Thursday, 17 June 2021


Pesan Kapuslatan Kementan, Petani Jangan Segan Belajar dan Berkolaborasi

09 Jun 2021, 21:23 WIBEditor : Yulianto

Kegiatan Bimtek Petani di Purwakarta | Sumber Foto:PPMKP

TABLOIDSINARTANI.COM, Purawakarta---Petani atau kelompok tani (poktan) jangan segan belajar dan bekerjasama dengan sesama kelompok. Jika ada Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S), maka bisa berkolaborasi dalam pelatihan maupun pengolahan dan pemasaran hasil.

Demikian pesan Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Leli Nuryati saat Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani yang dilaksanakan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor di Desa Cipulus Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta Jawa Barat, 4 – 5 Juni 2021.

“Kedepan petani harus lebih luas memasarkan hasil pertaniannya.  Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal saja tetapi keluar wilayah bahkan ekspor,” ujarnya.

Saat ini ungkap Lely, Kementerian Pertanian  tengah mengembangkan food estate berbasis korporasi petani sebagai bentuk manajemen baru dalam pengelolaan agribisnis terutama komoditas padi. Dengan korporasi ini diharapkan petani yang bertanam padi tidak lagi menjual gabah, tetapi sudah dalam bentuk beras yang dikemas.

Beras harus keluar sudah dengan packaging berkualitas tinggi sehingga dapat menembus pasar nasional dan ke depan untuk ekspor. Jadi jangan semuanya diserahkan ke penggilingan, sehingga nilai tambahnya dinikmati penggilingan. Ini tidak hanya untuk padi tetapi juga berlaku untuk komoditas lainnya, ucapnya.

Sementara Kepala PPMKP Yusral Tahir juga berharap petani tidak berjalan sendiri, tetapi secara berkelompok  atau tim agar lebih kuat dalam hal pemasaran. Dengan bersatu posisi tawar bisa lebih kuat. Jika kuat dan bersatu petanilah yang akan menentukan harga bukan lagi tengkulak. Itulah bukti kekuatan yang namanya tim, “ ujarnya.

Yusran mengatakan, kegiatan Bimtek ini merupakan kerjasama Kementan dengan Komisi IV DPR RI adalah wujud kepedulian pemerintah kepada petani. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo selalu membanggakan  petani sebagai ujung tombak pembangunan pertanian, ucapnya.

Menyinggung korporasi petani dalam kesempatan berbeda Kepala BPPSDMP, Kementan Dedi Nursyamsi memastikan komitmen jajaran BPPSDMP mendukung korporasi petani sebagai entitas bisnis petani maju, mandiri dan modern. 

Kementan dibawah komando  Mentan SYL  mengembangkan konsep pertanian kluster berbasis korporasi petani, diversifikasi pangan, hortikultura dan ternak. Selain itu  lumbung pangan nasional,  pertanian modern melalui mekanisasi dan pertanian 4.0 serta  menjual produk olahan bukan mentah.

Mentan SYL juga berhartap, korporasi petani bisa membuat produk turunan, salah satunya dari koditas beras. Menjadi tugas saya, bagaimana ke depan, korporasi petani bisa membuat produk turunan dari beras. Misalnya chemical, minyak, tepung bahkan bedak. Bisa saja kita kembangkan untuk produksi bernilai tambah, kesejahteraan petani dan ekonomi daerah pun terungkit dari pertanian," katanya.

Reporter : Regi (PPMKP)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018