Wednesday, 14 April 2021


Menjadikan Sekolah Vokasi Pertanian Merdeka Belajar, Kampus Merdeka

03 Mar 2021, 19:12 WIBEditor : Gesha

Menjadikan Vokasi bagian dari Kampus Merdeka | Sumber Foto:Polbangtan Bogor

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kementerian Pertanian (Kementan) telah menetapkan arah kebijakan pembangunan pertanian, yaitu pertanian maju, mandiri, dan modern yang menjadi pedoman untuk bertindak cerdas, tepat, dan cepat, termasuk dalam mencetak regenerasi pertanian. Untuk mendukung hal tersebut Kementan berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam program Merdeka Belajar, Kampus Merdeka.

“Salah satu Sumberdaya Alam yang potensial adalah sektor pertanian yang menjadi sektor yang  paling siap untuk melanjutkan pembangunan kedepan. Namun, untuk mengembangkan ini disemua diperlukan Sumberdaya Manusia yang menguasai sains, riset, penguasaan mekanisasi, hilirisasi yan baik”, ungkap Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat Penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian antara Kementan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di ruang agriculture war room (AWR) Kementan, Rabu (3/3).

Mentan SYL menambahkan, sudah menjadi komitmen Kementan untuk  menyiapkan SDM pertanian yang berjiwa wirausaha terus dilakukan dan menjadi salah satu focus utama. "Kami menargetkan 2,5 juta pengusaha pertanian milenial lahir hingga tahun 2024 dan kami mewujudkan hal tersebut melalui penyuluhan, pelatihan dan pendidikan vokasi pertanian”, tegasnya. 

Menurutnya pendidikan vokasi pertanian saat ini berada di era baru atau era transformasi dan menjadi jawaban atas kebutuhan sumber daya manusia pertanian yang andal, maju, mandiri dan modern. "Kekuatan pendidikan vokasi pertanian berada dimana peserta didik tak hanya menguasai ilmu yang mereka dapat secara teori semata, namun mereka mengerti cara mempraktekannya dan menerapkan ilmunya tersebut. Kita bekali anak bangsa ini dengan bekal yang lebih baik”, ajak Mentan optimis.

Karenanya, Kementan memberi kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk melakukan praktek lapang serta terjun langsung ke masyarakat salah satunya melalui pendampingan di wilayah perbatasan, pendampingan di kawasan food estate, serta lokasi Kostratani. 

Saat ini Kementan memiliki 10 (sepuluh) sekolah vokasi yaitu Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan, Polbangtan Bogor, Polbangtan Malang, Polbangtan Yogyakarta-Magelang, Polbangtan Gowa,  Polbangtan Manokwari, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI), Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Sembawa, SMK-PP Banjarbaru dan SMK-PP Kupang, yang juga telah menetapkan merdeka belajar.

Dengan memberikan akses yang sama kepada seluruh peserta didik untuk mengembangkan kemampuannya, mendorong peserta didik untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja, meningkatkan link and match dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri, sehingga menjadi calon generasi muda pertanian yang siap bersaing, baik lokal maupun global.

Poles Generasi Emas

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyatakan bahwa pertanian dan pendidikan merupakan dua  lini sektor strategis yang menentukan arah pembangunan negara. Karenanya, Kolaborasi dan sinergi antara dunia pendidikan serta pertanian sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan pembangunan khususnya dalam mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia serta pewujudan generasi emas yang maju, mandiri modern.

“Sudah saatnya kita memoles generasi emas kita tak hanya dengan teori semata, namun dengan keterampilan hingga mereka siap masuk dalam dunia usaha dan industri," ungkapnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menerangkan Kerjasama yang ditandatangani pada hari ini merupakan salah satu wujud sinergi program prioritas antar kementerian  dalam mencapai Visi Presiden untuk mengakselerasi upaya peningkatan kualitas SDM pertanian melalui program pendidikan tinggi vokasional.  

“Kerjasama merdeka belajar dengan memanfaatkan segala fasilitas kampus, jaringan kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri, serta memanfaatkan program Kementan untuk mendukung merdeka belajar, khususnya terkait implementasi dengan 8 (delapan) indikator kinerja utama dan 8 (delapan) program kampus merdeka dalam pendidikan pertanian”, terang Dedi.

Dengan demikian, sektor pertanian turut berkontribusi dalam menjamin ketersediaan sumberdaya manusia pertanian milenial yang memiliki kompetensi dan kualifikasi yang dapat diandalkan.

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018