Thursday, 23 September 2021


Abdullah Puteh: Sinar Tani Tak Boleh Mati dan Tetap Menyinari Petani

02 Sep 2021, 08:20 WIBEditor : Yulianto

Abdullah Puteh saat FGD bersama Sinar Tani | Sumber Foto:Iqbal

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---“Tabloid Sinar Tani harus tetap eksis dan tidak boleh mati, harus terus berlanjut menyinari petani. Penegasan tersebut disampaikan Senator Senior, Abdullah Puteh saat FGD: Tantangan dan Peluang Sinar Tani di Era Digital, Rabu (1/9). 

Wakil Ketua Komite DPD RI ini menambahkan, posisi media seperti Sinar Tani ini penting di era sekarang ini. Sinar Tani bisa menggantikan posisi Kementrian Penerangan di zaman dahulu, sebagai pemberi informasi sampai ke petani di level paling bawah (grass root).

Ibarat manusia, di usia 51 tahun Tabloid Sinar Tani harusnya sudah memiliki anak dan warisan alias sudah menghasilkan secara bisnis,” kata Abdullah Puteh menyemangati sekaligus memberikan ucapan Selamat Ulang tahun ke 51.

Namun, bila hal tersebut belum tercapai, maka peluang itu bisa segera didapatkan dengan cepat di era digital ini. Banyak usaha yang menghasilkan keuntungan sangat cepat, apabila model bisnis dan pengelolaannya tepat.

Memasuki usia ke 51, Tabloid Sinar Tani menjadi salah satu dari sedikit media cetak yang mampu bertahan menghadapi kondisi ketidakpastian dan perubahan secara cepat (disrupsi) bisnis media.

Pelan tapi pasti, Tabloid Sinar Tani mulai melakukan tranformasi ke arah digital dengan mengembangkan produk berita online, serta menerbitkan E Paper. Semua itu dilakukan untuk mengakomodasi perubahan perilaku pembaca yang lebih memilih gawai sebagai media untuk mencari informasi, dibanding fisik.

Tabloid Sinar Tani lahir bersamaan dengan adanya penyuluh pertanian pada tahun 1970 lalu, menjadi dua serangkai yang memberikan informasi terbaru teknologi pertanian bagi para petani di seluruh Indonesia. Mendampingi dan mengawal pertanian selama 51 tahun terakhir, menjadikan Tabloid Sinar Tani mendapatkan tempat yang khusus di mata penyuluh dan petani sebagai media yang membawa perubahan.

Senator senior dari Naggroe Aceh Darussalam ini saat ini juga tengah memperjuangkan penyuluh pertanian melalui revisi UU SP3K. Ia  memandang penting posisi penyuluh sebagai ujung tombak alias pawang dalam menyampaikan informasi ke petani. Kolaborasi Tabloid Sinar Tani dan penyuluh pertanian menjadi penting, dan harus terus di pertahankan untuk mengawal pertanian kita.

Pentingnya informasi yang disampaikan Tabloid Sinar Tani melalui penyuluh, menurut Abdullah salah satunya untuk menggerakan korporasi petani. Diberbagai belahan dunia, petani tidak sendiri-sendiri tapi berkelompok. Semakin luas lahan yang dimiliki kelompok petani, daya tawar menjadi lebih tinggi sehingga mampu menjual hasil panen sesuai keinginan, tidak ditentukan tengkulak.

Harapannya, harga jual menjadi tinggi, serta petani akan meningkat kesejahteraannya. Manfaat lain yang bisa didapatkan, dengan korporasi petani ini akses permodalan dan bantuan dari pemerintah akan lebih mudah didapat, sehingga usaha tani menjadi lebih ekonomis dan efisien.

Sekarang ini, Abdullah mengaku, sedang merintis koperasi yang menghimpun gabungan dari beberapa petani di Aceh. Bahkan sudah menyiapkan lahan 70 ha yang akan dimanfaatkan menanam komoditas pertanian unggulan seperti talas Beneng asli Pandeglang.

Makin banyak koperasi dan korporasi yang terbentuk, akan semakin baik dalam mengangkat kesejahteraan petani kedepannya, papar Abdullah.

Abdullah, yang kini juga menjabat sebagai Ketua Umum GKPPI (Gabungan Koperasi Produsen Pertanian Indonesia) mengharapkan kedepan bisa menggandeng Tabloid Sinar Tani sebagai mitra bersama dalam mengembangkan koperasi dan korporasi petani di Indonesia.

Reporter : Iqbal
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018