Wednesday, 14 April 2021


Terima Kasih! Penyuluh THL-TBPP kini Menjadi ASN PPPK

05 Apr 2021, 16:50 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyematkan rompi dan topi Penyuluh Sahabat Petani menandakan THL-TBPP menjadi ASN PPPK | Sumber Foto:BPPSDMP

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Setelah mengalami proses panjang, Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) telah disahkan berstatus Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK). Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pun menyambut mereka dengan bahagia.

Perjuangan THL TBPP untuk menjadi PPPK tidaklah mudah dan cukup lama, sesuai Peraturan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 2 Tahun 2019 Tentang Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja untuk Guru, Dosen, Tenaga Kesehatan, dan Penyuluh.

"Terima kasih dari semuanya, terutama KemenMENPAN RB dan BKN, saya ucapkan terima kasih mewakili penyuluh," ungkapnya ketika membuka Coaching Penyuluh Pertanian PPPK : Penyuluh Profesional, Berdaya Saing, dan Berjiwa Pengusaha Siap Tingkatkan Produktivitas dan Nilai Tambah Pertanian, di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP), Ciawi, Bogor, Senin (5/4).

Rasa terima kasih juga akan diungkapkan Mentan SYL langsung kepada Presiden RI Joko Widodo yang turut memperhatikan tenaga penyuluh pertanian."Kalian bukan orang baru di pertanian,kalian bagian dari sebuah negara," tegasnya memotivasi.

Data dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian menyebutkan dari 11.590 usulan Pemda untuk PPPK penyuluh pertanian, sebanyak 11.503 orang telah menerima Surat Keputusan (SK) beserta Nomor Induk Pegawai (NIP) PPPK, dan 10.855 orang diantaranya telah menerima Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT).

Diakui Mentan SYL, penyuluh ini akan menjadi kekuatan bagi Kementan untuk mendorong agar pertanian secara bertahap bisa mencapai produktivitas yang semakin baik di lapangan.

"Ada 270 juta yang harus dijamin pertaniannya cukup, termasuk ketersediaan pangan dan kehadiran penyuluh menjadi satu kekuatan untuk melakukan upaya memperbaiki budidaya, mengawal pascapanen, dan secara bertahap mendorongnya," tuturnya.

Kegiatan coaching yang diselenggarakan Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) ini menjadi upaya peningkatan kualitas SDM Penyuluh Pertanian, untuk meningkatkan kualitas pelayanan penyuluhan kepada petani dengan memanfaatkan teknologi modern.

"Adapun materi dalam coaching kali ini, antara lain Bina Sarana Pelatihan Pertanian bagi penyuluh, metode penyuluhan di era digital hingga media penyuluhan berbasis aplikasi desain grafis," ungkap Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya.

Coaching sendiri dilakukan secara online dan offline langsung dari PPMKP Ciawi. Pertemuan secara offline akan dihadiri oleh 200 Penyuluh Pertanian PPPK yang berasal dari Provinsi Jawa Barat dan Banten dan secara daring/online  diikuti oleh 11.470 orang Penyuluh Pertanian PPPK dari 32 Provinsi, 355 Kabupaten/Kota dan 1000 Kostratani.

Dengan adanya coaching ini, PPPK mampu menjadi ASN yang profesional, mandiri, dan berdaya saing, serta responsif dalam pelaksanaan tugasnya agar mampu memecahkan permasalahan petani di lapangan sesuai disiplin ilmu pengetahuan yang dimiliki, metodologi dan teknis analisis yang tepat sesuai potensi wilayah
masing-masing.

Penyuluh pertanian juga harus cepat, cermat, akurat, memiliki target yang jelas, mampu bekerja sama, taat aturan, dan siap serta memiliki kemampuan dalam menghadapi perkembangan teknologi di Era Revolusi Industri 4.0.

 

==

 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018