Kamis, 18 Juli 2024


Berkat Sekolah Lapang, Produktivitas Padi Cilamaya Meningkat 4 Kali Lipat

19 Jan 2022, 17:50 WIBEditor : Gesha

Panen Cilamaya | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bulungan --- Petani di Kecamatan Tanjung Palas Utara Kabupaten Bulungan Tengah bersukacita, lantaran produktivitas padi Cilamaya yang ditanam mereka mampu meningkat 4 kali lipat hingga mencapai 11,6 ton per hektar. Semua ini berkat pendampingan berupa Sekolah Lapang (SL).

Sepuluh kelompok tani di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tanjung Palas Utara, yaitu Kelompok Tani Harapan Baru, Sumber Mulya, Bina Tani, Sri Rejeki, Subur, Tani Mukti, Mulyo, Murni, Panca Karya, hingga Poktan Sumber Rejeki, dengan dana dekonsentrasi (Dekon)  tahun anggaran 2021 yang dialokasikan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian R.I, mendapatkan kesempatan Laboratorium Sekolah Lapang (SL). 

Untuk diketahui, Laboratorium Sekolah Lapangan (SL) merupakan sarana proses pembelajaran non formal bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usaha, mengidentifikasi dan mengatasi permasalahan, mengambil keputusan, serta menerapkan inovasi teknologi yang sesuai dengan sumberdaya setempat secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga usaha tani lebih efisien, berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan.

Kegiatan ini diawali dengan penetapan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) dan penyusunan jadwal pelaksanaan kegiatan dengan menyesuaikan kesiapan sumberdaya calon petani pelaksana serta musim tanam pada bulan September 2021. 

Sekolah Lapang ini dilakukan dengan pertemuan rutin pembelajaran di lapangan (rembug tani), dengan membahas permasalahan pokok yang dialami petani selama ini yaitu pengolahan tanah, bibit dan pembibitan, tanam dan pemupukan, pemeliharaan tanaman (pengairan, penyiangan), pengendalian hama dan penyakit bahkan panen dan pascapanen.

Adapun inovasi teknologi yang diterapkan pada Laboratorium Sekolah Lapangan ini yaitu motode tanam jajar legowo super (2 : 1) dengan mengatur jarak tanam dengan pola tertentu. Jenis varietas padi sawah yang diujicoba dalam kegiatan ini yaitu cilamaya, IR 32, IR bogor, mekongga, bestari. Adapun sarana yang diberikan kepada petani pelaksana yaitu pupuk non-subsidi, fungisida dan pestisida, sedangkan para petani menyediakan dan mengolah lahan sawah masing-masing untuk digunakan sebagai laboratorium lapangan.

Dipilihnya sistem tanam jajar legowo 2:1 menjadi strategi tanam yang memberikan ruang yang cukup lapang antar rumpun padi untuk dapat tumbuh dan berkembang. Keunggulan metode ini antara lain penggunaan pupuk lebih hemat, mengurangi serangan hama tikus, tanaman dapat menyerap unsur hara secara efisien selama proses budidaya, adanya ruang antar lajur yang memberi kesempatan penyinaran matahari dengan baik dalam proses fotosintetis, lajur/lorong disediakan guna memudahkan pemupukan dan pemeliharaan tanaman serta pengendalian hama dan penyakit.

Dari hasil Sekolah Lapang ini, dilakukan panen bersama pada demplot Laboratorium Lapangan pada Kelompok Tani Subur, Rabu (12/01) yang dihadiri oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kaltara, Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan dan Penyuluh Pertanian pendamping SL dari BPP-TPU, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulungan, Camat TPU, Koramil TPU, Kepala Desa dan Pendamping Desa Karang Agung.

Dari hasil pengubinan yang dilaksanakan oleh petugas BPS dengan hasil 7,25 kg setara dengan 11,6 ton/ha GKP untuk varietas cilamaya, sedangkan hasil ubinan varietas bestari sebesar 5,6 kg setara dengan 8,96 ton/ha GKP, terjadi peningkatan mendekati 4 kali lipat dibandingkan data tahun 2020 sebesar 2,5 hingga 3 ton/ha.

Reporter : Yohanis Sallolo SP
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018