Sunday, 11 April 2021


Andalkan Kopi, Kementan Fasilitasi SMKPP Negeri Tanjungsari

26 Feb 2021, 21:26 WIBEditor : Gesha

Kepala Pusdiktan Idha Widi Arsanti melihat langsung perkebunan kopi di SMKPP Negeri Tanjungsari | Sumber Foto:Istimewa

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Sumedang -- Berada di kawasan yang cocok ditanami kopi, Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian Negeri (SMKPPN) Tanjungsari di Sumedang, Jawa Barat ini fokus pada pengembangan budidaya dan produk kopi sebagai bentuk teaching farm dari siswa siswinya. 

Kepala sekolah SMK PP N Tanjungsari, Elis Herawati menjelaskan bahwa sekolah yang ia pimpin memiliki  5 prodi yaitu Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura yang terdiri dari 5 prodi yaitu (ATPH), Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT), Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (ATHP), Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR).

Elis pun menambahkan, SMKPP N Tanjungsari memilih kopi sebagai konsentrasi  pada prodi agribisnis tanaman perkebunan. Bahkan peningkatan kualiatas serta Kerjasama dengan stakeholder kopi terus dilakukan untuk menjadikan  SMK pelopor yang memiliki fokus pada komoditas kopi. 

Melihat langsung keadaan SMKPP N Tanjungsari, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Idha Widi Arsanti turun langsung melakukan monitoring bantuan alat praktik dan PWMP yang telah diberikan oleh BPPSDMP sejak tahun 2016 hingga 2020, serta berkoordinasi  terkait persiapan bantuan alat praktek yang akan diberikan pada tahun 2021. 

Melihat fokus pendidikan SMKPPN Tanjungsari yang memiliki kesamaan dengan di Polbangtan Medan yakni kopi, Santi langsung menawarkan kerjasama agar alumni nya dapat melanjutkan jenjang pendidikan di Polbangtan Medan.

Santi  terus memberikan semangat kepada siswa-siswa tersebut. “Saya berharap siswa-siswi yang sudah dibekali oleh ilmu ini setelah lulus dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun menjadi pengusaha yang sukses dibidang pertanian," harap Santi.

Persiapan alat bantuk praktik ini dilakukan dalam rangka peningkatan mutu dan kualitas pendidikan yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) yang terus fokus dalam mencetak sumberdaya manusia (SDM) yang professional, mandiri dan berdaya saing tinggi.

Peningkatan mutu dan kualitas pendidikan terus digencarkan sebagai upaya optimalisasi pendidikan vokasi sebagai salah satu wadah untuk mencetak generasi muda pertanian yang siap untuk berkerja bahkan menciptakan lapangan pekerjaan. 

“Pendidikan vokasi mampu menyatukan antara intelektual dengan karakter. Kekuatan karakter sangat penting karena akan membuatnya menjadi seorang yang kuat, mampu bertarung dan mampu mencari jalan keluar terhadap segala tantangan yang ada," ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo beberapa saat lalu. 

Pendidikan vokasi punya peran penting hasilkan petani milenial yang berjiwa entrepreneur. “Bahkan bicara pendidikan ke depan perlu dilakukan perbaikan-perbaikan ke arah yang lebih baik. Teori yang selama ini mendominasi pendidikan perlu diganti dengan praktik yang disinergikan dengan teori”, tegas Mentan.

Senada dengan Mentan, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi menjelaskan bahwa pendidikan vokasi saat ini berada di era yang baru. “Pendidikan vokasi menjadi jawaban karena sekarang tidak hanya mengajarkan keterampilan dalam pendekatan intelektual tetapi juga sekaligus menyatukan sistem intelektual dengan manajemen orientasi seperti lapangan, dan praktik. Kita fokus untuk menciptakan job creator  dan job seeker yang siap bekerja di dunia industri dan dunia usaha”, ungkap Dedi,

 

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018