Wednesday, 21 October 2026


Dampingi Petani Food Estate, Polbangtan Bogor Perkuat Kapasitas Ekonomi Petani

08 Jun 2022, 14:19 WIBEditor : Gesha

Perwakilan Polbangtan Bogor ketika bertemu dengan petani Food Estate

TABLOIDSINARTANI.COM, Pulang Pisau --- Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor sebagai instansi pendidikan tinggi vokasi pertanian, melaksanakan fungsi salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu melakukan penelitian untuk pemberdayaan masyarakat dengan pendampingan di lokasi food estate Kalimantan Tengah. 

Tim peneliti dosen dari Polbangtan Bogor yang diketuai oleh Yoyon Haryanto ini mengambil tema penguatan kapasitas Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) dengan metode survey melalui kuisioner, validasi dan verifikasi, serta Focus Group Discussion (FGD).

Yoyon mengatakan, bahwa Kelembagaan Ekonomi Petani diambil sebagai topik karena merupakan salah satu penopang keberhasilan pertanian. “Upaya melembagakan ekonomi petani dan keberhasilan organisanya, dilihat dari KEP-nya. Sehingga disinyalir dapat menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan program food estate”, ungkapnya.

Yoyon menambahkan, bahwa hasil dari penelitian ini diharapkan agar nantinya dapat mempertahankan keberlanjutan dalam pengorganisasian petani. “Hasil penelitian memberikan kepercayaan bahwa program food estate yang telah dilakukan dan saat ini masih terus berlangsung memberikan manfaat bagi masyarakat pertanian, terutama kelompok-kelompok tani yang terlibat”, imbuhnya. 

Lokasi kunjungan verifikasi dan validasi pada penelitian ini dilakukan di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih, Kalimantan Tengah, yang merupakan Kawasan Food Estate sesuai dengan program yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian. 

Dari sisi kelembagaan ekonomi, keberadaan KEP turut mendukung keberhasilan program food estate ini. Inisiasi KEP bertumbuh dan berjalan seiring dengan kebutuhan pengelolaan input sarana produksi (saprodi) dan pasca produksi pertanian. 

Dari sisi produksi, Kawasan Food Estate yang utamanya komoditas padi yang dibudidayakan menghasilkan produksi padi rata-rata tertinggi sampai 7 ton/ha GKP. 

Ketua peneliti, Yoyon Haryanto, didampingi anggota peneliti, Aminudin dan Titis Pury Purboningtyas selain melakukan penelitian di lapangan (Belanti Siam, red), juga memberikan penyuluhan dan pendampingan terkait dengan pentingnya kelembagaan ekonomi petani dan penanganan pascapanen padi. Kelanjutan dari hasil kajian KEP nantinya, akan menjadi bahan diskusi lanjut dan FGD dengan melibatkan stakeholder terkait.

Upaya yang dilakukan Polbangtan Bogor ini sesuai optimisme Dedi Nursyamsi selaku Kepala BPPSDMP yang menyatakan bahwa pendidikan vokasi Kementan dapat melakukan fungsinya mengabdi pada masyarakat. “Untuk itu berbagai hasil penelitian diaplikasikan untuk meningkatkan produktivitas tanaman pertanian," kata Dedi.

Sekolah vokasi juga menjadi sarana Kementan untuk memajukan sektor pertanian menjadi subsektor ekonomis yang maju, mandiri dan modern. “Berharap hasil penelitian dan rekayasa teknologi dapat diadopsi pada sektor pertanian dan sektor industri serta dapat dimanfaatkan untuk mendukung Program Strategis Kementan,”  tutur Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam setiap kesempatan. 

Reporter : Aminuddin/Ardianinda Wisda
Sumber : Polbangtan Bogor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018