Thursday, 23 September 2021


Peternak Milenial YESS Program jadi Pelopor di Malang

13 Sep 2021, 11:05 WIBEditor : Gesha

Bibit Alfian (paling kanan baju hijau) menjadi pelopor di desanya | Sumber Foto:FERLY

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- melalui Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS), Kementerian Pertanian enjaring pemuda pemuda millennial untuk menjadi ikon pelopor pemuda maju yang dapat menggerakkan pertanian untuk lebih menarik bagi generasinya. Seperti yang dilakukan peternak milenial asal Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Nama peternak milenial itu adalah Bibit Alfan yang selama hampir 3 tahun ini sudah mulai mengembangkan ternak kambing Etawa. Pengembangan kambing Etawa ini menggunakan konsep Breeding dan Fattening, yaitu konsep Perkawinan ternak kambing Etawa untuk menghasilkan turunan yang unggul dan konsep penggemukan untu menghasilkan bobot daging yang diharapkan berdasarkan usia kambing.

Bibit bercerita, awal usahanya dimulai ketika membeli anakan kambing pejantan Etawa unggul yang kemudian dikawinkan dengan betina Etawa dan ternyata mendapatkan anakan yang unggul dimana diketahui ketika dikumpulkan bersama anakan kambing lainnya.

Sistem pemeliharaannya melalui kandang bertingkat dimana kolong bawah digunakan untuk memudahkan pembersihan kandang dan kotoran kambingnya langsung dimanfaatkan oleh petani pekebun Jeruk yang ada tidak jauh dari kandang. Selain itu dalam proses penggemukkan, kambing diberikan pakan segar langsung dari sekitar dan ini yang menjadikan keunggulan karena pakan yang melimpah. Selain itu juga dilakukan melibatkan tetangga atau masyarakat sekitar untuk dapat terlibat dalam ternak kambingnya.

Konsep Agrosocioentrepreneur ala Bibit ini menarik minat dari Politeknik Pembangungan Pertanian (Polbangtan) Singosari Malang ketika melakukan verifikasi dan validasi (Verval) terhadap petani muda millennial yang ada di Kabupaten Malang, khususnya kali ini kunjungan ke Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Tim dari Polbangtan Malang ini dipimpin oleh Sutoyo,  Mutmainah dan Heru, yang mengunjungi Bibit Alfian. Pada kesempatan itu Bibit Alfan didampingi Fasilitator kecamatan Wagir A Hibatullah dan tim dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan Wagir Ferly Tambunan dan Suhardi selaku penyuluh wilayah binaan.

"Dalam program Yess ini, konsep pemuda millennial ini untuk memberikan motivasi kepada generasi muda yang di kenal sebagai generasi millennial untuk lebih mencintai dan tertarik terhadap dunia pertanian sesuai dengan kenajuan jaman dan ilmu pengetahuan," ungkap Sutoyo

Lebih lanjut Sutoyo menuturkan, konsep petani (termasuk peternak) millennial ini lebih mengarahkan generasi muda menjadi seorang agroentrepreneur atau wirausahawan pertanian yang memiliki jiwa mandiri dan berdaya saing. Dengan konsep pemuda yang Tumbuh – Berkembang – Mandiri maka diharapkan pemuda yang sudah memiliki ketertarikan dalam bidang pertanian (start up) diberikan pembinaan dan pendampingan melalui usaha yang dimilikinya agar termotivasi untuk lebih dapat berkembang dengan memanfaatkan sumberdaya dan potensi yang ada sehingga dapat mandiri.

"Dalam artian, dapat mencari solusi terlebih dahulu bagaimana jika ada masalah dan hambatan yang dihadapi kemudian dapat mencari pertimbangan atau masukkan dari pihak terkait atau memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada. Dengan demikian pemuda tani itu dapat menemukan dan memberikan jawaban atas apa yang dihadapi dengan semangat seorang wirausahawan," jelasnya.

Tentu saja tidak hanya memperkaya diri sendiri tetapi juga dapat melibatkan atau memberdayakan masyarakat sekitar untuk bangkit bersama dalam kegiatan yang sudah dikembangkan ini (Agrosocioentrepreneur). "Pemuda millennial ini juga dapat bekerjasama dengan penyuluh yang ada dalam mengembangkan metode ternak kambing yang baik dan benar dari segi pemenuhan pakan, kandang bahkan dari kesehatan ternak sendiri.

Diakui Sutoyo, program Hibah Yess ini berbeda dan mendapatkan perhatian serius dari pemerintah sehingga pengawasan dan pendampingannya dilakukan secara terstruktur dan di evalusi dalam setiap tahun agar didapat seorang entrepreneur yang berdaya saing dan mandiri serta dapat lebih mengembangkan minat pemuda untuk berkarya disektor pertanian.

Karenanya, Peran Balai Penyuluhan Pertanian kecamatan Wagir juga sangat penting untuk selalu mendampingi pemuda millennial ini, dikarenakan untuk dapat membantu memberikan pengetahuan atau transfer of knowledge agar dalam kegiatan budidaya ternaknya juga dapat maju dan saling tukar informasi bagaimana cara atau langkah langkah yang tepat. Terlebih lagi dalam penyusunan laporan kegiatan bersama Fasilitator kecamatan yang ada.

Reporter : Ferly Tambunan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018