Monday, 06 December 2021


SEAVEG 2021, Polbangtan Bogor Pamerkan Mesin Pengupas Bawang Merah

24 Nov 2021, 09:55 WIBEditor : Gesha

Polbangtan Bogor mendapatkan penghargaan dalam SEAVAG 2021 | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, BOGOR – Kiprah Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) tidak perlu diragukan lagi. Kali ini, Polbangtan Bogor menjadi juara 3 Kategori Outstanding Oral Presentation pada ajang International Symposium South East Asia Vegetables (SEAVEG) 2021 Conference, Jumat (19/11).

Konferensi yang dihelat di Plaza Ambarrukmo, DI. Yogyakarta ini dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta yang berasal dari 6 negara. Total ada 85 penelitian yang diajukan dalam ajang perlombaan ini. Dimana juara pertama diraih oleh Taiwan, Juara kedua diraih oleh delegasi dari IPB, dan Juara ketiga diraih oleh Tim Delegasi dari Polbangtan Bogor.

Adapun penelitian yang dibawakan oleh Tim Polbangtan Bogor di SEAVEG 2021 memiliki judul Performance Test of Shallot Dehuller Machine Type BEJE PB 01 dengan topik Covid 19: Issues and Challengers in Vegetables for Resilience during Pandemic.

Tim penyusun yang merupakan gabungan tim dosen dan mahasiswa ini diketuai oleh Annisa Nur Ichniarsyah dan beranggotakan Yul Harry Bahar (sekaligus sebagai presentator), Nawangwulan, Titis Puri, serta Linda Lisnawati.

Pada ajang internasional tersebut, tema yang diusung adalah Vegetables for Resilience and Healthy Diets. Peserta diminta memilih salah satu dari 5 topik sebagai berikut: Hunger and Malnutrition, Food and Nutrition Security, Food Supply Chain and Agribusiness, Young Agripreneur in Horticulture, dan Covid 19: Issues and Challenges in Vegetables for Resilience during Pandemic. 

Annisa, yang juga merupakan staf Calon Dosen di Prodi Teknologi Mekanisasi Pertanian (TMP) Polbangtan Bogor mengatakan bahwa judul penelitian ini diambil dari tugas akhir mahasiswa yang diarahkan lebih lanjut oleh prodi untuk dikembangkan.

“Mahasiswa melakukan kegiatan tugas akhir di PT. Bahagia Jaya Sejahtera. Salah satu mesin yang diproduksi adalah mesin pengupas bawang. Mahasiswa kami arahkan untuk melakukan uji performa mesin tersebut. Karena belum pernah dilakukan secara menyeluruh. Diantaranya mengecek bagaimana kinerja mesin tersebut. Kemudian disesuaikan dengan data maupun standar yang ada,” ujarnya.

Senada dengan Annisa, Yul Harry Bahar sebagai presentator dalam tim mengatakan bahwa prestasi yang diraih merupakan anugerah dari Tuhan.

“Paper sudah disiapkan, bahan presentasi mengalami sedikit modifikasi sehingga lebih atraktif dalam penyampaiannya. Dalam presentasi pun ada improvisasi untuk menyampaikan sehingga dapat lebih dicerna dan dipahami oleh orang banyak. Nampaknya selama presentasi menarik minat para peserta symposium karena banyak sekali yang bertanya dan saya bisa menjelaskan dengan baik," ungkapnya.

Kepala Prodi TMP ini menambahkan, bahwa penelitian ini merupakan hasil kerjasama antara Prodi TMP dengan PT. Bahagia Jaya Sejahtera (BJS).“Mesin ini baru prototype yang dibuat antara kerjasama prodi TMP dengan PT. BJS. Makanya nama prototypenya ada nama perusahaannya,” imbuhnya.

Mengenai kinerja mesin ini sendiri, Yul menjelaskan secara lebih rinci.“Yang kami presentasikan adalah bagaimana kinerja mesin pengupas bawang merah. Untuk skala rumah tangga itu tidak masalah. Tapi untuk industri besar, akan memakan waktu yang lama. Membuang kulit bawang merah dengan menggunakan mesin, " tambahnya. 

Yul merasa bangga atas pencapaian tim pada ajang internasional tersebut. “Saya merasa bangga kita dapat bersaing di ajang internasional. Bersaing bersama perguruan tinggi ternama lainnya. Kelompok kami berbangga, jika kita sangat serius, dipersiapkan dengan baik, maka hasil yang baik akan bisa dicapai. Saya sangat bangga bisa melakukan penelitian yang baik dan dapat mempresentasikan dengan baik, " tambahnya. 

Untuk memotivasi mahasiswa mahasiswi Polbangtan lainnya, Yul berharap agar mereka bisa merancang dan mendesain suatu penelitian yang tidak terbayangkan oleh orang lain.  "Penelitian tidak perlu terlalu wah, asalkan applicable itu sudah sangat baik. Kalau ada ajang seperti ini mari kita ikut berpartisipasi dengan serius,” pungkasnya.

Jaga Ketahanan Pangan

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan 2020 hingga 2021 ini merupakan tahun yang tidak dapat dilupakan. “Diawali dengan panggilan darurat bagi komunitas global, karena pandemi COVID-19 yang telah terjadi. Kondisi yang sangat mengkhawatirkan dalam ketahanan pangan,” katanya.

Mentan Syahrul menambahkan, pandemi memaksa Indonesia melakukan peningkatan kerjasama dengan mitra internasional.

“Hal ini menjadi penting. Karena kita harus mengembangkan langkah-langkah untuk menghadapi pandemi dan mengantisipasi dampak jangka pendek dan jangka panjang dan pandemi tersebut, " tambahnya. 

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menambahkan salah satu pondasi penting dalam pembangunan di Indonesia adalah pengembangan sumber daya manusia pertanian untuk menghasilkan tenaga yang profesional, mandiri, dan berdaya saing sangat penting untuk dilakukan.

"Untuk itu, Kementan telah mencanangkan beberapa program dalam mengembangkan petani muda atau petani milenial," katanya.

Beberapa program tersebut adalah pendidikan vokasi, pelatihan vokasi, penumbuhan wirausahawan muda pertanian (PWMP), Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan.

Salah satu langkah yang dicapai adalah berkolaborasi dengan pihak swasta. LSM, perguruan tinggi, media, lembaga penelitian, politeknik dan lembaga terkait lainnya, seperti sekarang ini, khususnya dalam pertanian mengembangkan hortikultura sayuran melalui SEAVEG 2021.

Reporter : Ardianinda Wisda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018