Monday, 06 December 2021


Perhiptani Dorong Penumbuhan Penyuluh Swadaya di Kebun Sawit

24 Nov 2021, 19:00 WIBEditor : Julianto

Rakernas Perhiptani | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Organisasi Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani ) akan mendorong penumbuhan penyuluh swadaya dan penyuluh swasta di kawasan perkebunan sawit untuk mendukung peningkatan produktivitas sawit rakyat. 

"Salah satu kendala untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit adalah ketiadaan penyuluh di kawasan perkebunan kelapa sawit. Karenanya kami akan mendorong penumbuhan penyuluh swadaya dan penyuluh swasta di kawasan kebun sawit," tegas Ketua I DPP Perhiptani, M Fathan Rasyid di acara pembukaan rakernas Perhiptani 2021 secara virtual, Rabu (24/11).

Fathan mengemukakan, lahan sawit Indonesia faktanya jauh lebih luas daripada negara Malaysia namun raihan nilai ekspor Sawit Malaysia lebih tinggi. Hal tersebut disebabkan produktivitas pertanaman sawit di Indonesia yang masih rendah.

Dengan banyaknya penyuluh swadaya dan penyuluh swasta di lingkungan perkebunan sawit bisa diharapkan produktivitas sawit rakyat dapat meningkat yang berimplikasi pada peningkatan produksi komoditas sawit di dalam negeri. 

Untuk menumbuhkan penyuluh swadaya dan penyuluh swasta tentu diperlukan biaya. Mengingat keterbatasan anggaran pemerintah maka pembiayaan bisa ditanggung oleh koperasi. "Karena itu kita perlu juga menumbuhkan lembaga ekonomi berbentuk koperasi atau membenahi koperasi yang selama ini ada di kebun sawit," tutur Fathan.

Kontribusi Besar

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof. Dedi Nursyamsi, dalam pengarahannya sebelum membuka resmi rakernas Perhiptani menyatakan mengapresiasi langkah Perhiptani untuk menumbuhkan sebanyak mungkin penyuluh swadaya dan penyuluh swasta di lingkungan perkebunan sawit.

Langkah tersebut dipandangnya tepat mengingat aspek SDM pertanian berkontribusi paling besar dalam peningkatan produktivitas komoditas pertanian. Berbicara peningkatan produktivitas pertanian berarti harus berbicara tentang pembenahan SDM Pertanian.

Aspek SDM, menurut hasil survei kontribusinya terhadap peningkatan produktivitas pertanian mencapai 50 persen sementara inovasi produksi dan sarana prasarana serta peraturan perundangan dan local wisdom yang masing-masing Berkontribusi sebesar 25 persen.

Peningkatan produktivitas pertanaman sawit melalui upaya penumbuhan penyuluh swadaya dan penyuluh swasta merupakan langkah strategis yang sekaligus bisa menjadi solusi persoalan terbatasnya tenaga penyuluh di pedesaan. 

Saat ini dengan luas lahan sawit hanya sekitar 5 juta ha , produktivitas pertanaman sawit Malaysia bisa mencapai lebih dari 4 ton CPO per ha , sementara dengan luas areal lebih dari 16 juta ha produktivitas sawit Indonesia hanya 3 ton per ha.

 "Padahal potensi sawit kita bisa mencapai 7-8 ton per ha. Jadi peluang kita meningkatkan produktivitas masih besar. Dan peningkatan produktivitas sawit ada di genggaman penyuluh," tandasnya. 

Reporter : Ika Rahayu
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018