Wednesday, 14 April 2021


Penyuluh Milenial : Jadi Penyuluh Harus Gercep

02 Mar 2021, 11:26 WIBEditor : Gesha

Penyuluh Evrina ketika mengadakan kegiatan penyuluhan | Sumber Foto:Evrina

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Menjadi Penyuluh Pertanian di era modern dan cepat ini membutuhkan gerakan cepat dari penyuluh itu sendiri, terutama dalam menyerap, memilah dan berkomunikasi dengan petani binaannya.

"Jadi penyuluh sekarang itu harus Gercep (gerak cepat). Petani ingin sesuai, instan, cepat tapi mudah diperoleh, karenanya teknologi harus dipilah," ungkap petani milenial Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Evrina Budiastuti dalam Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras), Selasa (2/3).

Karena itu, sebagai penyuluh dirinya merasa harus terus melakukan upgrade diri dan skill agar bisa membawa perbaikan terhadap petani. 

"Dari jaman BP3K, semua penyuluh mengerjakan  polivalen, semua bidang yakni pertanian perikanan peternakan. Tapi karena ada kerjasama baik akhirnya bisa handle. Kalau sekarang spesialisasi, khusus ke pertanian saja, sehingga konsekuensinya ada  beberapa yang kompetensi yang harus ditingkatkan dari segi agribisnis dan teknis," jelasnya. 

Ibu muda ini mengaku menjadi penyuluh pertanian sejak akhir tahun 2012 dan terus belajar hingga sekarang karena proses pembelajaran terus berkembang sesuai zaman serta kebutuhan petani. Apalagi pertanian dan pangan termasuk sektor yang luas cakupannya, mulai dari kerjasama dengan sekolah untuk menggugah rasa pertanian generasi muda, hingg ibu-ibu PKK untuk pembinaan pengolahan produk pertanian.

"Menjadi penyuluh asik karena tidak terikat. Ada tidak program ada tidak ada dana bisa jalan dengan swadaya bersama petani," ucapnya.

Bahkan diakuinya menjadi penyuluh harus memiliki mental yang kuat, terutama jika menghadapi konflik atau kebijakan yang tidak mendukung kegiatan pertanian. Misalnya, kebijakan pupuk bersubsidi dan kartu tani dimana petani, kios bahkan distributor kerap menanyakan solusi dari permasalahan tersebut kepada penyuluh. 

Tetapi, bagi Evrina melakukan kegiatan penyuluhan seperti berkesenian sekaligus kegiatan bisnis dan penyuluh menjadi CEO nya. "Kelompok binaannya maju atau stagnan, tergantung seni dari penyuluh itu sendiri. Kalau mau gercep dan manfaatkan peluang, bisa berkembang. Tapi kalau slow aja ya kelompoknya juga sulit berkembang," tuturnya.

Dirinya mengaku beruntung bahwa penyuluh pertanian di bawah naungan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor telah diarahkan kepada spesialisasi penyuluhan hulu atau hilir sehingga kegiatan penyuluhan berkembang dengan pesat dan fokus. Bahkan memberikan kesempatan penyuluh untuk belajar secara formal maupun informal sesuai dengan spesialisasinya. 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018