Wednesday, 01 December 2021


Polbangtan Malang Dorong Laju Pertumbuhan Wirausahawan Muda

10 Nov 2021, 08:15 WIBEditor : Yulianto

Kegiatan penumbuhan wirausahawan muda pertanian di Polbangtan Malang | Sumber Foto:Dok. Polbangtan Malang

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang---Kementerian Pertanian saat ini terus mendorong penumbuhan kewirausahaan muda pertanian. Salah satunya melalui program Yess (Youth Intrepreneurship And Employment Support Service) yang merupakan kerjasama Kementerian Pertanian dengan IFAD.

Dr. Acep Hariri, Project Manager YESS Jatim mengatakan, peningkatan kemampuan keilmuan dalam berusaha tani petani milenial Jawa Timur dalam program YESS merupakan kerjasama Kementan dengan IFAD.  Salah satunya programnya berada di Politeknik  Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang.

“Saat ini PPIU Jatim melalui Program YESS telah berhasil memberikan pelatihan kepada 3.800 petani milenial calon penerima manfaat. Ke depannya diharapkan akan menjadi petani pembaharu di bidang pertanian,” katanya.

Selain program Yess, tak kalah Polbangtan Malang saat ini juga membentuk kelompok-kelompok mahasiswa penerima program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP). Kegiatannya melalui Teaching Farm Peternakan Kampus Politeknik Pembangunan Pertanian Malang, Minggu (7/11).

“Program YESS yang dikhususkan untuk petani milenial dan PWMP untuk mahasiswa Polbangtan Malang merupakan buah inovasi atas kebutuhan lapangan yang menghendaki percepatan kemampuan adaptasi atas teknologi terbaru di bidang budidaya sekaligus kemampuan manajemerial terapan,” jelas Uud sapaan akrab Setya Budhi Udrayana, Direktur Polbangtan Malang.  

Akhir bulan lalu, sambungnya, Polbangtan Malang juga mengadakan pelatihan peningkatan efektifitas dan kapasitas staff BDSP Program YESS. Pelaksanaan pelatihan ini melibatkan tiga master trainer yang cukup berpengaruh yang diambil dua ahli dari BBPP Ketindan dan satu ahli dari Polbangtang Malang.

Selain para staf, juga hadir 56 peserta dari perwakilan BDSP yang terdiri dari BPP, BLK, PLUT dan P4S di empat kabupaten yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Pacitan.

“Saya meyakini keberhasilan di Jatim harus di mulai dari peningkatan kapasitas keilmuan dan efektifitas program dari para staf. Dan hasil dari pelatihan minggu lalu kami tancap gas berinovasi,” katanya.

Lebih lanjut Uud menyatakan, pihaknya beserta staf berupaya keras menindaklanjuti setiap arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa regenerasi petani harus terus dilakukan untuk menjaga keberlanjutan masa depan pertanian Indonesia.

 

“Dan kami pun mendapatkan instruksi langsung dari Kepala Badan PPPSDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof Dedi Nursyamsi bahwa politeknik di bawah koordinasi Kementan harus mampu menciptakan qualified job creator dan qualified job seeker dengan cara melalui pengembangan metode pembelajaran, baik di kampus maupun  kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI),” tuturnya.

Senada dengan itu, Wakil Direktur Direktur Polbangtan Malang, Andi Warnaen menjelaskan, salah satu wujud implementasi program PWMP adalah integrasi antara program PWMP dengan kegiatan akademik melalui pembelajaran berbasis Teaching Factory (TeFa). 

 

Politeknik Pembangunan Pertanian Malang berhasil meraih juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Intechnoculture di Universitas Padjajaran (Unpad) yang dilaksanakan secara daring pada Sabtu, 11 September 2021 lalu.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018