Saturday, 23 October 2021


Mengungkit Peran Penyuluh dalam Proyek IPDMIP

07 Oct 2021, 08:41 WIBEditor : Yulianto

Peserta peningkatakan kapasitas penyuluh penerima proyek IPDMIP di Kabupaten Tanggamus | Sumber Foto:Roni S

TABLOIDSINARTANI.COM, Palembang---Proyek Intregated Participatory Development of Management Irrigation Program (IPDMIP) menjadi upaya meningkatan produktivitas pertanian di daerah irigasi (DI). Karena itu, kapasitas dan peran penyuluh yang berada di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) perlu ditingkatkan. Salah satunya dengan kemampuan menulis.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian melalui National Project Implementation  Unit (NPIU)  IPDMIP menggelar pelatihan atau pertemuan penguatan materi dan Informasi  penyuluhan di lokasi IPDMIP.

Pertemuan yang berlangsung di Palembang diikuti kepala bidang atau kepala seksi yang menangani penyuluh pertanian dan Koordinator BPP di wilayah Sumatera Selatan dan Lampung penerima Proyek IPDMIP.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian, memotivasi dalam pembuatan materi dan informasi penyuluhan serta meningkatkan kualitas dan kuantitas materi penyuluhan spesifik lokalita,” kata Manager NPIU IPDMP, Basuki Setiadi.

Basuki juga menyampai materi tentang pembuatan media penyuluhan seperti menulis di media massa. Menurutnya, memasuki era industri 4.0, penyuluh pertanian harus mampu meningkatkan kemampuan diri dalam penguasaan teknologi informasi (IT).

Selanjutnya, penyuluh juga mampu menggunakan teknologi tersebut untuk menyebarkan materi dan informasi kepada petani. “Diharapkan nantinya petani mampu mengakses teknologi, pasar dan modal sehingga dapat meningkat kesejahteraannya, tegasnya.

Basuki menambahkan, kemampuan penyuluh pertanian membuat atau menyusun materi penyuluhan pertanian harus ditingkatkan. Untuk itu ia berpesan penyuluh harus sering membiasakan menulis.

“Dengan sering menulis, maka akan semakin lancar dalam menyampaikan gagasannya, dalam menyampaikan program dan menyebarkan teknologi yang ada di wilayahnya,” tuturnya.

Narasumber kegiatan antara lain Kepala Badan PPSDMP, koordinator Penyuluh Pertanian Pusat, admint Cyber Extension Pusat Penyuluhan Pertanian, Media Sinartani dan Praktisi Sosial Media.  Dalam kegiatan ini peserta juga diberikan tugas untuk penulisan materi penyuluhan pertanian spesifik lokalita. Pelatihan yang diikuti 52 peserta ini juga mempelajari pembuatan video untuk bahan penyuluhan. 

Untuk meningkatkan kemampuan menulis, Redaktur Pelaksanan Tabloid Sinar Tani, Yulianto secara virtual menjelaskan kiat menulis berita. Diharapkan informasi yang ada di lapangan tersebut bisa disebarkan kepada penyuluh lainnya dan petani melalui cyberextention.

Langkah-langkah dalam menulis bagaimana memilih topik atau tema yang menarik di masyarakat. Tema atau topik menurut Yulianto bukan lah judul, tapi pokok pembahasan yang dipakai sebagai dasar pembuatan naskah.

Untuk membuat tulisan yang baik, Yulianto menyarankan, agar seorang penyuluh membuat kerangka tulisan atau outline agar tulisan terarah. Selain itu mengumpulkan bahan agar tulisan menjadi lengkap.

“Jangan lupa menggunakan kalimat yang ringkas dan jelas. Hindarkan juga kata yang sama dalam kalimat dan gunakan tata bahasa yang benar. Pelu diingat juga untuk mengorksi tulisan,” pesannya.

Bagaimana trik menarik pembaca? Yulianto mengatakan, agar dapat menarik pembaca, topik harus berkaitan dengan kepentingan pembaca, merupakan fakta yang sedang hangat diperbincangkan di masyarakat, sesuai dengan program pemerintah dan merupakan gagasan pembaharuan yang berasal dari masyarakat

Struktur penulisan menggunakan piramida terbalik, yaitu mulai menulis dari informasi yang penting, dilanjutkan dengan penjabaran dari informasi dan ditutup dengan informasi tambahan,” tuturnya. 

Dalam penutup sebaiknya berisi harapan dan himbauan agar pembaca dapat melaksanakan apa yang terkandung dalam tulisan.  Selain itu dalam penulisan sebaiknya dibuat sub judul, untuk  membatasi pembahasan dalam tulisan dan untuk mempermudah pemahaman dari pembaca.

Kabupaten Tanggamus menjadi salah satu daerah atau kabupaten yang menerima Proyek IPDMIP mengikuti kegiatan tersebut. Melalui Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) mengutus sembilan perwakilannya yaitu Dian Hidayat, S.P, M,M (Kepala Bidang Penyuluh Pertanian), Roni Sepriyono, SP (Koordinator BPP Kota Agung Timur), Nelly Susyanti, S.PKP (Koordinator BPP Pulau Panggung).

Selain itu, Eryanto MZ, SP (Koordinator BPP Talang Padang), Matin Rilawaty, SP (Koordinator BPP Gunung Alip), Farhantaha, SP, (Koordinator BPP Pugung), Firman Malik, S.SST, (Koordinator BPP Wonosobo), Andreas Haryadi, S,ST (BPP Kota Agung Barat) dan Rosana Harahap, S.TP (Koordinator BPP Gisting).

 

Reporter : Roni Sepriyono SP
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018