Tuesday, 17 May 2022


Inilah Rencana Besar BPPSDMP 2022

24 Jan 2022, 10:28 WIBEditor : Yulianto

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi bersama Kepala Pusat BPPSDMP | Sumber Foto:BPPSDMP

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian terus menjaga agar produksi pangan di dalam negeri tetap terjaga. Berbagai upaya digerakkan pemerintah, bukan hanya mengembangkan modernisasi pertanian melalui inovasi terbaru, tapi juga menggerakkan sumberdaya manusia (SDM) pertanian.

Faktor SDM tak bisa diabaikan dalam peningkatan produksi pangan. Bahkan dari hasil riset ternyata SDM mempunyai peran hampir 50 persen. “Sesungguhnya yang mampu meningkatan poroduksi, bukan hanya inovasi, bukan hanya prasarana dan sarana, tapi SDM berperan jauh lebih besar dari inovasi teknologi,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

Saat Bincang Seputar Pertanian (Bistan), Kamis malam (20/1) di ruang AOR BPPSDMP, Dedi mengakui, sebagai institusi yang memiliki tupoksi membangun SDM pertanian, pihaknya mempunyai kewajiban melahirkan SDM yang profesional dan berdaya saing.

Berbicara program SDM pertanian tahun 2022, Dedi mengatakan, ada tiga program aksi yang merupakan pelaksanaan dari program utama dan strategis Kementerian Pertanian. “Bahkan program utama itu sekaligus program strategis,” ujarnya.

Pertama, membangun Kostratani di tingkat kecamatan. Kostratani pada intinya merupakan pemberdayaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), penyuluh dan petani. Kedua, membangun petani milenial. Program ini bukan hanya strategis bagi Kementerian Pertanian, tapi juga pembangunan bangsa. Ketiga, mendukung program Kementerian Pertanian yang berada di unit lain, seperti peningkatan produksi pangan, ternak, kebun dan hortikultura.

Tiga Pilar Utama

Dalam menjalankan program strategis tersebut, Dedi mengungkapkan, ada tiga pilar utama. Jadi ibarat sebuah bangunan agar bisa berdiri kokoh, maka akan sangat tergantung pilar tersebut. Karena itu, tiga pilar tersebut harus diperkuat. “Sebagai pendukung pembangunan pertanian, saya akan mendorong tiga pilar tersebut secara emosional dan totalitas,” katanya.

Tiga pilar tersebut, pertama penyuluhan pertanian. Jadi dalam program penyuluhan pertanian yang dibangun adalah SDM pertanian yang mau dan mampu mengimplementasikan inovasi dan teknologi di lapangan. “Dengan Kostratani kita genjot pemberdayaan penyuluh agar menjadi penyuluh handal, penyuluh yang mampu mengimplementasi inovasi di lapangan,” katanya.

Kedua, pelatihan bagi petani, poktan, gapoktan dan petani milenial, serta penyelenggara pembangunan pertanian di dinas provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan. “Kita akan lanjutkan dan genjot program pelatihan sejuta penyuluh dan petani tahun lalu. Kita juga akan menyelenggarakan pelatihan smart farming. Ini terobosan kita,” tuturnya.

Ketiga, pendidkan. Dedi mengatakan, pendidikan vokasi ibarat pabrik untuk mencetak dan melahirkan petani milenial sebagai generasi penerus petani. Bahkan BPPSDMP mempunyai target melahirkan 2,5 juta petani milenial. “Ini untuk menjawab tuntutan stakeholder yang menunggu petani berjiwa entrpreneur,” tegasnya.

Selain mendorong tiga pilar, Dedi mengungkapkan, untuk mendukung kapasitas SDM pertanian, pihaknya juga akan memanfaatkan Program Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN). Diantaranya, IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management of Irrigation) dengan sasaran penyuluh dan petani di daerah irigasi.

Kemudian, Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP). Ditujukan agar penyuluh dan petani dapat lebih memahami, mengetahui serta menerapkan kegiatan pertanian cerdas iklim atau Climate Smart Agriculture (CSA).

Selain itu, Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI) hingga Youth Empowerment and Support Services (YESS). READSI ditargetkan peningkatan penyuluh dan kelembagaan petani di lahan kering, sentra perkebunan bahkan hortikultura. READSI hadir untuk mengoptimalkan semua lahan agar produktif dan memiliki value ekonomi tinggi.

Sedangkan YESS Program menjadi tombak penciptaan petani pengusaha milenial. Program YESS juga terus menggenjot program, rancangan konsep dan exit strategi sampai tahun 2025.  Dalam program ini yang dapat mengikuti Competitive Grant adalah wirausaha muda penerima manfaat program YESS di perdesaan dan pernah mendapatkan pelatihan dari program YESS.

Reporter : Cha/Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018