Thursday, 23 September 2021


Ajarkan Mahasiswa Berwirausaha, Polbangtan Gowa Bangun Toko Tani 

14 Sep 2021, 20:31 WIBEditor : Yulianto

Peletakkan batu pertama pembangunan toko tani | Sumber Foto:Polbangtan Gowa

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Gowa -- Sebagai salah satu UPT pendidikan di bawah naungan Kementerian Pertanian, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa berkomitmen melahirkan petani millenial, termasuk membangun dan mendorong mahasiswa menekuni serta menjiwai wirausahanya.

Dibuktikan dengan menjalin kerjasama antara Polbangtan Gowa dan Bank Sulselbar untuk memfasilitasi para mahasiswa berwirausaha dengan membangun Pusat Kegiatan Agribisnis berkonsep toko tani. Kegiatan Polbangtan ini sejalan dengan komitmen Kementan untuk melakukan regenerasi petani.

Direktur Polbangtan Gowa, Syaifuddin, pada peletakan batu pertama Pembangunan Pusat Kegiatan Agribisnis Mahasiswa Polbangtan Gowa, beberapa waktu lalu mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari Kerjasama dengan Bank Sulselbar yang beberapa waktu telah dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding.

Pusat Agribisnis tersebut akan berkonsep Toko Tani yang dapat menampung hasil-hasil praktikum mahasiswa termasuk produk PWMP mahasiswa. "Ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk kegiatan agribisnis mahasiswa karena itu juga yang diharapkan pihak Bank Sulselbar yang dimana sangat concern membantu UKM maupun kegiatan mahasiswa yang berwirausaha," ujar Syaifuddin.

Dikatakan, pihaknya kini tengah membuka ruang seluas-luasnya menjalin kerjasama dengan berbagai pihak termasuk dengan Bank Sulselbar. Selain untuk kepentingan peningkatan kompetensi mahasiswa, kerjasama juga berpengaruh pada proses akreditasi.

Untuk Pembangunan Pusat Agribisnis mahasiswa Polbangtan Gowa ini berupa bangunan Toko Tani, yang bersumber dari bantuan Bank Sulselbar senilai Rp232.730.000, melalui beberapa tahap termasuk pengajuan proposal dan survei lokasi oleh tim Bank Sulselbar. "Semoga dibangunnya Toko Tani ini, juga bisa berdampak positif bagi masyarakat sekitar," kata Syaifuddin.

Sementara itu dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, meyakini regenerasi merupakan prioritas utama Kementerian Pertanian (Kementan) yang siap dimaksimalkan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP).

"Masa depan pertanian Indonesia. Ada ditangan petani-petani muda, karena melalui merekalah p inovasi-inovasi sektor pertanian bisa dihadirkan," kata Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan, pemerintah menargetkan 2,5 juta petani milenial. Dan ini diperlukan campur tangan Kementerian/lembaga terkait untuk melakukan pendampingan secara intensif dalam menciptakan generasi Milenial yang mampu mengelola sektor pertanian secara profesional.

 

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018