Saturday, 29 January 2022


Menarik Milenial dengan YESS Program

01 Dec 2021, 17:42 WIBEditor : Gesha

Direktur Polbangtan Bogor (kiri) Detia Tri Yunandar bersama Project Manager YESS PPIU Jawa Barat, Nazaruddin (tengah) | Sumber Foto:NATTASYA

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS) kian membuktikan diri mampu menciptakan petani pengusaha dari kalangan milenial. Dengan berbagai kemudahan dan pelatihan, YESS Program semakin menarik bagi milenial. 

Direktur Polbangtan Bogor, Detia Tri Yunandar mengatakan, program YESS menjadi bagian program pencetakan milenial muda pertanian yang paling kuat. Karena, secara tidak langsung memberikan modal kepada sasaran, tapi lebih kepada perubahan mindset, motivasi berusaha sampai akses permodalan dan pasar.

Project Manager YESS PPIU Jawa Barat, Nazaruddin menambahkan, pihaknya di tahun 2022 mendatang akan meningkatkan jumlah dan kualitas petani pengusaha milenial yang dilahirkan dari program YESS. “Kita tingkatkan juga kualitas melalui kegiatan pemagangan, pelatihan kewirausahaan hingga literasi keuangan untuk bisa mengakses lembaga keuangan guna keberlanjutan usahanya agar menjadi mandiri dan professional,” jelasnya.

Nazar menyebutkan, dari empat provinsi penerima hibah YESS Program di tahun 2021 sudah ada 24 ribu orang. Dan ditargetkan di tahun 2022, jumlah bisa meningkat hingga dua kali lipatnya. “Mereka akan terus dikawal hingga pemasaran dan bisa mengakses perbankan,” tegasnya.

Menariknya, Program YESS juga tak hanya untuk menumbuhkan minat wirausaha dari para milenial, tetapi juga menghasilkan tenaga ahli pertanian yang kompeten. Karenanya, dalam program YESS juga diberikan pemagangan bersertifikat yang berguna bagi milenial yang ingin menggeluti dunia kerja sektor pertanian.

Sementara itu, Programme Officer Sub-Regional Office for South East Asia and the Pacific International Fund for Agricultural Development (IFAD) South East Asia and The Pacific Regional Office, Nicholas Syed menyampaikan YESS Program yang didanai oleh IFAD ini menjadi upaya dunia untuk bersama menghadapi regenerasi petani.

“Dengan kemudahan teknologi, dan daya kreativitas yang tinggi dari generasi milenial, peluang menjadi wirausaha sektor pertanian terbuka lebar. IFAD memberikan stimulan dalam bentuk dana pengembangan bagi wirausahawan di Indonesia,” tambahnya.

Sasaran program ini adalah kaum muda di perdesaan dari keluarga kurang mampu; serta kaum muda yang beresiko besar terhadap kemiskinan. Target yang akan dicapai selama 6 tahun program ini adalah 320.000 generasi muda di perdesaan.

Target itu bisa dicapai melalui empat kegiatan utama. Pertama, Rural youth transition to work (peningkatan kapasitas pemuda perdesaan di bidang pertanian). Kedua, Rural Youth Entrepeneurship (Pengembangan Wirausahawan Muda Perdesaan). Ketiga, Investing to Rural Youth (Fasilitasi akses permodalan). Keempat, Enabling Environment fo Rural Youth (membangun lingkungan usaha yang kondusif).

Reporter : Nattasya
Sumber : Polbangtan Bogor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018