
Petani Kabupaten Serang ketika ikut Sekolah Lapang
TABLOIDSINARTANI.COM, Serang --- Petani di Kabupaten Serang sekarang lebih mudah mengadopsi teknologi budidaya dan memilih menggunakan varietas unggul baru (VUB) untuk pertanaman padinya. Semua itu berkat penyuluhan model Sekolah Lapang yang diinisiasi bersama dalam Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) .
"Di Kecamatan Padarincang sendiri persentase adopsi paket teknologi oleh petani sudah jauh lebih baik, diantaranya penggunaan VUB sekitar 96,8 persen, pengolahan tanah 93,7 persen, persemaian 75 persen, penanaman 57,8 persen, pemupukan 50 persen, tata guna air 93,7 persen, penyiangan 100 persen, pengendalian OPT 62,5 persen, pembuatan kompos 56,25 persen, " ungkap Koordinator Penyuluh Kecamatan Padarincang, Hanif Muslim SP.
Untuk penerapan penanganan panen dan pasca panen masih terhitung minim persentasenya dikarenakan kurangnya alsintan yang dimiliki petani.
Koordinator Penyuluh Kecamatan Cinangka, Muhaedi menambahkan, sejauh ini pelaksanaan Sekolah Lapang (SL), khususnya SL tentang sistem tanam jajar legowo pada komoditas padi, mendapat sambutan antusias dari para petani. Hal ini terlihat dari semangat petani untuk hadir mengikuti materi dan pengamatan lapangan, bahkan petani alumni SL sebelumya sudah banyak yang menerapkan sistem tanam jarwo di lahannya masing-masing.
Muhaedi menjelaskan bagi petani Sekolah Lapang bukan sekedar “belajar dari pengalaman”, melainkan suatu proses sehingga peserta didik yang kebanyakannya adalah orang dewasa, dapat menguasai suatu proses “penemuan ilmu” yang dinamis dan dapat diterapkan dalam manajemen lahan pertaniannya maupun dalam kehidupan sehari-hari. "Hal ini penting, karena di jaman sekarang ini sarat dengan unsur perubahan. Diharapkan agar proses Sekolah Lapang dapat menyiapkan petani tangguh yang mampu menghadapi dinamika sekarang dan tantangan masa depan, " tuturnya.
Sementara itu, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Kecamatan Padarincang,Mad Hadi, mengatakan bahwa kepengurusan P3A 95% anggota adalah anggota poktan, yang mana saat ini status badan hukum P3A yang ada di DI Telagawangsa baru sampai pada pengumpulan data untuk pembuatan SK Bupati dan Akta Notaris.
"Daerah Irigasi Telagawangsa Desa Cipayung Kecamatan Padarincang memiliki 12 titik pintu air yang sudah dibuat program perencanaan ulu-ulu/ ketua blok. Kami selaku TPM selalu mengingatkan akan pentingnya iuran dalam mengelola irigasi, yang mana tiap masyarakat yang mendapat manfaat dari Irigasi Telagawangsa untuk membayar IPI (Iuran Pemeliharaan Irigasi) sebagaimana yang tercantum dalam AD/ART P3A” jelasnya.
Membangun Kreativitas kelompok dengan mengajukan pembuatan jalan inspeksi sepanjang 1200 meter ke Dinas PUPR, dengan harapan Daerah Irigasi Telagawangsa bisa menjadi P3A percontohan di Kabupaten Serang. “Bentuk usaha ekonomi kreatif yang saat ini sedang diupayakan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat tani di sekitar Daerah Irigasi yaitu dengan menanam tomat dan cabai," ujarnya.
Untuk diketahui, Kegiatan Sekolah Lapang (SL) ini merupakan bagian dari Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) dan dilakukan di tujuh desa tersebar di empat kecamatan yang terdapat enam Daerah Irigasi, yaitu dua Daerah Irigasi di Kecamatan Cinangka, satu Daerah Irigasi di Kecamatan Pabuaran, dua Daerah Irigasi di Kecamatan Padarincang, dan satu Daerah Irigasi di Kecamatan Kramatwatu.
"Program IPDMIP ini adalah proyek yang terintergrasi dengan Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta BPKAD selaku Bendahara Umum Daerah. Dengan mengintegrasikan irigasi dan lembaga petani dengan tiga hal pokok, yaitu irigasi, peningkatan produksi hasil pertanian dan peningkatan pendapatan petani. Disini peran penyuluh sangatlah penting untuk berbagi informasi dan inovasi dibidang pertanian sehingga tujuan dari program ini dapat terwujud dan stimulus yang diberikan pemerintah tidak sia-sia, "jelas Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Ir. H. Arif M. Yasin, MM.
