Monday, 23 May 2022


Tanggap Pengendalian PMK, BPPSDMP Latih Penyuluh Peternakan dan Medik Veteriner

12 May 2022, 16:30 WIBEditor : Gesha

Pelatihan PMK | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) memerlukan pengendalian langsung oleh sumberdaya manusia seperti Penyuluh Peternakan, Medik Veteriner, Paramedik Veteriner bahkan Pengelola P4S. Karenanya, Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melakukan pelatihan selama 12-14 Mei 2022 untuk meningkatkan kemampuan SDM dalam pengendalian PMK.

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tengah menghantui peternak sapi Tanah Air pasca Idul Fitri ini. Lebih dari 6.000 laporan kasus PMK terjadi di sentra Peternakan seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bangka Belitung, Garut, Banjar, Boyolali, Gresik, Jombang, Lamongan, Lumajang, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo, Batu Malang, Kotawaringin Barat, Deli Serdang, dan Langkat.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Penyakit PMK ini ditakuti oleh seluruh dunia, sama dengan COVID-19, Lepra, Muntaber dan membawa kematian. Meskipun sudah sembuh, stigma negatif masih ada. “PMK ini kalau tidak cepat diatasi, orang-orang panik (khususnya peternak), maka tata niaga produk Peternakan ini bisa jatuh dan kesempatan untuk spekulan bermain,” sebutnya.

Kementerian Pertanian disebutkan Mentan SYL tengah mempersiapkan Vaksin Nasional untuk menanggulangi PMK ini selama 14 hari kedepan. Sambil menunggu ketersediaan vaksin impor dan siapnya vaksin nasional, Kementan telah melakukan berbagai langkah terutama untuk Jawa Timur dan Aceh menyebarkan obat-obat yang ada, serta memberikan vitamin dan obat-obat antibiotik termasuk yang terkait langsung dengan peningkatan imun hewan kepada semua Provinsi dan Kabupaten. Karena itu, semua insan pertanian diharapkan partisipasinya untuk menghadapi tantangan penyakit PMK ini.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof Dedi Nursyamsi menyebutkan seluruh sumberdaya manusia yang terdiri dari Penyuluh Peternakan, Medik Veteriner, bahkan Paramedik Veteriner tengah berjibaku menanggulangi PMK yang kasusnya luar biasa. "Untuk tanggulangi PMK ini ada berbagai cara dan pendekatan. SDM Peternakan tentunya harus mengetahui tahapan-tahapan dalam pengendalian PMK ini, " tambahnya.

Kementerian Pertanian melalui Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melakukan Pelatihan Pengendalian PMK, 12-14 Mei 2022 untuk meningkatkan kemampuan SDM dalam pengendalian PMK. Khususnya untuk petugas Medik Veteriner/Dokter Hewan, Paramedik Veteriner, Penyuluh Peternakan, Penyuluh Koordinator BPP, hingga Penyuluh Swadaya.

Selama tiga hari pembelajaran online atau setara dengan 30 berlatih, SDM Peternakan akan diberikan materi pengendalian PMK oleh Widyaiswara dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Balai Besar Pelatihan Pertanian Batu Malang, Ditjen Kesehatan Hewan (Keswan), Ditjen Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Badan Karantina Pertanian, Pusat Veteriner Farma (Pusvetma), hingga Balai Besar Veteriner (BBvet) Wates.

Adapun materi pelatihan terdiri dari pengenalan PMK, pencegahan PMK, pemberantasan PMK, kebijakan pengendalian PMK, hingga peran SDM dalam pengendalian dan pemberantasan PMK. Pelatihan sendiri menggunakan Learning Management System (LMS) yang memungkinkan pelatihan atau training jarak jauh secara daring (online training).

 

 

Reporter : Cha
Sumber : BPPSDMP
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018