Friday, 18 June 2021


Kementan Bantu Negara Oceania Tangani Hama Penyakit Tropis

14 May 2021, 02:23 WIBEditor : Yulianto

Kegiatan pelatihan PHT di BBPP Ketindan | Sumber Foto:Yeniarta

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang---Negara-negara di dunia terus mendorong peningkatan produksi pangan di tengah sinyal ancaman krisis pangan. Namun upaya tersebut memang tak mudah, terdapat kendala dalam budidaya tanaman. Salah satunya adalah hama dan penyakit tanaman.

Pengendalian Hama Terpadu atau Integrated Pest Management (IPM) dikembangkan seiring dengan banyaknya kasus kegagalan pengendalian hama dengan pestisida sintetik. Bahkan kerap terjadi resistensi dan resurgensi hama terhadap pestisida serta timbulnya hama sekunder. 

Selain itu, kepedulian terhadap lingkungan dan konsumen juga menjadi faktor yang menentukan dalam proses pengembangan PHT di Indonesia. Menurut FAO 1974: PHT adalah Sistem Pengendalian Hama dan Penyakit yang mengkombinasikan satu atau lebih cara yang kompatibel untuk menekan populasi atau tingkat kerusakan OPT di bawah tingkat yang merugikan secara ekonomis dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan.

Karena itu, untuk penerapan PHT diperlukan komponen teknologi, sistem pemantauan yang tepat, dan petugas atau petani yang terampil dalam penerapan komponen teknologi PHT. Penerapan pengelolaan hama dan penyakit terpadu yang telah dikembangkan pemerintah Indonesia dapat diadopsi negara-negara Oseania yang memiliki komoditas pertanian yang sama.

Penting untuk membawa isu-isu itu sebagai program pelatihan, untuk berbagi pengetahuan dan praktik terbaik bagi pejabat pemerintah, penyuluh pertanian, dan pemangku kepentingan UKM untuk mendukung pertanian berkelanjutan.

Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) cq Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) bekerjasama dengan Non-Aligned Movement Center for South-South Technical Cooperation (NAM CSSTC) menyelenggarakan Training Course on Principals and Application of Integrated Pest and Diseases Management In The Tropics.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan ditunjuk Pusat Pelatihan Pertanian untuk menyelanggarakan pelatihan yang diikuti 20 orang dari negara-negara Oceania. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari pada 29-30 April 2021 lalu dengan metode daring melalui aplikasi zoom meeting, yang sebelumnya melakukan pendaftaran dan pre test melalui Learning Manajemen System (LMS).

Pelatihan IPM ini sangat menarik bagi peserta Negara-Negara. Kurikulum pelatihan ini dirancang agar para peserta dapat belajar dan aplikasi Pengelolaan Hama dan Penyakit Terpadu di Daerah Tropis.

Sedangkan materi pembelajarannya ialah manajemen hama terpadu berbasis ekologi, Teknik pengendalian manajemen hama terintegrasi, manajemen penyakit tanaman hortikultura dan manajemen perlindungan tanaman. 

Kepala BBPP Ketindan, Sumardi Noor sangat berterima kasih atas semangat dari semua peserta. Ia berharap kelak peserta bisa hadir secara langsung untuk mengikuti pelatihan secara offline di BBPP Ketindan dan mengenal lebih dekat Negara Indonesia.

“Pada akhir pelatihan, evaluasi dilakukan menggunakan format yang disediakan oleh NAM Center. Setelah satu tahun sejak selesainya pelatihan, peserta akan dikonfirmasi tentang progres rencana aksi,” ujar Niken Supraba dari NAM Center. 

Reporter : Yeniarta (BBPP Ketindan)
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018