Arif menambahkan, Kelembagaan kelompok tani harus selalu aktif sebagai wadah untuk komunikasi antar petani, dengan melakukan pertemuan-pertemuan rutin seperti yang dilaksanakan saat ini untuk mereview, dan membahas permasalahan serta berdiskusi untuk mencari pemecahan masalah bersama-sama.
Evaluasi
Hasil menggembirakan ini merupakan evaluasi program IPDMIP untuk Kabupaten Serang. Salah satu kegiatan dalam Rencana Kerja Tahunan Program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) adalah melaksanakan pertemuan bulanan untuk me-review pelaksanaan kegiatan bulan sebelumnya.

Pertemuan review bulanan kegiatan IPDMIP pada Selasa (21/9) dihadiri oleh Kabid. Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Kasi. Ketenagaan, Penyuluh Kabupaten, Koordinator Penyuluh Kecamatan Cinangka, Padarincang, Pabuaran dan Kramatwatu, Penyuluh WKPP, Staf Lapang IPDMIP, TPM Kabupaten Serang serta Konsultan Teknis Kabupaten.
“Kepada semua pelaku program IPDMIP diharapkan agar menjadikan pertemuan bulanan ini sebagai ajang untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya, menyampaikan permasalahan atau kekurangan pada pelaksanaan kegiatan sebelumnya”. “Selain itu, yang harus menjadi catatan penting adalah bagaimana upaya yang perlu dilaksanakan untuk memecahkan semua permasalahan tersebut secara bersama-sama agar program IPDMIP berjalan lebih baik dan efektif,” tegas Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Ir. H. Arif M. Yasin, MM.
Sementara itu, Kepala Seksi Ketenagaan Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Erna Ariestanti,SP saat menyampaikan laporan mengatakan bahwa pertemuan kali ini merupakan pertemuan review yang keempat dari tujuh kali pertemuan yang direncanakan di tahun 2021. "Agenda utama yang dibahas pada pertemuan ini diantaranya adalah review pelaksanaan kegiatan SL Program IPDMIP dan kelanjutan proses kegiatan pemetaan awal untuk komoditas bernilai ekonomis tinggi di musim berikutnya," ujarnya.
Konsultan Teknis IPDMIP Kabupaten Serang, Turmudi, mengatakan bahwa secara umum progres pelaksanaan kegiatan program IPDMIP di Kabupaten Serang telah berjalan sesuai arah dan tujuan program, baik dari aspek teknis maupun keuangan. Turmudi melanjutkan, forum pertemuan bulanan penyuluh ini adalah salah satu langkah strategis dalam rangka mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi terkait dengan upaya pencapaian target kegiatan program IPDMIP.
“Saya optimis bahwa dengan semangat kerjasama dan kekompakan tim disemua level seperti pada forum pertemuan bulanan penyuluh ini, IPDMIP Kabupaten Serang akan mampu meraih target yang ditetapkan,” tuturnya.
Terkait pelaksanaan dan kendala yang dihadapi di lapangan, beberapa penyuluh pertanian menyampaikan apresiasinya terkait adanya kegiatan Sekolah Lapang (SL) program IPDMIP ini. Dengan adanya SL ini, dirasakan petani memberikan manfaat karena memberikan informasi dan inovasi-inovasi di bidang pertanian.
Ilmu-ilmu yang didapat di sekolah lapang seperti jajar legowo, pembuatan agen hayati, dan pengendalian hama menggunakan pestisida hayati telah dipraktikan di beberapa lahan petani yang mengikuti SL. Kendala yang dihadapi petani, rata-rata hampir sama yaitu hama lembing, walang sangit dan hama wereng.
Sementara itu, Pejabat Fungsional Kabupaten Serang, Sutisna SP menyebutkan bahwa kegiatan SL melalui program IPDMIP merupakan salah satu langkah strategis, selain dalam rangka meningkatkan produksi juga sebagai upaya memperbaiki kwalitas produk petani yang pada akhirnya berdampak kepada perbaikan posisi tawar dan nilai tambah bagi mereka”. “Alangkah baiknya apabila Daerah Irigasi Telagawangsa bisa dijadikan objek wisata dengan tujuan menambah income bagi P3A di Kecamatan Padarincang, ” tambahnya.
Pertemuan diakhiri dengan kesepakatan semua pihak untuk menyukseskan program IPDMIP, salah satunya melalui akselerasi pelaksanaan kegiatan program, baik di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa.