Sunday, 26 June 2022


Pahami Dampak Perubahan Iklim, BPPSDMP Latih Sejuta Petani dan Penyuluh

16 Feb 2022, 11:48 WIBEditor : Gesha

Kepala BPPSDMP, Prof Dedi Nursyamsi (kiri) bersama Kepala Puslatan, Leli Nuryati (kanan) saat Konferensi Pers Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh 2022 | Sumber Foto:BPPSDMP

TABLOIDSINARTNI.COM, Jakarta --- Perubahan iklim kian terasa di sektor pertanian dengan bergesernya jadwal tanam, merebaknya OPT, bahkan kesulitan sumber air. Membuka wawasan sekaligus mengantisipasi dampak yang lebih luas, Kementerian Pertanian melalui Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) akan melatih Sejuta Petani dan Penyuluh di seluruh Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr mengatakan, pertanian Indonesia hingga saat ini didera oleh perubahan iklim yang sangat ekstrim dan pandemi Covid 19 yang belum usai. Lebih jauh Prof Dedi menjelaskan, perubahan iklim disebabkan fenomena pemanasan global karena peningkatan Gas Rumah Kaca (GRK) yang disebabkan aktivitas manusia salah satunya penggundulan hutan dan lahan gambut. 

Sayangnya, hingga sekarang pengetahuan masyarakat memang masih rendah tentang perubahan iklim, khususnya bagi pelaku pertanian yakni petani dan penyuluh sebagai tenaga pendamping mereka. Utamanya tentang dampak, teknologi adaptasi, serta mitigasi untuk memperkecil dampak perubahan iklim di sektor pertanian. 

Karena itu, BPPSDMP melalui Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) kembali menggelar Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh di tahun 2022. Kegiatan yang akan digelar 23 Februari hingga 17 Maret 2022, mengangkat tema 'Adaptasi dan Mitigasi Pertanian Terhadap Perubahan Iklim' dan terbuka bagi petani, penyuluh dan insan pertanian lainnya. 

"Sasarannya petani dan penyuluh. Mereka harus paham mengenai climate change dan dampaknya. Khusus penyuluh, diharapkan mereka bisa mengimplementasikan teknologi berupa mitigasi dan adaptasi kepada petani," sebut Prof Dedi dalam Konferensi Pers Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh 2022 melalui virtual, Rabu (16/02).

Dedi Nursyamsi menegaskan, Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh adalah merupakan Program Reguler Maksimum yang harus kita sukseskan dalam rangka meningkatkan pengetahuan petani dan penyuluh. "Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh merupakan simbol yang artinya Kementan melakukan pelatihan yang massif di seluruh tanah air, dimana tujuan dan harapannya adalah untuk mendorong terimplementasinya pertanian berkelanjutan," katanya.

Peserta pelatihan ditargetkan sebanyak 1.568.483 orang terdiri dari Petani dan Insan Pertanian lainnya sejumlah 1.500.000 dan Penyuluh Pertanian sebanyak 68.483 orang. Pelatihan akan melibatkan Petani, P4S, IKAMAJA, KTNA, DPM/DPA, Penyuluh dan Insan Pertanian lainnya yang akan dilaksanakan oleh 10 UPT Pelatihan Pertanian Pusat. Pelaksanaan Pelatihan akan dilakukan secara offline di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan dan akan direlay di UPT Pelatihan lainnya dengan secara online dan offline.

"Pelaksanaan Pelatihan di UPT BBPP Batu dan BBPP Binuang dilaksanakan secara Online Mandiri dilakukan bertahap mulai tanggal 28 Februari – 17 Maret 2022," sebut Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Leli Nuryati.

Leli menambahkan, kurikulum Pelatihan tetap mengikuti kaidah Pelatihan dengan total 24 JP (Jam Pelatihan) yang terdiri dari 5 JP Teori dan 19 JP Praktek meliputi Kelompok Dasar, Kelompok Inti dan Kelompok Penunjang dengan tema materi “Adaptasi dan Mitigasi Pertanian Terhadap Perubahan Iklim”.

"Akhir Pelatihan peserta akan membuat tugas mandiri membuat rencana kegiatan Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim. Peserta yang mengikuti pelatihan juga akan mendapat sertifikat yang ditandatangani oleh Menteri Pertanian, jelasnya.

Pada pelaksanaannya, Link Zoom Sentral akan disiapkan oleh BBPP Ketindan, dan masing-masing UPT membuat Link Zoom untuk sasaran peserta yang menjadi tanggungjawabnya dengan melakukan relay ke Link Zoom BBPP Ketindan. Lokasi Pelatihan dapat dilakukan di BPP Kostratani, Posluhdes, P4S, Saung Tani, Gapoktan, Poktan atau lokasi lainnya yang berdekatan dengan domisili para peserta.

Transfer Pengetahuan

Adanya pelatihan inipun diapresiasi oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Menurut Mentan SYL, pelatihan ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk transfer pengetahuan. "Untuk menyukseskan pelatihan, sosialisasi terus dilakukan oleh BPPSDMP melalui UPT Pelatihan Pertanian terhadap wilayah kerjanya masing-masing terutama untuk mencapai jumlah peserta melalui registrasi online," katanya.

Tak hanya transfer pengetahuan, Mentan SYL juga berharap pelatihan melahirkan inovasi-inovasi dalam rangka pelaksanaan adaptasi dan mitigasi iklim. “Khususnya untuk mengantisipasi perubahan iklim ekstrim yang terjadi di Indonesia. Kita punya alam yang bagus keterampilan yang banyak dan semua harus terus kita perbaiki,” katanya.

Menurutnya, pelatihan akan memberikan keyakinan untuk menggunakan teknologi pertanian di tingkat petani lebih baik, terutama dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. “Termasuk cara-cara baru pertanian, menggunakan digital system pertanian, dan smart farming. Mengimplementasikan kegiatan ini tentu tidak mudah, tetapi Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP harus terus melakukan pelatihan-pelatihan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dalam kondisi cuaca yang sangat ektrim ini. Oleh karena itu, BPPSDMP  harus berada di lapangan membantu petani dan penyuluh,” harapnya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018