Friday, 01 July 2022


Melek KUR, BPPSDMP Latih Sejuta Petani dan Penyuluh

20 May 2022, 11:24 WIBEditor : Gesha

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kembali menggelar Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh. Dengan tema "Pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat untuk Agribisnis", pelatihan akan digelar 23-26 Mei 2022. 

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengajak para petani Indonesia untuk menggunakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai permodalan utama dalam menumbuhkan ekonomi di tengah pandemi. Menurut Mentan, penggunaan KUR bisa membuat pelaku usaha khususnya petani menjadi lebih berkembang dan bisa membuka banyak lapangan kerja.

"Dengan penggunaan KUR maka akselerasinya pertanian kita jauh lebih kuat dan jauh lebih cepat. Dengan begitu kesejahteraan petani juga akan meningkat," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi dalam Konferensi Pers "Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume 3 : Pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat untuk Agribisnis", Jumat (20/05) mengatakan KUR menjadi kunci penting dalam transformasi Pertanian Bisnis (Agribisnis). "Kita harus bangun sistem agribisnis nasional yang kokoh agar pelaku pertanian bisa mendapatkan keuntungan yang layak dan maksimal. Dari sinilah kesinambungan pertanian bisa terjamin dan takkan ditinggalkan serta ketersediaan pangan bisa terus berjalan, " tuturnya. 

Guna membangun agribisnis yang kokoh, kemampuan pelaku pertanian untuk mengakses pembiayaan menjadi penting. "Bisa menggunakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang digulirkan pemerintah untuk menggerakkan agribisnis yang dicita-citakan," tambahnya. Dengan bunga yang rendah, hanya 6 persen, pelaku pertanian diharapkan bisa meningkatkan agribisnisnya. 

Pentingnya KUR ini perlu disampaikan kepada pelaku pertanian dan penyuluh, karena itu Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kembali mengadakan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume 3 yang bertemakan Penyuluh Volume 3 : Pemanfaatan KUR untuk Agribisnis dan akan digelar mulai dari 24-26 Mei 2022 dilaksanakan serentak dan dilakukan oleh seluruh UPT BPPSDMP di Tanah Air.

Pelatihan ini akan digelar secara online dengan menggunakan Kostratani, Kostrawil dan Kostrada. "Disupport oleh KTNA, Perhiptani, Duta Petani Andalan/Milenial, Forum P4S serta Alumni Ikamaja. Tak terkecuali Pemerintah Daerah dari Provinsi hingga Kecamatan, " tambahnya. 

Prof Dedi menyebut, pelatihan ini juga menjadi bentuk peningkatan agenda intelektual yang diharapkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. 

Dalam pelatihan ini, peserta akan dibimbing untuk mengakses KUR, memanfaatkannya untuk pembiayaan dan bisa menutupi pinjaman KUR ini, sekaligus memutarnya untuk agar mendapatkan hasil yang maksimal. 

"Pelatih akses KUR sebagian besar berasal dari Himbara (Himpunan Bank Negara) yang terdiri dari BRI, BNI dan Mandiri. Mereka akan melatih peserta untuk membuat proposal yang bankable (bisa diterima bank), penyuluh bisa membantu untuk mendampingi petani untuk mengakses KUR ini, " tuturnya. 

Registrasi Pelatihan

Pantauan tabloidsinartani.com pendaftaran untuk pelatihan akbar yang bertajuk Pelatihan Sejuta Petani sudah dibuka. Petani dan Penyuluh dipersilahkan mendaftar melalui link bit.ly/KUR22 atau http://latihanonline.pertanian.go.id/registrasi/index_front.php 

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Leli Nuryati mengatakan pada pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh sebelumnya mencapai 1,8 juta petani dan penyuluh yang mendaftar. "Kami berharap agar 15 juta petani yang ada di Simluhtan untuk bisa bergabung. Karena itu, kami berharap agar penyuluh mampu mengawal petani yang ada di wilayah kerjanya untuk mengikuti pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume 3 ini," harap Leli.

Leli Nuryati mengatakan Pembukaan Pelatihan Sejuta Petani akan dilakukan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, 24 Mei 2022 mendatang melalui Zoom Meeting dan Kanal Youtube BPPSDMP. Peserta yang mengikuti pelatihan juga akan diberikan e-sertifikat yang ditandatangani langsung oleh Menteri Pertanian. 

Metode pelatihannya sendiri dilakukan blended yakni online dan offline dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat di lokasi pelatihan (BPP Kostratani) setempat. Pelatihan dilakukan secara bergelombang. “Dalam sehari ada 3 gelombang yang akan mengikuti pelatihan. Tiap gelombang ada 25 orang per Kostratani yang mengikuti pelatihan,” katanya. 

Setiap wilayah melakukan pelatihan selama 3 hari dengan materi-materi yang telah dipersiapkan oleh Pusat Pelatihan Pertanian. Peserta dapat bergabung dengan link zoom sesuai dengan pembagian wilayahnya. Jika link zoom penuh, peserta pelatihan bisa bergabung melalui live streaming Youtube. Sedangkan kegiatan mandiri LMS dilakukan peserta dengan mengakses link LMS sesuai pembagian wilayahnya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018