Sunday, 11 April 2021


Petani Mampu Adopsi Teknologi, Buah Penyuluhan Hamdan

24 Feb 2021, 13:38 WIBEditor : Gesha

THL-TBPP Hamdan Tartusi setia melakukan penyuluhan untuk petani | Sumber Foto:Arifullah

TABLOIDSINARTANI.COM, Serang --- Penyuluh yang ramah namun penuh pengetahuan menjadi dambaan petani di Indonesia. Dengan telaten, penyuluh mengajak petani untuk bisa mengadopsi teknologi peningkatan produksi padi. Bahkan mampu mengubah kebiasaan petani menjadi lebih baik.

Potret itu ada di salah seorang Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP) dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang Provinsi Banten bernama Hamdan Tartusi, SP. "Saya THL-TBPP angkatan III tahun 2009," tuturnya dalam video Profil Penyuluh Pertanian Sejati, THL-TBPP Kabupaten Serang, Calon Teladan Tingkat Provinsi yang diunggah dalam channel Youtube, Kang Arief Channel.

Pria dengan latar belakang S1 Agroteknologi Pertanian ini membina 4 Desa dengan jumlah 15 Kelompok Tani yang memiliki luas total hamparan 490 hektar yang menghasilkan beras berkualitas. "Provitas di WKPP Tirtayasa ini mencapai 6 ton/hektar," tuturnya.

Meskipun sudah mampu menghasilkan pertanaman padi yang baik, diakui Hamdan rendahnya adopsi teknologi terhadap rekomendasi penyuluh masih menjadi hambatan untuk petani berkembang."Belum lagi infrastruktur irigasi juga masih belum memadai, termasuk infrastruktur jalan usaha tani yang belum baik," cerita Hamdan.

Namun, diakuinya kegiatan penyuluhan untuk petani masih berlangsung dengan baik. Secara rutin 2 minggu sekali, ada pertemuan dengan kelompok tani sehingga sudah terjadwal melakukan kegiatan dan komunikasi kelompok secara terjadwal. Kemudian ada demplot kelompok tani, baik secara swadaya maupun demplot program juga dilakukan bersama petani.

"Alhamdulilah, petani sudah mau menerapkan jajar legowo 2:1 dan pemupukan berimbang. Sehingga sekarang produktivitas per hektar bisa mencapai 8 ton. Bahkan kelompok tani di WKPP Tirtayasa ini ada yang mendapatkan juara 1 Petani Teladan Tanaman Padi tingkat Provinsi Banten di 2019," tuturnya.

Peran Penyuluh

Upaya yang dilakukan Hamdan inilah yang diharapkan masih ada dan terus diupayakan oleh penyuluh pertanian sebab merekalah yang bertugas dalam memberikan dorongan kepada petani agar mampu mengubah cara berpikir, cara kerja, dan cara hidup yang lebih sesuai dengan perkembangan, baik pengetahuan budidaya maupun teknologi.

Seperti diketahui, penyuluh pertanian baik PNS maupun THL TBPP memiliki peran yang strategis. Dimulai dari Penyuluh sebagai inisiator, yang senantiasa selalu memberikan gagasan/ide-ide baru. Kemudian fasilitator, yang senantiasa memberikan jalan keluar/kemudahan-kemudahan, baik dalam menyuluh/proses belajar mengajar, maupun fasilitas dalam memajukan usahataninya. Dalam hal menyuluh penyuluh memfasilitasi dalam hal : kemitraan usaha, berakses ke pasar, permodalan dan sebagainya.

Penyuluh juga sebagai motivator yaitu penyuluh senantiasa membuat petani tahu, mau dan mampu. Kemudian peran penyuluh sebagai penghubung yaitu Penghubung dengan pemerintah, dalam hal ini penyuluh sebagai penyampai aspirasi masyarakat tani sebagai contoh dalam bentuk programa penyuluhan pertanian, Penyuluh sebagai penyampai kebijakan dan peraturan-peraturan yang menyangkut kebijakan dan peraturan bidang pertanian. Termasuk, penghubung dengan peneliti, dalam hal ini penyuluh senantiasa membawa inovasi baru hasil-hasil penelitian untuk dapat memajukan usaha tani.

Tak hanya itu, penyuluh juga sebagai pembimbing petani, yang senantiasa mengajar, melatih petani sebagai orang dewasa yang tentu saja pendekatannya berbeda. Penyuluh sebagai organisator dan dinamisator, yang selalu menumbuhkan dan mengembangkan kelompok tani agar mampu berfungsi sebagai kelas belajar-mengajar, wahana kerjasama dan sebagai unit produksi.

Sebagai penganalisa, penyuluh dituntut untuk mampu menganalisa masalah, sebab yang ada di usahatani dan di keluarga tani mampu menganalisa kebutuhan petani yang selanjutnya merupakan masukan dalam membuat programa penyuluhan pertanian.

Paling penting adalah penyuluh sebagai agen perubahan, penyuluh senantiasa harus dapat mempengaruhi sasarannya agar dapat merubah dirinya ke arah kemajuan. Dalam hal ini penyuluh berperan sebagai katalis, pembantu memecahkan masalah (solution gives), pembantu proses (process helper), dan sebagai sumber penghubung (resources linker).

 

 

Reporter : Arifullah
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018