Saturday, 29 January 2022


UMJ Siap Cetak Petani Milenial Tangguh  

13 Jan 2022, 09:40 WIBEditor : Yulianto

Dekan Fakultas Pertanian UMJ, Ir. Sularno, | Sumber Foto:Dede

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) merupakan satu dari sedikit Fakultas pertanian swasta yang ada di Ibukota. Dengan Misi Terkemuka, Modern dan Islami dalam pendidikan dan pengembangan ilmu-ilmu pertanian, UMJ siap mencetak petani milenial tangguh dan mendukung pengembangan pertanian di tanah air.

Berdiri sejak 20 September 1982. Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) telah banyak melahirkan insan pertanian yang kini mengapdi untuk kemajuan dan perkembangan pertanian di tanah air.  Di usianya yang sudah menginjak 39 tahun, Fakultas Pertanian UMJ masih tetap eksis dan menjadi salah satu dari sedikit kampus pertanian yang ada di L2DIKTI wilayah III.

Ditemui di Kantornya, Dekan Fakultas Pertanian UMJ, Ir. Sularno, M.Si, menceritakan Fakultas Pertanian UMJ awalnya hanya memiliki satu Program Studi yaitu Agronomi, dan kemudian berkembang dengan membuka Prodi Arsitektur Lanskap.

Namun dengan melihat perkembangan dunia pertanian tanah air, Fakultas Pertanian UMJ mengubah Agronomi dengan Agroteknologi dan tahun 2021 lalu kembali membuka Prodi baru yaitu Agribisnis.   

“Arsitektur Lanskap dulu hampir menyalip Agronomi, karena krisis 1997/1998. Arsitektur Lanscape bubar dengan sendirinya karena 3 tahun berturut-turut tidak mendapatkan mahasiswa. Jadi saat ini tinggal ada Prodi Agroteknologi dan Agribisnis,” katanya.

Sularno menjelaskan, bidang pertanian menjadi pendorong kemajuan ekomoni bangsa, terutama ketika krisis seperti saat ini. Hal tersebut bisa dilihat dari perkembangan pertanian dimasa pandemi covid dan bahkan ketika krisis ekonomi 1997/1998.

Ia menilai, perkembangan pertanian secara umum di Indonesia patut dibanggakan. Bahkan pertanian menjadi penyumbang ekonomi nasional positif pada tiga masa.

Tahun 1997/1998 saat krisis, pertanian menyumbang pertumbuhan ekonomi, kemudian 2008 ada krisis lagi, pertanian juga, dan sekarang di masa pandemi ini ternyata dunia pertanian lagi,” ungkapnya.

Petani Milenial

Sebagai bagian pengembangan pertanian tanah air, Fakultas Pertanian UMJ siap mendukung berbagai program pemerintah di bidang pertanian. Khususnya program petani milenial seperti Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) maupun Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS). “Kami memang sangat mendukung program pak menteri sekarang ini yang akan membantu petani-petani milenial,’ ungkapnya.

Melalui program-program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) Fakultas Pertanian UMJ  memberikan kesempatan kepada mahasiswanya untuk melakukan pemagangan ke tempat-tempat yang memang sangat memungkinkan untuk bisa belajar secara langsung.

“Jadi mahasiswa tidak hanya sekedar belajar di kelas 20-40 SKS, tetapi juga harus belajar di dunia pertanian nyata baik itu di industri maupun di perkebunan maupun di mana saja sehingga nanti petani-petani milenial bisa menerapkan ilmunya di masyarakat,” tutur Sularno.

Sularno menambahkan, untuk terjun ke dunia pertanian tidak bisa dilakukan dengan instan. Tapi harus melalui sebuah proses. “Proses itulah yang nanti akan mempengaruhi keberhasilan dalam dunia pertanian,” katanya.

Bukan hanya tenaga pengajar yang berkualitas, dan kurikulum yang sudah disusun sesuai dengan perkembangan dunia pertanian. Fakultas Pertanian UMJ juga memiliki fasilitas pendukung untuk mencetak lulusan pertanian yang handal.

Seperti kebun percobaan di Sukabumi seluas 2 ha. Saat ini sedang dikembangkan varietas pisang kepok dan pisang cavendish melalui kultur jaringan.

Sularno berharap agar krisis pandemi cepat berlalu. Sebab untuk mencetak petani-petani milenial yang handal tidak bisa bila hanya dilakukan melalui pembelajaran daring.

“Saya kasihan sama anak-anak saya. Masa praktek tanam pakai laptop? Praktek itu perlu bimbingan dan pendampingan di lapangan agar alumni kami mampu menjadi entrepreneur milenial pertanian yang bukan hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri melainkan juga untuk kemajuan bangsa dan negara,” harapnya.

 

Reporter : Dede
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018