Friday, 01 July 2022


Pelatihan Penyegaran Mampu Menggerakkan Penyuluh Lebih Eksis

14 Jun 2022, 13:03 WIBEditor : Gesha

Pelatih penyuluhan, Ir Teuku Iskandar MSi | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Banda Aceh --- Dengan adanya pelatihan penyegaran bagi penyuluh sebagai pendamping kegiatan akan mampu menggerakkan semangat petani. 

Hal tersebut disampaikan Ir Teuku Iskandar MSi saat memberikan materi penyuluhan pertanian beberapa waktu lalu. 

Menurutnya, seorang Penyuluh Pertanian harus eksis serta memahami adanya teori rangsangan tanggapan (Stimilus respon theory) sehingga dapat mengaplikasikan kebutuhan teknologi di lapangan. 

Selain itu, kata T. Iskandar dalam memberikan penyuluhan perlu melakukan diagnosa petani sasaran dan analisis tentang motivasi serta kemampuan petani termasuk dana, pengetahuan/ketrampilan dan kelembagaannya. 

Syarat lainnya yaitu secara teknis dapat dilaksanakan oleh petani, bisa dipertanggungjawabkan secara ekonomis serta secara sosiologis merupakan kebutuhan petani. 

"Untuk itu, keberhasilan suatu program sangat ditentukan oleh petani dan pendamping/penyuluh," timpalnya. 

Lebih lanjut T. Iskandar yang merupakan penyuluh senior Aceh menambahkan agar materi penyuluhan yang disampaikan efektif salah satu faktor utama harus memberikan keuntungan yang nyata kepada petani dan resiko kegagalan relatif kecil.

Sementara dalam sambutannya Kadistanbun Aceh, Ir Cut Huzaimah MP menyebutkan kegiatan ini sangat penting guna membekali para penyuluh pertanian yang ada di lokasi proyek IPDMIP dengan keterampilan untuk mendorong proses adopsi teknologi baru di tingkat petani guna peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. 

Untuk mencapai tujuan tersebut harus diikuti dengan proses pembelajaran kepada pelaku utama (pelaku kegiatan pertanian) dan pelaku usaha melalui penyuluhan sesuai yang amanatkan UU no.16 disebutkan agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pendapatan dan kesejahteraannya, serta meningkakan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Pihaknya mengajak untuk terus meningkatkan kapabilitas para penyuluh Aceh, agar dapat memiliki manajemen yang baik, salah satunya adalah melalui Pelatihan penyegaran (Refresher Training) guna meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan Penyuluh Pertanian di bidang pengelolaan kesuburan lahan (soil fertility management), pembiayaan pengairan (water budgeting), perataan lahan (on farm land leveling), dan pengetahuan lainnya terkait dengan alternatif tanaman di lahan sawah (palawija, sayuran dan tanaman lain bernilai ekonomi tinggi). 

Program Integrated Participatory Development and Management of Irigation Program (IPDMIP) pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh sesuai dengan perjanjian Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) akan berakhir tahun 2022, namun akibat adanya kendala pada tahun - tahun awal kegiatan, direalisasikan pada rencana perpanjangan program IPDMIP hingga tahun 2024. 

"Nilai sisa NPHD sebesar 23,94 persen dapat direalisasikan pada rencana perpanjangan program IPDMIP hingga tahun 2024," ujarnya.

Cut Huzaimah mengharapkan agar peserta dapat mengikuti kegiatan pelatihan dengan seksama dari awal hingga berakhirnya pelatihan, sehingga dapat memberikan perhatian dan keseriusan dalam menyerap semua materi yang diberikan serta menjadi pedoman dalam pelaksanaan di lapangan.

Prestasi yang telah dicapai selama ini semoga dapat terus ditingkatkan serta memberikan manfaat bagi masyarakat. "Kami yakin melalui pelatihan ini mampu tingkatkan SDM Penyuluh lebih eksis," ujarnya mengakhiri.

Kegiatan Penyegaran Penyuluh Gelombang II  berlangsung di Hotel Grand Arabia, Banda Aceh 5 - 11 Juni 2022, diikuti seluruh peserta 23 kabupaten/kota di Aceh. Acara diboboti para narasumber selain BPTP Aceh, BPPSDMP, PPMKP Ciawi dan pakar berkompeten di bidang penyuluhan. 

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018