Wednesday, 21 October 2026


Omah Tani, Tempat Petani Dapatkan Konsultasi Agribisnis Gratis

01 Mar 2022, 11:51 WIBEditor : Herman

Omah Tani Klinik Konsultasi Agribisnis, BPP Torgamba

TABLOIDSINARTANI.COM, Labuhanbatu Selatan --- Banyak cara dilakukan untuk menerapkan amanat Undang-undang no 16 tahun 2006 tentang fungsi penyuluhan. Salah satunya apa yang dilakukan BPP Torgamba, yang menghadirkan Omah Tani sebagai tempat petani bisa berkonsultasi tentang berbagai permasalahan pertanian secara gratis.

Fungsi penyuluhan   adalah bagaimana petani mau dan mampu melaksanakan apa yang disampaikan penyuluh, guna pencapaian peningkatan produktifitas, sehingga diharapkan terjadinya peningkatan pendapatan, berdasarkan hal itulah Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Torgamba membangun Omah Tani.

Diungkapkan kordinator BPP Torgamba, Sugiarto, menyikapi undang-undang no 16 tahun 2006 tersebut BPP Torgamba pada tahun 2016 mencoba memanfaatkan lahan BPP lebih kurang 5.000 meter, untuk dikelola menjadi tempat pembelajaran bagi penyuluh pertanian yang kemudian membawa petani belajar sambil berbuat dalam usaha taninya.

Dari proses pembelajaran, petani akan menerapkan dilahan usaha taninya serta mengajak teman atau anggota kelompok untuk mengikuti keberhasilan yang dlakukannya. Kegiatan ini dilakukan seluruh BPP Kota Pinang, Kampung Rakyat, Langgapayung dan Silangkitang.

Ditambahkan Sugiarto, seiring dengan keluarnya Permentan no 49 tahun 2019 tentang KOSTRATANI (Komando Strategi Pembangunan Pertanian), BPP sebagai Komandan dalam kegiatan pembangunan pertanian yang mengacu kepada peningkatan swasembada pangan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan, maka BPP Torgamba membuat Program Omah Tani Klinik Konsultasi Agribisnis.

“Kegiatan ini dilakukan karena banyaknya permintaan petani untuk mendapatkan informasi. Karena daerah Kabupaten Labuhabatu Selatan umumnya daerah perkebunan sawit maka saat ini Klnik Konsultasi Agribisnis lebih banyak menangani komuditi tanaman kelapa sawit sehingga untuk melayani permintaan, Saya dan penyuluh lainnya membuat pembibitan sawit yang bekerjasama dengan PPKS Sumut sehingga didapat kualitas bibit yang terbaik,” Ujar Sugiarto.

Dalam memenuhi kebutuhan bibit sawit yang unggul, terlebih dengan adanya program pemerintah  Peremajaan Sawit Rakyat (PSR ), BPP banyak melakukan kerjasama dengan lembaga penjamin mutu bibit sawit.

 

“Begitu juga dengan SMK Pertanian dimana siswa ikut praktek langsung dalam budidaya dan pengolahan bibit sawit. Juga dengan mahasiswa perguruan tinggi baik dari Medan dan Jogjakarta. Kemudian petani yang datang ke Omah Tani, klinik Konsultasi Agribisnis tidak dipungut biaya( Gratis ),” tandas Sugiarto.

Reporter : RE Gultom
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018