Tuesday, 03 August 2021


Perkuat Food Estate dengan Korporasi Petani

01 Apr 2021, 10:03 WIBEditor : Ahmad Soim

Guru besar USU, Noverita dan Abdul Rauf saat melihat perkembangan food estate di Humbahas Sprine dan | Sumber Foto:Humas Ditjen Horti

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Kegiatan penyuluhan pertanian di wilayah food estate dilakukan di antaranya untuk mentransformasi kelembagaan kelompok tani menjadi korporasi petani. 

Sejak tahun 2020, Kementerian Pertanian menggarap 3 kawasan food estate yaitu Provinsi Kalimantan Tengah (Kab. Pulang Pisau dan Kab. Kapuas), Provinsi Sumatera Utara (Kab. Humbang Hasundutan) dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan pengembangan food estate ini berbasis korporasi petani. "Sehingga  (penyuluhannya) harus digarap dengan menyentuh kelembagaan petani (Poktan, Gapoktan) dan kelembagaan ekonomi petani (KEP)," tuturnya.

Prof Dedi menambahkan, transformasi ini tak hanya dari segi manajemen organisasinya, tetapi juga manajemen usaha tani. Dimana, usaha pertaniannya berskala besar dengan klasterisasi, multikomoditas, terintegrasi hulu hilir, menggunakan alsintan modern (mekanisasi dan sistem digitalisasi), termasuk manajemen korporasi dan profesional.

"Pembangunan korporasi ini berbasis manajemen agribisnis. Korporasi diawali dari klaster dan membentuk kawasan dan menggandeng BUMN," tambahnya dalam FGD tentang "Model Penyuluhan di Food Estate secara Berkelanjutan" yang diselenggarakan tabloidsinartani.com, Rabu, 31 Maret 2021.

Untuk menuju korporasi, Prof Dedi menerangkan transformasi Poktan dan Gapoktan bisa dari Gapoktan Bersama/kelembagaan ekonomi petani (KEP) berupa Badan Usaha Milik Petani (BUMP). "BUMP ini berkonsolidasi bersama dengan komitmen, menetapkan sistem sharing sumberdaya dan kerjasama bisnis antara mereka. Termasuk penetapan sharing modal untuk pembentukan korporasi," jelasnya.

BACA JUGA:

Dalam korporasi, manajemen usaha taninya tak hanya urusi produksi tetapi juga hilirisasi, sehingga petani tak hanya berdaya secara ekonomi dan sosial saja tetapi juga mampu sejahtera.

Prof Dedi menyebutkan setidaknya ada 8 Gapoktan bersama di kawasan food estate Kalimantan Tengah, yakni: Gapoktan Bersama Khapas Mandiri (di kecamatan Kahayan Kuala, Pandih Batu dan Sebangau Kuala), Gapoktan Bersama Jaya Sejahtera (Kec. Pandih Batu), Gapoktan Bersama Kahayan Modern (Kec. Maliku dan Kahayan Hilir), Gapoktan Bersama Bataguh Makmur (Kec. Bataguh), Gapoktan Bersama Tamban Kuala Bersatu (Kec.Tamban Catur dan Kapuas Kuala),  Gapoktan Bersama Makmur Bersama (Kec. Kapuas Timur dan Pulau Petak), Gapoktan Bersama Sangga Lau (Kec. Basarang, Kapuas Barat, Selat) dan Gapoktan Bersama Sepakat Maju Bersama (Kec. Kapuas Murung dan Dadahup).

Upaya mengkorporasi petani ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang menginginkan berbagai komoditas pertanian bisa dirancang lebih baik, mulai dari hulu ke hilirnya. "Dengan korporasi, mekanisasi intervensi teknologi juga bisa kita manfaatkan. Teknologi itu untuk efisiensi dan efektivitas," tuturnya.

Bahkan Mentan SYL menegaskan bahwa pengembangan korporasi ini adalah bagian dalam mengokohkan ketahanan pangan Indonesia. 

Pengembangan pertanian berbasis kawasan korporasi petani difasilitasi dengan dana kredit usaha rakyat (KUR) untuk kemajuan, modern dan kemandirian petani. Untuk diketahui, Food Estate menjadi salah satu program super prioritas dan strategis dalam pembangunan pertanian nasional tahun 2021. "Pengembangan korporasi petani menjadi prioritas agar petani menguasai produksi dan bisnis pertanian dari hulu ke hilir," ujarnya.

Korporasi petani bukan sekadar bertumpu pada produktifitas dan kualitas produksi pertanian, namun lebih banyak ditentukan kemampuan SDM menjalankan bisnis yang profit oriented. Petani harus mendapat untung. Petani menjual beras sebagai produk hilir, bukan gabah sebagai produk hulu.

--+

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : Gesha
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018