster, pemasangfan spanduk, dan penyebaran bahan bacaan (folder, leaflet, liptan, brosur).

Pemilihan Metode Penyuluhan

Harus diakui, kemampuan seseorang dalam mempelajari sesuatu berbeda-beda. Demikian pula tahap perkembangan mentalnya, keadaan lingkungan dan kesempatannya juga berbeda-beda. Karena itu, perlu dipilih metode penyuluhan pertanian yang berdaya guna dan berhasil guna.

Ada beberapa jenis metode penyuluhan pertanian. Pertama, anjangsana perorangan. Kunjungan merupakan kegiatan penyuluhan pertanian yang dilakukan secara langsung kepada sasaran. Kunjungan dapat dilakukan ke tempat sasaran yaitu lahan usahatani atau ke rumah berupa pendekatan perorangan.

Selain itu, apabila penyuluh melakukan kunjungan pada kelompok tani disebut pendekatan kelompok. Namun jika penyuluh memberikan ceramah kepada sasaran yang jumlahnya  banyak dan heterogen, disebut pendekatan kelompok.

Kedua, kelompok. Dalam metode kelompok, ada beberapa cara yang bisa ditempuh antara lain melalui ceramah, demfarm, widyakarya, diskusi kelompok, gelar teknologi dan lainnya. Untuk media massa, bisa memanfaatkan yang konvensional maupun online.

 

Reporter : Warsana dan Mulyono
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018