Sunday, 09 May 2021


Pastikan Petani Lakukan Pemupukan Berimbang, Kementan Latih Penyuluh Fasilitator

29 Apr 2021, 16:21 WIBEditor : Gesha

Pelatihan penyuluh fasilitator untuk pemupukan berimbang | Sumber Foto:Istimewa

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Kemampuan petani untuk menerapkan pemupukan berimbang semakin mendesak dilakukan, ditengah optimalisasi pupuk bersubsidi dan kondisi hara tanah.

"Pemupukan berimbang dapat berikan kontribusi 15-60 persen tergantung kondisi tanah dan karakteristik tanaman. Di tanah tertentu pemupukan bisa memberikan produksi 60 persen," ungkap Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi dalam Training of Fasilitator Pelatihan BPP Kostratani Proyek IPDMIP, di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP), Bogor, Kamis (29/4).

Prof Dedi menekankan pemupukan berimbang adalah pemberian sejumlah pupuk sesuai kebutuhan dan kesuburan tanah agar terjadi keseimbangan hara di dalam tanah, sehingga terjadi kondisi kondusif bagi tumbuh kembang tumbuhan.

"Dalam pemupukan berimbang, dengan secukupnya sesuai kebutuhan, sesuai kemampuan tanah menyediakan hara untuk optimal. Contohnya jagung yang sifatnya rakus karena itu perlu banyak urea 300-350 kg per ha, beda dengan kedelai yang hanya 50 kg per hektar," bebernya.

Prof Dedi juga menekankan, agar proses pemupukan menjadi lebih tepat, diperlukan tata cara pemupukan yang baik dan benar juga perlu dilakukan, atau yang dikenal dengan 5T yaitu Tepat jenis, Tepat dosis, Tepat waktu, Tepat tempat, dan Tepat cara.

"Sebelum pemupukan berimbang, sehatkan dahulu tanahnya, agar pupuk mampu bekerja optimal," tegasnya

Karenanya, kemampuan dan pengetahuan penyuluh mengenai pemupukan berimbang dan kesehatan tanah sangat penting agar bisa memastikan petani melakukan kegiatan pemupukan berimbang dan meneruskannya kepada petani lainnya.

Oleh sebab itu, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melatih Penyuluh Fasilitator yang akan melakukan bimbingan teknis (bimtek) di BPP Kostratani dan lokasi Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) dengan tema Pemupukan Berimbang Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing Pertanian.

Pelatihan bagi para penyuluh fasilitator proyek IPDMIP ini dilakukan selama 5 hari dari tanggal 29 April hingga 2 Mei 2021 dan serempak dilakukan di Balai Besar Pelatihan Pertanian yang dimiliki Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

Antara lain, di PPMKP Ciawi  dengan peserta dari Aceh, Sumut, Sumsel, Sumbar,Lampung, Banten, Jabar, Jambi, Bangka Belitung, Kepri, Riau, Bengkulu, DKI Jakarta. Kemudian BBPP Batu Jatim dengan peserta dari Kalbar, Kalsel, NTB, NTT, Jawa Timur, Jateng, Kalteng, Kaltim, Kaltara, Bali dan DI Yogyakarta.

Begitupula di BBPP Batangkaluku dengan peserta dari Sulsel, Sulteng, Sulut, Sulbar, Sultra, Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan Gorontalo.

Adopsi Teknologi

Kepala Pusat Penyuluhan  Pertanian
Leli Nuryati mengatakan training of Fasilitator (TOF) ini bertujuan meningkatkan kompetensi penyuluh dalam adopsi inovasi teknologi pemupukan berimbang, pengelolaan bahan organik dan konservasi tanah.
Termasuk melakukan implementasi teknologi pemupukan berimbang di level penyuluh dan petani.

"TOF ini dilakukan serempak di 3 BBPP secara online dan offline, 258 orang penyuluh pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota  perwakilan lokasi IPDMIP 66.776 orang  penyuluh se Indonesia, baik penyuluh pertanian PNS, PPPK, THL TBPP, swadaya dan swasta yang bergabung secara offline maupun online," jelasnya.

Tak hanya sebatas tahu mengenai pemupukan berimbang, TOF ini juga diharapkan bisa memperkuat perencanaan erdkk bagi pupuk bersubsidi. Termasuk memperkuat Koordinasi antar lembaga penyuluhan di tingkat provinsi hingga kabupaten baik secara horizontal maupun vertikal.

"Sehingga nantinya  penyuluh pertanian (PNS, PPPK , THL TBPP, Swadaya maupun swasta) dapat mengawal dan mendampingi petani untuk mengimplementasikan pemupukan berimbang sesuai keadaan hara di masing-masing daerah," tambahnya.

Untuk di lokasi IPDMIP, terlatihnya Tim fasilitator IPDMIP di BPP Kostratani dan tersedianya bahan ajar bimtek di lokasi BPP KOSTRATANI hingga tingkat kabupaten.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018