Wednesday, 01 December 2021


Mentan SYL : Milenial Papua dan Papua Barat Tak Boleh Ragu jadi Petani

15 Nov 2021, 11:57 WIBEditor : Gesha

Pelatihan Teknis Papua dan Papua Barat | Sumber Foto:BPPSDMP

TABLOIDSINARTANI,COM, Papua --- Meskipun berada di ujung timur Indonesia, milenial di Papua dan Papua Barat tidak boleh ragu menjadi petani milenial. Karena Kementerian Pertanian (Kementan) akan selalu mendukung mereka.

"Petani Milenial Papua dan Papua Barat tak boleh ragu sedikit pun. Anak muda jangan takut gagal!. Anak Papua jangan sampai kalah dengan anak Indonesia lainnya," tegas Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo ketika membuka "Pelatihan Bagi Petani Milenial di Papua Dan Papua Barat Mendukung Ketersediaan Pangan", Senin (15/11).

Karenanya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak calon-calon petani milenial ini sebagai pejuang pangan. SYL menyebut menjadi petani milenial juga menjadi pejuang kemanusiaan sekaligus pejuang bangsa yang memperbaiki Indonesia melalui pertanian. 

Dirinya mengapresiasi upaya pelatihan yang digelar Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) untuk calon petani milenial Papua dan Papua Barat sejak 15 November hingga 23 November mendatang ini. Namun, Mentan SYL  kembali menegaskan pentingnya kemauan dan semangat dari calon petani milenial tersebut. "Menjadi petani milenial itu hebat, luar biasa. Mau berbuat untuk dirimu sendiri dan bangsamu dengan tulus," tuturnya.

SYL juga menegaskan, pelatihan menjadi bagian connecting petani Milenial dengan Kementerian Pertanian, menjadi bagian anak negeri yang turut membangun pertanian Indonesi, menjadi pejuang Papua."Polbangtan harus back up pelatihan ini, BPTP dan Balitbangtan curahkan kemampuan kalian, latih petani milenial ini," pesannya.

SYL menargetkan, petani milenial Papua dan Papua Barat sudah harus menunjukkan aksinya dalam 1 bulan mendatang. "Pertanian tidak kenal menyerah dan tangguh. Papua punya lahan yang subur, Papua disayang oleh Tuhan, caranya kalian harus manfaatkan cahaya, matahari dan tanah tersebut," tegasnya. 

Untuk mengolah pertanian nan subur dari Papua dan Papua Barat ini, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menyebutkan pihaknya bersama stakeholder lainnya berupaya keras menciptakan petani milenial yang bervisi maju, mandiri dan modern melalui berbagai cara, salah satunya pelatihan.

"Pelatihan sekarang ini diikuti oleh 1200 calon petani milenial dari Papua dan Papua Barat. Pelatihan ini dilakukan secara blended yakni online dan offline, khususnya bagi daerah yang terbatas sinyal internet dan dilakukan secara bergelombang sampai tanggal 23 November," jelasnya.

Pendampingan dan pelatihan dilakukan oleh widyaiswara serta peneliti dari Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), bahkan didukung oleh Staf Khusu Presiden, Billy Mambrasar. "Pelatihan bagi petani milenial ini, tersebar di lebih 20 kabupaten dan kota di Papua serta 18 kabupaten dan kota di Papua Barat," tambahnya.

Pelatihan Petani Milenial di Papua dan Papua Barat ini sejalan dengan pelatihan petani milenial yang sudah dilakukan di kawasan barat Indonesia. Sehingga, target sebanyak dua juta petani milenial bisa tercipta.  Terkait materi pelatihan, Dedi menjelaskan petani milenial ini mendapatkan materi budidaya pertanian, manajerial dan wirausaha pertanian seperti cara mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendapatkan modal usaha.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018