Friday, 07 May 2021


Wakil Bupati Aceh Tamiang Mengajak Milenial Geluti Agribisnis

07 Mar 2021, 08:30 WIBEditor : Gesha

Kadistanbunnak Aceh Tamiang Yunus, SP bersama Wakil Bupati T. Inshafuddin (kedua dari kiri) dan Ketua Maporina Aceh (topi hijau) serta peneliti BPTP Aceh (topi hitam) | Sumber Foto:Abda

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh Tamiang --- Sebagai upaya memacu pertumbuhan ekonomi dan mendukung pariwisata, Wakil Bupati Aceh Tamiang, T. Inshafuddin, mengajak para kaum milenial bergelut dengan agribisnis dan mempersiapkan diri mulai sekarang.

"Agribisnis harus mulai digeluti milenial," ungkap Wakil Bupati Aceh Tamiang menerima Tim Maporina Aceh, meninjau kebun seluas 2,5 ha di Paya Perang Kampung Durian, Kec. Rantau, Aceh Tamiang, Rabu (3/3).

Kunjungan itu didampingi Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (Kadistanbunnak) Aceh Tamiang, Yunus. SP,  praktisi pertanian organik Admansyah Lubis dan juga milenal.

Diakui Wakil Bupati, pertanaman tak sekedar konvensional, perlu beralih ke organik yang tujuannya untuk memperbaiki kondisi lahan, akibat ada beberapa tanaman terserang hama dan penyakit. Akibatnya, baik tanaman hortikultura, tanaman pangan dan perkebunan tidak berproduksi secara maksimal. 

"Padahal, jika lahannya kita sehatkan, maka tanaman yang ada akan tumbuh dan berkembang secara baik dan normal, sehingga dapat meningkatkan hasil yang diharapkan", kata Wabup. 

Untuk itu dia mengajak para milenial agar ikut terlibat dalam segala hal, termasuk menata dan mengelola secara intensif mulai budidaya hingga pemasaran. Hal ini penting, karena jika hasil produksinya bagus, namun tidak dikemas dan dipasarkan secara agribisnis, akan percuma saja. 

Pihaknya juga sependapat dengan Bupati Aceh Tamiang, mulai sekarang telah mempersiapkan sarana dan prasarana mendukung parawisata. "Sektor pertanian/perkebunan, juga akan berdampak terhadap pertumbuhan perekonomian daerah," sambungnya. 

Pertanian Organik

Sementara Ketua Maporina, A. Rakhman yang didampingi peneliti BPTP Aceh Abdul Azis, mengungkapkan, kehadiran timnya ke Aceh Tamiang melakukan survei titik lokasi strategis, untuk ditetapkan sebagai pengembangan model pertanian organik.

Pasar pertanian organik kedepan kata Rakhman sangat prospektif dan menjanjikan. "Apalagi 2023 nanti, jika tol (Binjai - Langsa (Binsa) mulai beroperasi, maka Aceh Tamiang akan menjadi sentra pasar organik pertama di Aceh", ungkapnya bersemangat. 

Untuk itu pihaknya dalam waktu dekat, melakukan aksi nyata dalam hal perbaikan lahan melalui teknologi inovasi pupuk organik. 

Diharapkan dengan adanya praktisi yang juga penemu bioaktivator asal Tamiang, dalam memproduksi pupuk organik turut melibatkan milenial, maka akan terbuka kesempatan dan peluang kerja baru. 

"Kita yakin dan optimis Aceh Tamiang mampu mengatasi pengangguran dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi", pungkasnya. 

Ada enam titik lokasi yang telah di survei tim Maporina untuk pengembangan pertanian organik yaitu, kelompoktani Adil Makmur,  kecamatan Tenggulun seluas 25 ha. Untuk kecamatan Karang Baru, pada kelompok Tani Jaya desa Tanah Terban, seluas 8 ha dan kelompoktani Serasi desa Pahlawan, 1 ha.  

Selanjutnya pada kelompok Surya Tani desa Tangsi Lama, Seruway 13 ha, dan kelompok Mekar Tani, Sukabumi,  kecamatan Banda Mulia 0,4 ha. Sementara untuk kawasan hortikultura 0,4 ha, pada kelompok tani Warahmah, Paya Rahat, Banda Mulia.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (Kadistanbunnak) Aceh Tamiang, Yunus. SP,  mengajak poktan untuk bisa mandiri, dengan membuat pupuk sendiri melalui sumber bahan yang tersedia.

Pihaknya mengaku tidak akan manjakan petani dengan menggunakan pupuk kimia, namun memberdayakan mereka agar lebih produktif melalui edukasi dan pelatihan. "Kami juga akan selalu siap mendampingi jika ada milenial yang ingin bergabung baik dalam pembentukan kelompok maupun bimbingan teknis", bebernya.

Diharapkannya, bila ada permasalahan dan kendala di lapangan, untuk selalu berkoordinasi dengan penyuluh pertanian dan PPL swadaya setempat.

===

 

 Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : Abdul Azis (AbdA)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018