
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono di Agro Tecno Park Ngrambe, pada Kamis (17/3).
TABLOIDSINARTANI.COM, Ngawi---Di era digital, Kabupaten Ngawi kini gencar mendorong petani milenial untuk menerapkan informasi teknologi (IT) dalam berusaha tani. Saat ini jumlah petani milenial di Ngawi mencapai 488 orang, sebanyak 12 orang menjadi duta petani milenial dan duta petani andalan.
Seperti diketahui, Kementerian Pertanian terus mendorong pertumbuhan petani milenial di Indonesia. Melalui berbagai program strategis diantaranya program petani milenial, penumbuhan wirausahawan muda pertanian (PWMP), Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA), penerapan digitalisasi pertanian dan sebagainya.
Sejalan program dari Kementan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi, Provinsi Jawa Timur juga gencar melakukan regenerasi petani muda. Dengan semakin pesatnya revolusi industri 4.0 di sektor pertanian, Pemkab Ngawi melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menggelar Pembinaan dan Dialog Petani Milenial bersama Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono di Agro Tecno Park Ngrambe, pada Kamis (17/3).
Turut hadir dalam acara ini Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Didik Darmawan, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Sumardi Noor, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Setya Budi Udrayana, Kepala OPD terkait serta anggota Forkopimcam Ngrambe.
Bupati Ony Anwar Harsono mengungkapkan, kegiatan ini sebagai wadah para petani milenial dalam memecahkan permasalahan di lapangan melalui komunikasi untuk menghasilkan solusi. “Selain itu juga, kerjasama dengan berbagai pihak sangat penting, agar menjadi jawaban bagi petani millenial,” katanya.
Ony Anwar berharap semua kegiatan bisa disinergikan antara pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan yang didukung oleh berbagai instansi salah satunya seperti BBPP Ketindan dan Polbangtan Malang. Hal ini bisa mewujudkan Ngawi sebagai “city branding”.
Saat ini jumlah petani milenial mencapai 488 orang. Bahkan 12 diantaranya telah menjadi duta petani milenial dan duta petani andalan. Dengan jumlah petani milenial yang semakin bertambah, Ony Anwar optimis, Ngawi mewujudkan pertanian yang makin maju, mandiri dan modern. Untuk itu petani di Ngawi wajib dibekali dengan penguasaan IT.
Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Supardi mengungkapkan, kegiatan ini wujud komitmen dan perhatian Pemkab Ngawi untuk petani milenial, selain pemanfaatan ATP sebagai tempat mengembangkan ilmu dan teknologi di bidang pertanian, “Diharapkan nantinya ini bisa menjadi embrio bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian di Kabupaten Ngawi,” ujarnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan, masa depan tonggak pertanian dan saat ini ada di tangan anak muda. “Pertanian adalah sebuah masa depan yang pasti dibutuhkan, selama manusia hidup selama itu pula pertanian menjadi suatu kebutuhan. Pertanian adalah masa depan untuk memimpin pembangunan pertanian Indonesia,” ujar Dedi.
Sementara itu, Sumardi Noor sebagai Kepala BBPP Ketindan dalam sambutannya memperkuat pernyataan Kepala BPPSDMP, bahwa petani milenial harus mempunyai pemikiran maju dan luas. Agar bisa melihat perkembangan dunia pertanian yang sangat menguntungkan sebagai pijakan profesinya.
Di akhir acara, Sumardi Noor menyerahkan hadiah dari hasil kontes buah yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi.