Thursday, 23 September 2021


Pesan untuk Petani Milenial, SYL: Kalian Tak Boleh Kalah  

10 Sep 2021, 21:41 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL saat berada di P4S Mujagi Cianjur | Sumber Foto:Julian

TABLOIDSINARTANI.COM, Cianjur---Generasi milenial menjadi tulang punggung pembangunan pertanian masa depan. Dengan energi yang cukup besar, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengingatkan agar milenial tidak boleh kalah dengan generasi sebelumnya.

Pesan tersebut disampaikan saat mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu memberikan sambutan pada acara Dukungan Kementerian Pertanian bagi Petani Milenial di lokasi P4S Multi Tani Jaya Giri (Mujagi), Kampung Pasir Cina, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Kamis (9/9).

“Alam yang bersahabat, air tidak pernah hilang, angin terus berhembus. Bahkan Indonesia adalah negara keempat terbesar di dunia yang mempunyai lahan pertanian. Indonesia adalah negara hebat,” tuturnya.

Dengan potensi yang sangat besar itu, SYL mengingatkan petani milenial tidak boleh kalah dari generasi sebelumnya yang tanpa dukungan informasi teknologi bisa mencapai swasembada pangan.

“Mereka hebat dizamannya. Tapi kalian sudah menggunakan teknologi, ada gadget dan bisa berhubungan setiap saat, bahkan menit, seharusnya kalian lebih hebat dari generasi yang lalu,” tegasnya.

Karena itu SYL mengingatkan, petani milenial harus mempunyai militansi yang tinggi. Ciri-ciri milenial itu, selalu berpindah, tidak takut gagal dan berani mencoba. “Wajar jika seorang milenial selalu ingin berganti dan mencoba hal yang baru. Tapi saya pastikan petani milenial tidak boleh kalah. Kalau takut gagal itu kolotnial,” katanya.

Peluang Besar

Bagi SYL, pertanian memberikan peluang kerja yang cukup besar. Jika saat ini ekonomi menurun dan terancam, justru pertanian menjadi usaha yang menguntungkan. Apalagi harga komoditas pertanian tidak pernah turun. “Usaha pertanian itu bukan hanya budidaya, ada off farm seperti pengemasan, sehingga memberikan nilai tambah,” ujarnya.

Soal modal, SYL juga menegaskan, jangan khawatir. Sebab, pemerintah telah menyediakan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah memberikan subsidi bunga. “Kalian bisa pinjam KUR dengan bunga hanya 6 persen,” katanya.

SYL kembali menegaskan, dirinya mendukung penuh milenial yang mau terjun ke pertanian. Apalagi potensi lahan pertanian masih cukup banyak yang belum optimal. Dukungan varietas unggul baru juga tersedia.

Namun SYL juga mengingatkan agar para milenial juga memberikan nilai tambah, seperti melakukan packing yang baik agar mudah masuk pasar, bahkan menembus pasar global.

“Ke depan secara perlahan, saya harapkan jumlah petani milenial lebih besar. Pemerintah daerah, gubernur dan bupati harus mendukung tumbuhnya petani milenial,” katanya. Saat ini diperkirakan jumlah petani milenial hanya 20 persen dan 80 persen adalah petani tua.  

 Mentan di Cianjur

Jaringan Petani Nasional

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan, pihaknya kini telah membangun organisasi jaringan petani nasional yang merupakan resonansi di daerah.

Organisasi itu terdiri dari kalangan petani milenial, khususnya Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA). Di Kabupaten Cianjur ada 238 organisasi dan Bandung 220 organisasi jaringan pertanian nasional.

“Petani milenial ini bekerjasama dengan off taker di bawah bimbingan pemerintah, pemda dan BUMD, termasuk support dari tokoh masyarakat,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara jaringan petani nasional dengan PT. Telkom dan Matahari Grup.

Secara simbolis juga diserahkan KUR untuk Kabupaten Cianjur dari Bank BRI sebesar Rp 98 miliar dan Bank Mandiri Rp 10,2 miliar. Selain itu, pemberian klaim AUTP (Asuransi Usaha Tanaman Padi) dari Jasindo kepada petani sebesar Rp 287,34 miliar untuk lahan seluas 145.181 hektar (ha).

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018