Friday, 07 May 2021


BBPP Batangkaluku  Juga Gelar Training of Fasilitator tentang Pemupukan Berimbang

30 Apr 2021, 09:09 WIBEditor : Ahmad Soim

BBPP Batangkaluku gelar Training of Fasilitator (ToF) dengan tema "Pemupukan Berimbang Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing Pertanian" | Sumber Foto:Suriady

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Gowa -- Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku Sulawesi Selatan juga menggelar Training of Fasilitator (ToF) dengan tema "Pemupukan Berimbang Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing Pertanian" yang diselenggarakan Kementerian Pertanian Jakarta.

Kementan Jakarta melakukan training ini secara online. BBPP Batangkaluku melakukan secara offline yang diikuti sebanyak 39 orang penyuluh pertanian yang berasal dari daerah penerima program integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) di seluruh wilayah Sulawesi.

Sedangkan secara online melalui Aplikasi Zoom Meeting dan live streaming youtube, dan facebook, BBPP Batangkaluku mengharapkan dapat diikuti oleh 13.289 orang penyuluh pertanian yang berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 29 April hingga 02 Mei 2021.

Kegiatan ini untuk meningkatkan efektifitas BPP dalam menjalankan peran, fungsinya sebagai BPP Konstratani dan membantu Kostrada, Kostrawil dan Kostranas serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) pendamping dalam melakukan pembinaan, pengawalan, dan pendampingan bagi BPP Konstratani.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dr. Dedi Nursyamsi dalam arahannya menjelaskan dengan pemupukan berimbang akan meningkatkan produktivitas dan daya saing pertanian.

Dedi melanjutkan, Pemupukan berimbang adalah pemberian sejumlah pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kesuburan tanah agar terjadi keseimbangan hara di dalam tanah sehingga tercapai kondisi kondusif untuk pertumbuhan tanaman.

BACA JUGA:

"Adapun prinsip pemupukan berimbang adalah : (1) tepat dosis, yaitu bahwa pemupukan harus sesuai dengan status hara tanah, kebutuhan tanaman yang ditetapkan dengan uji tanah, dan target hasil ; (2) tepat waktu, yaitu bahwa hara tersedia saat tanaman memerlukan dalam banyak; (3) tepat cara, yaitu bahwa penempatan pupuk di lokasi dimana tanaman secara efektif mengakses hara; (4) tepat jenis/bentuk; yaitu bahwa formula pupuk sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. Bentuk pupuk harus disesuaikan apakah dalam bentuk pupuk tunggal, pupuk majemuk, atau kombinasi pupuk tunggal dan majemuk," ujar Dedi.

Implementasi ini senada dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam beberapa kesempatan bahwa "Siapa pun yang mengurusi pertanian, dilarang tenang-tenang. Pertanian harus menyediakan pangan buat seluruh masyarakat. Tidak itu saja, pertanian itu memberi orang pekerjaan. Pertanian bukan hanya masalah kerja di sawah, tapi bisa menghidupi khalayak banyak. Pertanian itu seksi dan banyak orang tertarik untuk mengurusinya"'

"Ingat tanah yang sehat pasti menghasilkan pangan yang sehat, pangan yang sehatpun akan menghasilkan manusia yang sehat. Manusia yang sehat akan menghasilkan  bangsa yang sehat, hebat dan kuat." Ini semua diawali dengan tanah yang sehat. Melalui kegiatan Training Of Fasilitator ini diharapkan kita mampu menyehatkan tanah hingga plosok - plosok tanah air untuk menjadikan kita Indonesia menjadi bangsa yang sehat, hebat dan kuat," pungkas Dedi.

Sebelum mengakhiri arahannya, beliau tetap menghimbau seluruh peserta untuk tetap melaksanakan protokol pencegahan penyebaran COVID-19, walaupun beberapa dari kita telah divaksin tapi tetap ingat 3M yaitu Menjaga Jarak/Jauhi Kerumunan, Mencuci tangan dan Menggunakan Masker.

 === 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018