Thursday, 23 September 2021


Sssttt..Pahami ini, Lolos Sertifikasi Penyuluh lho!

02 Aug 2021, 11:19 WIBEditor : Gesha

Penyuluh Blitar sedang menggelar sertifikasi kompetensi penyuluh | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Makassar --- Sebanyak 2.168 Penyuluh Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) tahun 2021 yang belum diangkat menjadi Penyuluh Pertanian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan mengikuti sertifikasi kompetensi.

"Pahami prinsip prinsip Penyuluhan Pertanian. Mungkin di sertifikasi akan muncul ini. Enggak hapal enggak apa-apa yang penting paham," ungkap Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Sekjen Kementan), Momon Rusmono saat membuka Sertifikasi Kompetensi Penyuluhan Pertanian bagi THL TBPP Tahun 2021, Senin (02/8).

Definisi Penyuluhan Pertanian sesuai UU 16/2006, kunci Penyuluhan Pertanian adalah proses pembelajaran dengan sasaran pelaku utama (Petani, Pekebun, peternak Dan keluarganya), serta pelaku usaha (semua yang berusaha di Pertanian, mulai dari Desa hingga Kecamatan).

"Amanat undang-undang, penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, meningkatkan pendapatan dan kesejahteran, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungn hidup," bebernya.

Strateginya dengan cara agar mereka (pelaku utama) mau dan mampu melalui berubahnya pengetahuan, keterampilan dan sikap serta mengorganisasikan dirinya melalui kelompok tani Gapoktan, Dan kelembagaan ekonomi Petani agar mampu mengakses fasilitasi Pertanian. "Evaluasi dampak utamanya dengan meningkatnya produktivitas," tambahnya.

Momon menambahkan, dengan berbagai metode penyuluhan, penyuluh melakukan fasilitasi proses pembelajaran, mengupayakan kemudaha akses sumber informasi sarana Pertanian, permodalan hingga Informasi pasar.

Termasuk menumbuhkan kemampuan kepemimpinan, manajerial, serta kewirausahaan. Sehingga kelompok tani bisa berdaya saing, tata kelola usaha baik dan berkelanjutan.

Tak hanya itu, penyuluh membantu menganalisa, memecahkan masalah serta merespon peluang dan tantangan dalam mengelola usaha. Ditambah menumbuhkan kesadaran Lingkungan hidup dan melembagakan nilai nilai budaya pembangunan Pertanian yang Maju Mandiri dan modern secara berkelanjutan.

"Sehingga dampak (Penyuluhan) terasa dalam bentuk Better farming (produktivitas), better Bussiness (efisiensi usaha), better income (peningkatan pendapatan) , better living (peningkatan kesejahteraan) dan better community (pelestarian lingkungan hidup)," tuturnya.

Momon menegaskan, Penyuluhan Pertanian mengarah pada  pembangunan Pertanian yang berkedaulatan Pangan dan orientasi kesejahteraan Petani.

Diakuinya, komponen Penyuluhan terdiri dari kelembagaan Penyuluhan, kelembagaan Petani Dan KEP, Ketenagaan Penyuluhan, penyelenggaraan Penyuluhan Dan sarana prasarana pembiayaan Penyuluhan.

Di tingkat Kecamatan, kelembagaan Balai Penyuluhan Pertanian menjadi penting peranannya. Karena itu, Kementan melalukan penguatan BPP menjadi Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani). "Disini menjadi Pusat kegiatan pembangunan Pertanian yang merupakan optimalisasi fungsi Dan peran BPP dengan memanfatkan IT," bebernya.

Unduh paparan Sekjen Kementan, Momon Rusmono disini Bahan Paparan Sekjen

Tonton ulang Pembekalan Sertifikasi Penyuluh Pertanian disini Sertifikasi Penyuluh Pertanian

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018