Friday, 12 August 2022


Pemda harus Kreatif Angkat Produk Lokal jadi Unggulan

18 Jun 2021, 19:45 WIBEditor : Yulianto

Pelatihan Manajemen Penyuluhan bagi Aparatur dan Pelatihan Manajemen Agribisnis bagi Non Aparatur di Rangkasbitung | Sumber Foto:PPMKP

TABLOIDSINARTANI.COM, Lebak –-Setiap daerah di Indonesia memiliki berbagai komoditas yang diproduksi dan diperdagangkan masyarakat setempat. Karena itu produk ini layak menjadi komoditas unggulan daerah dengan menyertakan nama daerahnya.

Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor Yusral Tahir menuturkan, Kabupaten Lebak, Banten merupakan salah satu wilayah yang memiliki banyak komoditas pertanian. Misalnya, pepaya, jambu, rambutan, durian dan manggis serta produk perkebunan kelapa sawit .

“Produk tersebut harus dijadikan komoditas unggulan khas Kabupaten Lebak,” kata saat membuka Pelatihan Manajemen Penyuluhan bagi Aparatur dan Pelatihan Manajemen Agribisnis bagi Non Aparatur di Rangkasbitung, beberapa waktu lalu.

Menurut Yusral, produk tersebut sebaiknya ada penamaan yang menjadi perwakilan atau ciri khas Kabupaten Lebak. Hal ini yang menjadi salah satu tantangan Dinas Pertanian, para penyuluh dan petani kedepan.

Apalagi lanjutnya, jika melihat tren saat ini, maka konsumsi masyarakat sangat menghargai unsur kreatifitas. Dengan kreatifitas menjadikan suatu produk berbeda karena adanya keunikan corak budaya atau kekhasan citarasa daerah tertentu.  

Adanya unsur keunikan lokal atau kekhasan daerah ini merupakan daya saing suatu produk yang akan memberikan nilai jual tinggi,” ujarnya.  Untuk itu Yusral meminta, semua pihak harus bersama-sama menonjolkan produk khas Kabupaten Lebak di pasar nasional dan internasional.

Yusral menegaskan, kehadiran program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani)  menempatkan Dinas Pertanian, penyuluh pertanian, dan petani bersama-sama berperan di lapangan sebagai ujung tombak program-program pertanian nasional, seperti program Gratieks dan KUR.

Mengingat pentingnya peran tersebut menurutnya, perlu adanya Super Tim yang terdiri dari aparatur dan pengusaha pertanian. Tim ini  guna memanaj agribisnis dan penyuluhan. “Targetnya sama yaitu bagaimana produk pertanian Kabupaten Lebak bisa masuk ke pasar internasional, kata Yusral.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyambut positif kegiatan pelatihan manajemen ini. Di era 4.0  menurutnya, penguasaan teknologi sangat penting bagi petani guna memasarakan secara digital dengan memanfaatkan kemajuan teknologi

Pelatihan yang diselenggarakan oleh PPMKP di lingkungan Distan Kabupaten Lebak merupakan hal yang bermanfaat dan sangat kami butuhkan, ucapnya.

Guna meningkatkan pengembangan budidaya  komoditas ungulan lokal di berbagai daerah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL), terus mendorong pengembangan kawasan buah lokal. Untuk mengembangkannya setiap daerah harus memperhatikan keunggulan komparatif dan kompetitif wilayah. Bahkan harus dikelola secara komprehenship dari hulu hingga hilir.

“Setiap daerah memiliki ciri khas sendiri sehingga perlu dilakukan penyesuaian untuk buah lokal yang dikembangkan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian mengidentifikasi produk pangan lokal di daerah masing-masing (spesifik lokasi).

Diperlukan penyuluh yang andal untuk melihat peluang meningkatkan produktivitas yang bermakna meningkatnya kualitas, kuantitas dan kontinuitas, tuturnya. 

Reporter : Yudi Ils/PI/Regi ( PPMKP)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018