Senin, 15 Juli 2024


Kementan Gandeng PT Mars Symbioscience Indonesia sebagai Mitra Program YESS

12 Apr 2021, 08:40 WIBEditor : Gesha

Kunjungan Pusdiktan ke Mars Cocoa Research Centre (MCRC) Sulawesi Selatan | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Pangkep --- Kementerian Pertanian terus berkomitmen dalam menyiapkan SDM pertanian unggul dan berjiwa wirausaha. Program YESS dilahirkan sebagai salah satu upaya regenerasi petani dengan memfasilitasi kreativitas generasi muda untuk berkarya dan berwirausaha di sektor pertanian. 

Melalui program YESS, Kementan menggali potensi serta menggembangkan kualitas pemuda/pemudi di perdesaan melalui penyediaan fasilitasi dan bimbingan guna menjadi petani atau wirausahawan muda profesional di sektor pertanian. “Bertani di era digital saat ini tidak lagi seperti dulu. Bertani saat ini dengan pendekatan 4.0, dengan memanfaatkan Internet of Think (IoT). Teknologi membuat proses budidaya pertanian dapat dilakukan dengan mekanisasi bahkan minim tenaga” Ungkap Mentan SYL.

Pernyataan Mentan membuktikan bahwa sektor pertanian saat ini telah berubah seiring perkembangan yang ada. Kini saatnya generasi muda melanjutkan pembangunan pertanian. "Saya percaya di tangan generasi muda sektor pertanian akan jauh lebih maju", tambahnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa melalui program YESS akan lahir job creator dan job seeker yang profesional dan berkualitas. "Ada dua kunci utama dalam pelaksanaan program YESS. Pertama program YESS hadir untuk meningkatkan kapasitas pemuda di pedesaan melalui pendidikan dan pelatihan untuk menjadi agen pembangunan pertanian. Kedua, sasaran dari program YESS yakni pemuda/i harus memiliki jiwa kewirausahaan dari hulu sampai hilir", tegas Dedi.

Mewujudkan upaya yersebut, maka dipilih salah satu lembaga yang akan menjadi mitra YESS dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pemuda/pemudi yaitu PT Mars Symbioscience Indonesia. 

Direktur program YESS Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa, "Rencana kita adalah mereplikasi teknologi budidaya dan pengolahan kakao yang dilakukan oleh PT Mars Symbioscience Indonesia untuk menjadi salah satu Teaching Factory (TEFA) modern di Polbangtan Gowa dengan skala kecil," ungkap Santi di kantor Mars Cocoa Research Centre (MCRC) Sulawesi Selatan, Sabtu (9/4).

PT Mars Symbioscience Indonesia memiliki 5 lokasi di Sulawesi yaitu Pabrik di Makassar, Mars Cocoa Research Centre, Mars Indonesia – Noling Site, Mars Indonesia-Tarengge, Mars Indonesia-Wotu Site. Penelitian di MCRC Pangkep berfokus pada agronomi lanjutan melalui pengembangan perkebunan kakao berteknologi tinggi, termasuk dalam kesuburan tanaman, mekanisasi, sensor, pencitraan udara dan teknologi baru lainnya yang relevan.

Santi berharap bahwa kerjasama antara PT Mars Symbioscience Indonesia dengan Polbangtan Gowa akan terus ditindaklanjuti karena nantinya akan menjadi mitra Program YESS khususnya di PPIU Sulawesi Selatan

Agus Purwantara selaku Station Manager MCRC Pangkep menjelaskan 2 sistem fertigasi modern kakao diterapkan yakni precission sistem untuk di lahan luas (skala perusahaan) dan simple model (untuk petani)

“Kakao dikenal sebagai tanaman yang rentan terhadap hama dan penyakit sehingga banyak petani yang merasa ragu untuk membudidayakannya, padahal kakao sangat menguntungkan apabila dikelola dengan mekanisasi yang baik” Ungkap Agus.

MCRC Pangkep dibangun untuk pengembangan bahan tanam yang lebih baik an sistem penanaman kakao, berjejaring dengan komunitas ilmiah kakao global dan nasional. Lahan seluas 70 ha untuk pengembangan produktivitas yang tinggi dan varietas kakao berkualitas tinggi untuk diversifikasi dan diterapkan oleh sektor pertanian kakao. Sistem yang sepenuhnya beririgasi, dengan propagasi canggih dan pusat pengembangbiakkan kakao. Fasilitas pemrosesan pasca panen, laboratorium, kantor, staf dan fasilitas tempat tinggal, serta bangunan penyimpanan peralatan irigasi dan layanan irigasi.

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018