Wednesday, 14 April 2021


Penyuluh PPPK dan Koordinator Cakap Kekuatan Baru BPP Kalipare

08 Apr 2021, 10:07 WIBEditor : Gesha

Penyuluh muda, PPPK dan Koordinator Cakap menjadi kekuatan BPP Kalipare | Sumber Foto:Kiswanto

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kalipare sebagai Pos Kostratani seperti mendapat durian runtuh. Betapa tidak, dalam beberapa kurun waktu yang relatif singkat, tambahan wajah baru, leader baru dan kenaikan status penyuluh bantu menjadi ASN PPPK adalah ‘kekuatan’ baru yang tentu diharapkan menjadi penambah gairah dalam mengawal dan mendampingi berbagai program pemerintah di sektor pertanian. 

Awal tahun 2021, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang mendapat cukup banyak suplai darah segar penyuluh baru. Salah satu BPP yang mendapatkan suntikan darah segar adalah BPP Kalipare. Tambahan satu penyuluh muda dan enerjik tersebut tentu sangat menggembirakan, mengingat armada personel BPP Kalipare hanya terdiri dari 3 penyuluh bantu (THL-TBPP).

Keberadaan 9 desa dengan 56 kelompok tani, mesti diimbangi dengan jumlah dan kualitas penyuluh yang memadai. Tantangan pandemi yang menuntut kesigapan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali juga bisa direspons lebih cepat. Wajah baru penyuluh bisa menambah energi untuk mengatasi berbagai tantangan yang ada.

Wajah baru penyuluh muda perempuan alumni Institut Pertanian Bogor dengan nama Nanda Rahmi tentu hadir dalam suasana yang sangat tepat. Muda adalah kekuatan, itu kalimat lama yang tetap aktual. Berbagai pekerjaan yang menuntut keahlian IT/ teknologi internet, penggunaan aplikasi online, seperti ERDKK, Simluhtan, Kostratani dan E-verval pupuk bersubsidi dan berbagai kemampuan lainnya sangat dibutuhkan dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini.

Awal bulan Maret menjadi keberuntungan baru bagi BPP Kalipare. Rotasi rutin tahunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang mengantar sosok yang karismatik H. Paidi sebagai leader baru koordinator BPP. Ini seperti comeback atau kembali ke tempat awal, mengingat dulu beliau sudah 10 tahun mengabdi di BPP Kalipare.

Pengalaman, loyalitas dan dedikasinya pun tentu sudah tidak bisa diragukan lagi. Seorang spiritualis, entrepreneur atau jamupreneur dan low profile. Tambahan satu tenaga hebat dan berpengalaman sudah pasti akan makin memperbesar peluang BPP berkiprah dan berbicara lebih banyak di sektor lokal, bahkan regional.

Satu kelebihan khusus dari Koordinator BPP Kalipare yang baru yaitu kemampuan berbisnis di sektor jamu. Ini sangat khas. Bisnis jamu tetap terang, terlebih di saat pandemi. Tentu ini memiliki satu rahasia manajemen khusus, yang sangat relevan diadopsi saat beliau menjadi koordinator BPP Kalipare.

Last but not least, penyempurna kegembiraan bagi personil BPP Kalipare adalah sudah ditandatanganinya perjanjian penyuluh PPPK yang sudah memiliki Nomor Induk Pegawai (NIP). Penyuluh P3K BPP Kostratani Kalipare sangat bersyukur, manakala pandemi masih mengancam, jaminan kesejahteraan sudah bisa diharapkan untuk kesejahteraan keluarga penyuluh seluruhnya.

Deretan Tantangan

Berbagai program pemerintah sudah di depan mata. Belum lama ini BPP Kostratani Kalipare mengirim delegasi 4 petani milenial untuk diklat tematik pengolahan daging di BPP Sumberpucung.

Sedikit ke belakang, BPP Kalipare berkesempatan menjadi tuan rumah fieldtrip praktek bersama panen porang di sentra porang Poktan Tani Makmur II dan Tani Makmur III Desa Sukowilangun.

Dalam skala lebih tinggi, BPP Kostratani Kalipare juga mengirimkan 3 delegasi Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan untuk diseleksi di tingkat provinsi Jawa Timur. Sementara tugas dan misi yang relatif baru adalah BPP kostratani Kalipare berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan diklat tematik kedelai selama 3 hari dari tanggal 8-10 April 2021.

Koordinator BPP Kostratani Kalipare H. Paidi, SP mengaku harus fokus untuk bisa menyelesaikan seluruh tugas yang ada di depan mata.

“Untuk diklat tematik kedelai dari BBPP Ketindan kita tinggal menyiapkan tempat, mempercantik wajah BPP, menyiapkan seluruh peserta dan setidaknya satu success story dari petani kedelai atau pelaku usaha dengan bahan dasar kedelai," tuturnya.

Sementara sebelum Ramadhan tiba, BPP Kalipare sudah ada pekerjaan untuk mendukung BNI dalam menyalurkan kartu tani kepada 5000 lebih petani dari seluruh kelompok tani. "Perlahan tapi pasti kita harus sejajar dengan BPP lain yang berhasil bicara di level regional dan nasional," semangatnya.

Reporter : Kiswanto
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018