Sunday, 24 October 2021


Dengan Pertanian Modern, DPM/DPA Tingkatkan Produktivitas 

20 Sep 2021, 19:48 WIBEditor : Yulianto

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi ertemuan Pengembangan dan Penguatan Jejaring Kerjasama Antar Duta Petani Milenial (DPM)/Duta Petani Andalan (DPA) Kementan di Bali, Kamis (16/9). | Sumber Foto:BPPSDMP

TABLOIDSINARTANI.COM, Denpasar---Peningkatan produktivitas pertanian yang dilakukan Kementerian Pertanian, mendapat dukungan penuh dari Duta Petani Milenial/Duta Petani Andalan (DPM/DPA). Dengan menerapkan pertanian modern, para petani muda tersebut meningkatkan produktivitas.

Pertanian modern diyakini dapat  memberikan dampak positif bagi insan pertanian, mulai dari memudahkan pekerjaan hingga meningkatkan produktivitas. Beberapa faktor yang mendukung pertanian modern adalah sumber daya manusia (SDM), benih berkualitas tinggi, pemupukan berimbang, pemanfaatan internet of things (IOT) serta penggunaan alat mekanisasi pertanian. 

Sistem pertanian modern dinilai menjadi jalan menuju keberhasilan modernitas di Indonesia dengan konsep utama optimalisasi usaha tani untuk menghasilkan produktivitas yang memiliki kualitas tinggi.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) yakin sektor pertanian tak mungkin bisa maju tanpa digitalisasi. Karena itu perlu mempercepat proses produksi pertanian dengan sentuhan teknologi mekanisasi berbasis digital. 

“Saya makin percaya anak muda yang mau terjun dibidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik, apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia maka dunia dalam genggaman kalian,” tegas SYL.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, pada Pertemuan Pengembangan dan Penguatan Jejaring Kerjasama Antar Duta Petani Milenial (DPM)/Duta Petani Andalan (DPA) Kementan di Bali, Kamis (16/9).

 “Kita membutuhkan generasi milenial sebagai masa depan pertanian. Target hingga tahun 2024, kita harus mampu mencetak dan menumbuhkan sebanyak 2,5 juta Petani Milenial yang menjadi tonggak pembangunan pertanian,” tegas Dedi.

Ia memaparkan, sebagai modal utama kesuksesan petani serta wirausaha pertanian milenial harus professional dengan memiliki kompetensi sesuai dengan profesi yang ditekuni, mempunyai pengetahuan, sikap, keterampilan, motivasi dan atribut lain yang diperlukan agar dapat berhasil dalam pekerjaannya.  

Dikatakan, milenial harus mandiri, mengandalkan inisiatif, kemampuan dan tanggung jawab pada diri sendiri secara konsekuen dan menghindari dari sikap ketergantungan pada orang lain apalagi mengharapkan bantuan semata. "Kalian jangan mau kalah dengan petani yang senior, harus memiliki daya saing untuk menghadapi hambatan atau kemampuan untuk meraih kesuksesan," ujarnya.

Dedi juga mengingatkan, tak kalah penting kalian harus mampu mengidentifikasi peluang bisnis serta merencanakan usaha pertanian yang menguntungkan, memiliki karakter yang tangguh dan berani mengambil risiko, baik dalam pasar domestik maupun ekspor.

 

Menurutnya, DPM/DPA adalah SDM pilihan. Kehadirannya harus dapat meresonansi generasi muda lainnya. Sektor pertanian adalah sektor yang menjanjikan, menjadi petani adalah hal yang keren. 

Dedi mengatakan, generasi milenial akan sukses bila menerapkan kunci keberhasilan dalam pertanian yakni meningkatkan daya saing dengan menggenjot produktivitas. Gunakan varietas unggul, lakukan pemupukan berimbang sesuai dengan kebutuhan tanaman dan jangan ragu untuk memanfaatkan alat mekanisasi pertanian.

"Kalian yang akan menorehkan sejarah baru dalam sektor pertanian, terapkan pertanian modern maka produktivitas akan meningkat, Kedepan kita tidak akan lagi impor, yang ad akita akan kuasai dunia dengan produk pertanian kita melalui ekspor,” sambung Dedi lagi.

Reporter : Lely (BPPSDMP)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018