Wednesday, 14 April 2021


Mentan SYL : Tugas Penyuluh Membuat Petani Hidupnya Lebih Baik !

05 Apr 2021, 17:31 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan tugas Penyuluh membuat Petani Hidupnya lebih baik | Sumber Foto:Nattasya

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Banyak harapan yang disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kepada Penyuluh Pertanian yang kini berstatus Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK).

"Kalian bukan orang baru di pertanian. Kalian bagian dari sebuah negara. Setiap orang memiliki fungsi dan perannya, lakukan dengan baik. Tugas kita cuma membuat pertanian maju mandiri dan modern, menjaga dan membuat petani kita hidupnya makin baik," tegas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat membuka Coaching Penyuluh Pertanian PPPK : Penyuluh Profesional, Berdaya Saing, dan Berjiwa Pengusaha Siap Tingkatkan Produktivitas dan Nilai Tambah Pertanian, di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP), Ciawi, Bogor, Senin (5/4).

Karenanya, menjadi penyuluh harus memiliki tujuan membela kepentingan rakyat (petani), menemukan harapannya, menemukan kebutuhannya, mencarikan solusi dari kebutuhannya itu sekaligus melindungi petani.  

Mentan SYL bahkan menyebut penyuluh adalah Kopasusnya Negara di bidang Pertanian.  Penyuluh pertanian tidak boleh salah hitung, salah kalkulasi, sebab berkaitan dengan perut 270 juta jiwa masyarakat Indonesia.

"Senjatanya bagus, pelurunya kuat tetapi juru tembak di lapangan untuk membidik dan mengalahkan musuh tidak ada. Atau komandonya tidak jelas, akan berantakan," tegas Mentan SYL menganalogikan penyuluh seperti juru tembak dengan senapan bagus.

Karenanya, penyuluh harus semakin kuat, secara mindset, kemampuan intelektual di bidangnya. Termasuk, tata kelola yang semakin baik dan kompak untuk menentukan arah serta beradaptasi dengan kemajuan dan tantangan era. "Komunikasi makin baik, disiplin makin baik, kerja makin happy," tuturnya.

Mentan SYL meminta agar penyuluh tidak ada kata mundur, tidak manja tetapi makin mandiri, dan semakin modern lebih baik dari cara kemarin. "Masa negara lain bisa maju???SDA banyak, riset dan teknologi tersedia, jumlah penduduk banyak, butuh modal ada KUR," tukasnya.

Sehingga hanya perlu intervensi keterampilan dari Penyuluh, budidaya lebih baik, pascapanen dibenahi lebih efektif sehingga losses lebih sedikit. Dan masuk hilirisasi untuk mengolah pertanian sehingga hasil pertanian bisa diolah untuk dalam negeri dan ekspor.

"Jangan banyak keluhanmu dari pada kerjamu..Belum apa apa sudah tidak ada spirit untuk fight..kita kerja yuk! Kita coba Yuk!!," ajaknya.

===

 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018